Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
Kau berani mengejekku?


__ADS_3

"Jangan mengingat masa kelam itu lagi, Nak. Semua orang pasti pernah melalukan kesalahan. Jangan menjadikan kesalahanmu di masa lalu membuatmu menjadi rendah diri seperti ini." Tutur Bu Asma.


Emila tersenyum saja mendengarnya. Bagaimana pun Bu Asma memberikan pengertian kepadanya tetap saja Emila akan merasa rendah diri pada siapa saja karena masa lalunya yang sangat suram itu.


"Apa Nak Arkana jadi datang ke sini siang ini?" Tanya Bu Asma kemudian mengingat jika menantunya akan datang mengajak putrinya membeli perlengkapan bayi.


"Sepertinya jadi, Ma. Tadi Arkana mengirimkan pesan pada Mila jika dia akan datang ke sini siang ini." Jawab Emila.


"Baiklah. Kalau begitu sambil menunggu Arkana datang istirahatlah di dalam kamar. Mama akan membuatkan makan siang untuk kita."


"Maafkan Mila tidak bisa membantu Mama, ya." Mila merasa sungkan.


"Tak masalah, Nak. Yang terpenting kau sehat begitu pula dengan cucu-cucu Mama.


Emila tersenyum mendengarnya. Karena sudah tidak ada lagi yang ingin mereka bicarakan, Emila pun masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat sedangkan Bu Asma beranjak ke dapur mempersiapkan bahan-bahan untuk makan siang mereka.


*


Pukul setengah satu siang Arkana nampak datang ke kediaman Emila dan Bu Asma menggunakan pakaian kaos oblong. Penampilan pria itu nampak santai dan membuatnya terlihat lebih muda di mata Emila.

__ADS_1


"Apa mau langsung berangkat?" Tanya Arkana pada Emila.


Emila mengangguk mengiyakannya. Setelahnya Arkana pun berpamitan pada Bu Asma untuk membawa Emila pergi.


Walau tadi malam ia merasakan permasalahan besar di hidupnya namun Arkana tak memperlihatkan wajah tidak baik-baik saja pada Emila. Pria itu nampak biasa saja dan menunjukkan wajah tersenyum pada Emila.


"Bagaimana keadaan kakimu saat ini, apa masih sakit?" Tanya Arkana pada Emila yang nampak termenung menatap ke luar jendela kaca mobilnya.


Emila menoleh menatap wajah Arkana yang sedang menatap kepadanya. "Hanya pegal-pegal sedikit saja." Jawabnya.


"Apa kau sanggup berjalan di mall nanti? Jika tidak kita bisa mengambil kursi roda lebih dulu." Tawar Arkana.


Emila mendecakkan lidah. "Kau selalu saja berlebihan. Aku masih bisa berjalan dengan normal." Gerutunya.


"Kenapa kau tersenyum? Kau mau mengejekku, ya?" Tanya Emila.


Arkana menggelengkan kepalanya. "Tidak begitu. Kau selalu saja berprasangka buruk kepadaku." Jawab Arkana.


Emila memutar kedua bola matanya. Dan tingkah Emila itu kembali membuat Arkana menjadi gemas melihatnya.

__ADS_1


Dua puluh menit berlalu, mobil milik Arkana pun telah tiba di mall yang cukup terkenal di kotanya. Arkana dan Emila segera keluar dari dalam mobil dan melangkah ke arah pintu masuk mall berada.


"Aku sangat salut kepadamu." Komentar Arkana setelah melihat bagaimana Emila berjalan dengan membawa perut besarnya.


"Salut bagaimana?" Wajah Emila nampak bingung.


"Dengan tubuh kurus dan kecilmu ini kau bisa membawa anak-anak kita di dalam perutmu." Jawab Arkana.


"Kau..." Emila membelalakkan kedua matanya pada Arkana. "Berani sekali kau mengataiku kurus dan kecil." Gerutunya.


"Memangnya kenapa? Aku berkata jujur dan apa adanya. Akan berbohong jika aku mengatakanmu besar dan berisi." Kelakarnya.


Bertambah kesal saja Emila mendengar perkataan suaminya itu.


"Hahaha, aku hanya bercanda. Jangan merajuk begitu dong." Arkana tanpa sadar mengusap kepala istri keduanya itu dengan tangannya.


***


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Emila dan Ar update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Mahasiswaku Suamiku, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2