
Suara tawa Celine terdengar menggelegar setelah mendengar jawaban Lara. Sementara orang lain yang mendengarnya termasuk Angga dibuat terkejut tak percaya mendengar jawaban Lara.
"Hahaha, Lara, Lara. Kalau bermimpi itu jangan ketinggian. Apa kau tidak takut jatuh nantinya? Mana mungkin seorang dokter terkenal seperti dokter Edgar mau menikahi wanita malam seperti dirimu!" Cibir Celine.
Lara mengangkat sebelah tangannya ke atas. "Aku tidak membutuhkan pengakuan darimu. Ingat, jangan menggangguku lagi karena kau sangat berisik." Setelah mengatakannya, Lara pun melangkah begitu saja diikuti Angga dan teman-temannya.
"Dasar wanita murahan! Berani sekali dia bersikap seperti itu kepadaku. Lagi pula percaya diri sekali dia mengatakan dokter Edgar adalah suaminya! Sungguh mimpi di siang bolong!"
**
Tatapan Angga dan keempat teman Lara kini terpusat pada Lara yang duduk di tengah-tengah mereka. Kelimanya kini tengah menuntut penjelasan dari Lara tentang perkataan Lara beberapa saat yang lalu.
"Kenapa teman-teman menatapku seperti itu?" Tanya Lara.
__ADS_1
"Karena kami menunggu jawaban darimu, Lara. Sekarang ayo jelaskan apa maksud perkataanmu tadi. Kenapa kau berkata kalau dokter Edgar adalah suamimu?"
Lara menatap wajah Sherly dengan intens. "Sherly, apa kau tidak percaya jika dokter Edgar adalah suamiku?" Lara balik bertanya.
Sherly menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. "Maaf, Lara. Aku tidak percaya karena aku belum melihat buktinya. Lagi pula sejak awal kita berteman kau tidak pernah bercerita jika sudah menikah."
"Tapi kemarin kau melihatku masuk ke dalam mobil dokter Edgar bukan?"
Sherly mengangguk-anggukkan kepalanya. "Jadi? Apa yang bisa kau jelaskan agar kami bisa percaya dan membelamu jika ada yang mengganggumu lagi Lara?" Sherly berucap lembut di tengah rasa tak percayanya.
"Kak Edgar benar suamiku. Dan aku berkata apa adanya. Kami sudah menikah beberapa bulan yang lalu." Jawab Lara apa adanya.
"Apa?" Kedua bola mata Sherly melotot sempurna. Pun dengan yang lainnya.
__ADS_1
Lara mengeluarkan ponsel dan mencari gambar pernikahannya dan Edgar dari kiriman Mama Leni. Setelah mendapatkannya, Lara menunjukkan foto tersebut pada Angga dan yang lainnya.
Jantung Sherly seakan ingin lompat dari wadahnya setelah melihat foto tersebut yang memperlihatkan dengan jelas wajah Lara dan Edgar di sana.
"Apa! Tapi bagaimana bisa?" Tanya Sherly.
"Untuk hal itu aku tidak bisa menjawabnya. Yang jelas aku tidak pernah menjebak Kak Edgar hingga mau menikahiku. Semuanya murni keinginan Kak Edgar sendiri." Jelas Lara tak ingin banyak rumor lagi yang beredar tentangnya.
Angga diam dengan tatapan tak terbaca. Hatinya sungguh merasa sakit mengetahui kenyataan yang ada. Cintanya sudah layu sebelum berkembang. Belum menyatakan cinta namun harus mengetahui kenyataan pahit jika Lara sudah menikah.
"Angga, apa kau baik-baik saja?" Sherly bertanya sambil menatap wajah Angga. Sedikit banyaknya ia mengetahui jika Angga menaruh perasaan pada Lara. Terbukti dari perlakuan Angga satu bulan belakangan ini pada Lara.
Angga tak mengeluarkan suara. Ia hanya mengangguk mengiyakan perkataan Sherly.
__ADS_1
Lara sendiri yang tidak mengerti perasaan Angga pun memilih mengajak teman-temannya untuk menikmati makan siang bersama karena perutnya sudah terasa lapar. Jika urusan perut lapar, Lara sungguh tak bisa menahannya terlalu lama.
***