
Usia kehamilan Emila saat ini sudah menginjak sembilan bulan dan tinggal menghitung hari Emila akan melahirkan buah hatinya dan Arkana ke dunia. Menjelang hari persalinan, Emila tidak lagi disibukkan membantu ibunya menjahit. Ia hanya diizinkan Bu Asma membantu membersihkan rumah dan memasak saja.
Walau tangannya kadang merasa gatal membantu ibunya menjahit, namun Emila menghargai keputusan ibunya yang melarangnya untuk membantu agar dirinya tidak terlalu kelelahan.
"Nona Flower jadi main ke sini hari ini, Mila?" Tanya Bu Asma pada Emila saat Emila datang ke garasi untuk melihat dirinya yang sedang menjahit.
"Jadi, Ma. Tadi Nona Flower sudah mengabari Mila katanya sudah mau ke sini." Jawab Emila.
Bu Asma menganggukkan kepalanya. "Mama sudah mempersiapkan kue untuk Baby di dalam lemari. Nanti tolong diberikan pada Nona Flower ya, Mila." Ucap Bu Asma.
"Baik, Ma." Jawab Emila.
Tiga puluh menit berlalu, akhirnya sosok yang mereka tunggu pun tiba. Flower nampak datang bersama Baby dan Boy yang berada di dalam gendongan Mommy Rania.
"Flower, Tante..." Emila menyalimi keduanya secara bergantian. "Baby, Boy, kalian semakin lucu saja." Ucap Emila kemudian pada kedua bayi Flower.
"Ehe..." Boy tertawa mendengarnya sedangkan Baby memasang wajah tersenyum.
Emila pun mengajak Mom Rania dan Flower masuk ke dalam rumah mereka.
"Loh, Tante Asma mana, Mila?" Tanya Flower karena sejak masuk ke dalam rumah ia tidak melihat keberadaan Bu Asma.
__ADS_1
"Mama pergi ke rumah tetangga mengantarkan hasil jahitan. Sebentar lagi Mama akan pulang." Jawabnya.
Flower mengangguk paham.
"Tunggu sebentar ya, Tante, Flower." Ucap Flower berniat membuatkan air minum untuk keduanya lebih dulu.
Mom Rania dan Flower mengangguk mengiyakannya.
"Baby, Boy, tidak boleh lari kemana-mana, ya." Pesan Flower pada kedua buah hatinya yang saat ini sudah mulai aktif berjalan-jalan di sekitar mereka.
"Ya, Mom." Jawab Baby.
Tak berselang lama Emila kembali dengan membawa air dan cemilan yang berada di atas nampan.
"Flower, ini Mama membuatkan kue untuk Baby dan Boy." Ucap Emila menyerahkan kue yang berada di dalam piring kecil pada Flower.
"Terima kasig, Flow." Ucap Flower lalu memanggil kedua buah hatinya untuk mendekat.
"Adik Boy. Kue." Ucap Baby pada Boy dan mengajak adiknya berlari ke arah mommy mereka.
Emila yang melihat tingkah keduanya pun tersenyum. "Anak-anakmu sungguh menggemaskan." Ucap Emila.
__ADS_1
Flower tersenyum mendengarnya. "Jika anak-anakmu sudah lahir nanti mereka juga pasti menggemaskan. Baby dan Boy pasti senang mendapatkan teman." Jawab Flower.
Emila mengusap perutnya yang sudah sangat membuncit. Ia merasakan jika ada pergerakan di dalam perutnya saat ia mengusapnya.
"Mila, apa kau sudah merasakan tanda-tanda ingin melahirkan?" Tanya Flower.
Emila menggelengkan kepalanya. "Belum. Aku tidak merasakan tanda-tanda apapun saat ini." Jawabnya.
"Apa kau yakin akan melahirkan normal?"
"Ya, jika dokter mengatakan aku masih bisa melahirkan secara normal maka aku memilih untuk normal saja." Jawab Emila.
"Semoga saja persalinanmu nanti berjalan dengan lancar sesuai dengan keinginan kita semua." Harap Flower dan diaminkan oleh Emila.
***
Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Emila dan Ar update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Mahasiswaku Suamiku, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗
__ADS_1