
Beberapa bulan telah berlalu, hari yang dinantikan Arkana pun akhirnya tiba. Hari itu dengan ditemani Bu Selvy dan Edgar, Arkana pergi ke rumah mertuanya untuk meminta izin kembali menikahi Emila. Permintaan Arkana tentu saja tak mendapatkan penolakan dari Bu Asma. Wanita paruh baya itu langsung saja memberikan izin dan meminta Arkana untuk segera melakukan pernikahan secara sah secara agama dan hukum bersama putrinya Emila.
Si kembar Arshen dan Ashila tertawa secara bersamaan seakan ikut berbahagia mendengar kedua orang tua mereka akan menikah kembali.
"Anak-anak Daddy senang ya karena sebentar lagi kita akan tinggal di kota yang sama?" Arkana mengusap kedua kepala anak-anaknya secara bergantian.
Arshen dan Ashila kembali tertawa. Mereka pun merangkak ke arah Bu Selvy lalu mengulurkan tangan meminta digendong.
"Uh, cucu-cucu Nenek..." Bu Selvy yang merasa sangat gemas langsung saja menggendong Arshen yang berada dekat dengannya.
Ashila yang tidak digendong sontak saja menangis dengan keras hingga Arkana dengan cepat menggendongnya.
"Astaga... masih bayi sudah bisa cemburu juga." Edgar menggelengkan kepalanya melihat kelucuan Baby Ashila yang cemburu pada Arshen.
Emila tersenyum mendengarnya. Memiliki anak kembar memberikan tantangan tersendiri untuknya. Ia harus mengerti kapan kedua buah hatinya merasa cemburu dan mencari perhatian kepadanya.
__ADS_1
"Oh ya, Mila. Untuk semua surat pernikahan sudah aku persiapkan. Besok kita tinggal mengantarkannya saja ke KUA." Ucap Arkana.
"Baiklah. Besok pagi kita akan pergi ke sana bersama-sama."
Arkana menganggukkan kepalanya. Rasanya ia sudah tidak sabar mempersunting Emila menjadi istrinya yang sah bukan hanya secara agama tapi juga secara hukum.
*
Hari inti yang dinantikan Arkana dan Emila akhirnya tiba juga. Pagi itu di kediaman Emila nampak sudah ramai dengan kedatangan tetangga Emila dan juga teman-teman Emila dan Arkana.
Flower yang merasa paling bahagia dengan pernikahan Emila tak menyurutkan senyuman di wajah cantiknya melihat Arkana dan Emila kini sudah duduk di hadapan penghulu untuk melakukan prosesi ijab qabul.
"Karena Mommy bahagia. Tante Mila dan Om Arkana akan menikah sebentar lagi." Jawab Emila pelan.
"Tante nikah, Mom? Mommy inda nikah juga?" Tanya Baby polos.
__ADS_1
Flower seketika menggelengkan kepalanya. Dari pada Baby bertanya yang tidak-tidak lagi, Flower segera menyuruh Baby untuk diam dengan memperagakan gerakan mengunci mulut.
SAH
Satu kata penuh makna akhirnya terdengar nyaring memenuhi ruangan tengah rumah Bu Asma tempat ijab qabul dilakukan. Walau pernikahannya kali ini bukanlah yang pertama untuk Emila, tapi Emila tetap merasa haru hingga meneteskan air matanya.
"Kenapa kau menangis. Apa kau tidak bahagia menikah lagi denganku?" Tanya Arkana.
Emila menggeleng pelan. "Aku sangat bahagia sehingga menangis seperti ini." Jawabnya.
Arkana mengembangkan senyum. "Benarkah begitu?" Tanyanya lembut dan diangguki Emila sebagai jawaban.
Sesi foto bersama keluarga akhirnya dilakukan. Arkana dan Emila berdiri di tengah-tengah keluarga dan teman mereka sambil menggendong putra dan putri mereka masing-masing.
Untuk saat ini tidak ada lagi kebahagiaan yang Emila inginkan selain bisa bersama dengan suami dan anak-anaknya. Bu Asma yang melihat kebahagiaan di wajah putrinya pun meneteskan air mata. Bu Asma berharap setelah ini tidak akan ada lagi kesedihan yang datang ke hidup putrinya.
__ADS_1
"Berbahagialah, Nak." Ucap Bu Asma pelan.
***