
"Aku tidak bercanda, Mah. Aku memang melihat Lara kuliah di tempat yang sama denganku." Ucap Celine lalu menceritakan dari awal ia melihat Lara di kampus sampai akhirnya melihat Lara keluar dari dalam kelas bersama dengan Angga.
Mama Tiara benar-benar dibuat terperangah setelah mendengarkan cerita dari putrinya. "Tapi, bagaimana bisa dia kuliah di sana? Tidak mungkin kan Tuan Jacob berbaik hati menguliahkan pekerjanya." Ucap Mama Tiara.
"Aku juga tidak tahu, Mah. Kita harus mencaritahu secepatnya bagaimana bisa anak itu kuliah di tempat yang sama denganku!" Ucap Celine menggebu-gebu.
"Ck. Bagaimana caranya kita mencaritahu? Apa kau berniat menghampiri anak itu dan bertanya langsung kepadanya?" Tanya Mama Tiara.
"Ya, sepertinya itu adalah salah satu caranya, Ma. Aku tidak akan rela melihatnya bahagia. Apa lagi dia berani-beraninya dekat dengan incaranku di kampus!" Geram Celine busuk hati.
Mama Tiara mengangguk menyetujui perkataan putrinya. Sebagai ibu dan anak yang memiliki hati yang busuk pada Lara, mereka pasti tidak ingin melihat Lara bahagia bahkan sampai bisa kuliah di tempat yang sama dengan Celine.
*
Sesuai dengan pesan Edgar tadi, Lara tidak akan pulang ke apartemen sebelum Edgar menjemputnya ke kampus. Lara yang kini sudah duduk di area depan kampus nampak duduk diam sambil menunggu kedatangan mobil milik Edgar.
Tin
Suara klakson mobil yang terdengar cukup keras dari arah jalan membuat pandangan Lara tertuju pada sebuah mobil bewarna hitam yang kini berhenti tepat di depannya.
__ADS_1
Seorang pria yang tak lain adalah Angga nampak keluar dari dalam mobil dan melangkah menghampiri Lara.
"Angga," ucap Lara tersenyum.
Angga ikut tersenyum melihatnya. "Lara, kau belum pulang?" Tanya Angga.
Lara menggelengkan kepalanya. "Belum. Aku masih menunggu jemputan."
"Apa masih lama? Kalau iya ayo pulang denganku saja. Aku akan mengantarkan mu ke rumah." Tawar Angga.
Lara lantas saja menggelengkan kepalanya. "Tidak lama. Dan maaf, aku menunggu jemputan saja."
"Baiklah, kalau begitu aku pulang dulu, ya." Pamit Angga.
Lara mengangguk mengiyakannya. "Hati-hati di jalan, Angga."
"Iya..."
*
__ADS_1
Tak berselang lama setelah kepergian mobil Angga, mobil milik Edgar nampak datang dan berhenti tepat di depan Lara.
"Kak Edgar," ucap Lara menatap wajah Edgar yang terlihat dari kaca mobil yang terbuka.
"Ayo masuk!" Titah Edgar.
Lara mengiyakannya lalu bangkit dari atas kursi dan melangkah ke arah mobil Edgar.
Baru masuk ke dalam mobil, Lara sudah diborong dengan banyak pertanyaan dari Edgar.
"Bagaimana kuliahmu hari ini, apakah menyenangkan? Dan... Apa kau memiliki teman baru hari ini?" Tanya Edgar.
"Menyenangkan, Tu— eh Kak Edgar. Dan aku memiliki beberapa teman baru di sini hari ini. Teman-teman di sini sangat baik dan ramah pada aku. Tadi mereka juga mengajakku makan di kantin bersama." Lara menceritakan kesehariannya di kampus dengan singkat.
"Oh, baguslah kalau begitu." Edgar sedikitnya merasa lega karena Lara bisa berinteraksi dengan cepat dengan teman-teman barunya di kampus.
Mobil milik Edgar pun akhirnya melaju meninggalkan kampus.
"Oh ya, siapa saja teman barumu di kampus. Apa salah satunya ada seorang pria?" Selidik Edgar mengingat ia sempat mendapatkan pesan dari Bayu jika ada seorang pria yang mencoba dekat dengan Lara.
__ADS_1
***