Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
S2 - Dia Membuatku Takut


__ADS_3

Bulu kuduk Edgar dibuat merinding mendengar ajakan Lara yang seakan ingin mengajaknya masuk ke dalam jurang. Dengan sedikit kuat Edgar melepas tangan Lara yang sedang menggenggam tangannya.


"Jangan macam-macam. Aku tidak mau dimandikan olehmu!" Sentak Edgar. Kemudian ia menyentil kening Lara hingga membuat istrinya itu meringis.


"Aw... kenapa Kak Edgar menyentil kening Lara. Kan sakit!" Gerutu Lara sambil mengusap keningnya yang terasa sakit akibat sentilan tangan Edgar.


Edgar tak memperdulikan Lara yang mengaduh karena perbuatannya. Kesempatan itu ia pergunakan untuk kabur dari Lara hingga membuat Lara berteriak memanggil namanya.


"Kak Edgar mau kemana? Lara kan mau ikut memandikan Kak Edgar!" Lara segera mengejar langkah Edgar. Melihat itu membuat Edgar semakin mempercepat langkahnya hingga masuk ke dalam kamar mandi.


Deg


Deg

__ADS_1


Jantung Edgar berdebar-debar. Ia seakan baru saja dikejar oleh anjing galak hingga membuat napasnya terengah-engah. "Astaga... ada apa dengannya. Kenapa sikapnya itu membuatku takut saja!" Edgar bergidik ngeri. Tidak ia perdulikan tangan Lara yang sedang menggedor pintu kamar mandi. Ia harus menyelamatkan diri dari Lara yang terlihat sangat agresif saat ini.


"Sebenarnya materi apa yang sudah diajarkan Nona Flower pada Lara hingga membuatnya berubah 360 derajat seperti itu!" Gumam Edgar. "Sepertinya aku harus menemui Nona Flower besok untuk mempertanyakan kebenaran perkataan Lara." Lanjutnya kemudian.


Dug


Dug


Dug


"Tidak akan! Aku tidak mau dimandikan olehmu!" Sahut Edgar keras agar Lara mendengar perkataannya.


Kedua alis Lara saling bertaut mendengar perkataan Edgar yang terdengar ketus di telinganya. "Kak Edgar itu kenapa? Apa dia tidak senang jika Lara menjadi istri yang baik untuknya? Tapi... kan Kak Edgar sendiri yang meminta Lara untuk menyenangkan dirinya sebagai seorang suami." Lara jadi bingung. Ia pun berpikir apakah materi yang diajari Flower tadi belum bisa sepenuhnya ia tangkap dengan baik.

__ADS_1


"Kepala Lara jadi pusing." Lara memegang kepalanya dengan kedua tangannya. Kemudian ia pun melangkah meninggalkan pintu kamar mandi. Lara memilih menunggu Edgar sampai keluar dari dalam kamar mandi saja.


"Jika Kak Edgar tidak mau dimandikan oleh Lara tidak masalah. Lara bisa melakukan hal lain untuk menyenangkan hati Kak Edgar." Gumam Lara. Senyuman di wajah Lara terkembang mengingat tugasnya selanjutnya. Lara yang baru saja menjatuhkan bokong di atas ranjang akhirnya bangkit kembali. Ia melangkah ke arah lemari untuk mengambil baju ganti Edgar.


Dua puluh menit berlalu, Edgar telah selesai membersihkan tubuhnya di dalam kamar mandi. Namun, ia merasa takut untuk keluar mengingat sikap istrinya tadi.


"Astaga, mana aku tidak pakai baju begini. Bisa-bisa Lara memperkosaku jika melihatku dalam keadaan seksi begini!" Edgar jadi bergidik ngeri. Merasa takut dengan prasangkanya sendiri.


Namun setelah cukup lama berada di dalam kamar mandi, akhirnya Edgar memilih untuk keluar. Ia juga tidak sanggup jika harus berlama-lama berada di dalam kamar mandi dengan posisi hanya menggunakan selembar handuk menutupi bagian intinya.


Ceklek


Mendengar suara pintu kamar mandi yang terbuka membuat Lara mengembangkan senyum. Lara segera bangkit dari posisi duduk dan hendak menghampiri Edgar.

__ADS_1


"Stop! Jangan berani mendekat atau aku akan menggigitmu!" Ancam Edgar. Tubuhnya sudah dibuat merinding melihat senyuman Lara yang terlihat menakutkan di matanya saat ini.


***


__ADS_2