Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
Mengembalikannya ke kota ini


__ADS_3

"Tidak bisa. Dad tidak akan mau menuruti permintaan bodohmu itu!" Tekan Dad William.


"Tapi Dad, Emila sudah berubah. Dia sudah menyadari kesalahannya dan Flower pastikan dia tidak akan berani macam-macam pada Flower lagi. Kasihani dia Dad. Saat ini Emila sedang mengandung dan membutuhkan pertolongan kita untuk menyelamatkan hidupnya dan anak-anaknya."


Dad William hanya diam dengan wajah merah padam.


"Dad..." Flower memegang tangan Daddynya itu. "Jika Tuhan saja maha pemaaf lalu kenapa kita yang hanya berstatus sebagai hambanya tidak bisa memaafkan kesalahan sesama manusia? Bukankah Daddy selalu mengajari Flow untuk memaafkan kesalahan seseorang yang sudah jahat kepada Flow. Lalu kenapa sekarang Daddy tidak bisa melakukan apa yang Daddy nasehati kepada Flow?"


"Sayang, apa yang Flower katakan itu benar. Maafkanlah kesalahan Emila. Aku sudah melihat dengan mata kepalaku sendiri jika dia sudah berubah. Sebenarnya Emila adalah anak yang baik. Karena cinta dia jadi kehilangan akal sehatnya saat itu. Ku mohon kepadamu. Kabulkanlah permintaan Flower. Kasihan Emila. Dia butuh pertolongan kita. Biarkan dia hidup bahagia kembali ke kota ini dengan anak-anak dan ibunya." Timpal Mom Rania.


Dad William memperhatikan wajah anak dan istrinya itu. Jauh di lubuk hatinya sebenarnya Dad William juga sudah mengetahui dan merasakan perubahan sikap Emila. Namun sebagai ayah yang takut jika putrinya kembali terluka, Dad William masih merasa awas dengan Emila yang pernah mencelakai putrinya itu.


"Dad... ayolah... kasihan Flow." Flower menatap wajah Daddynya dengan mata yang sudah mengembun.

__ADS_1


Dad William dibuat lemah jika melihat putrinya bersedih seperti ini.


"Kakek... ayo..." Baby yang sedang bermain di dekat mereka pun ikut menimpali perkataan mommynya.


Dad William dibuat gemas mendengar suara cucu pertamanya itu. "Baby, kau tidak diajak dalam pembicaraan ini." Ucap Dad William pada Baby.


Baby yang tidak mengerti maksud perkataan Dad William pun hanya menatap Dad William dengan wajah bingung.


"Daddy... ayolah... kabulkan permintaan Flow." Flower kembali meminta pada daddynya itu.


Flower merasa lega mendengarnya. Setidaknya masih ada sedikit harapan dari Daddynya mau menuruti permintaannya.


Malik yang melihat istrinya begitu bahagia karena daddynya mau mempertimbangkan permintaannya dibuat tak dapat berkata-kata. Sama seperti Dad William, sebenarnya Malik juga masih merasa awas dengan mantan kekasihnya itu. Hanya saja setelah melihat perubahan sikap Emila selama ini setelah pergi dari kota yang sama dengannya membuat Malik sedikit yakin jika Emila tidak akan melukai istrinya lagi.

__ADS_1


Di tempat yang berbeda, Bu Asma nampak mempertanyakan pada Emila bagaimana jawaban dari Flower tentang permintaan mereka.


"Flower masih mengusahakannya, Ma. Semoga saja Tuan William mengizinkan kita kembali ke sana." Jawab Emila.


Bu Asma tersenyum dalam cemas. "Mila, Mama harap keputusanmu saat ini adalah keputusan yang benar. Mama harap kau tidak akan menyesal dengan keputusanmu saat ini."


Emila tersenyum lalu mengusap lengan ibunya itu. "Ma... Mila akan lebih menyesal jika terlalu lama menjadi benalu dalam rumah tangga Tuan Arkana dan Nona Lady. Mereka sudah lama bahagia dan Mila tidak mau terlalu lama merusaknya. Mila juga tidak ingin merusak nama baik keluarga Bu Selvy karena mereka berhubungan dengan mantan narapidana seperti Mila."


***


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Emila dan Ar update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Mahasiswaku Suamiku, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2