
Setelah meninggalkan rumah kedua orang tua Lady, Arkana pun kembali ke kediamannya dengan perasaan yang cukup lega. Setibanya di dalam rumah, Arkana merasa terkejut melihat Mamanya berada di dalam rumahnya dan saat ini sedang duduk di sofa.
"Mama?" Ucap Arkana sambil melangkah mendekati Bu Selvy.
Bu Selvy berdiri tegak dari duduknya dan menunggu Arkana dekat dengannya. "Ar..." suara Bu Selvy terdengar bergetar. Arkana dapat menebak jika Mamanya hendak menangis saat ini.
"Arkana..." Bu Selvy langsung saja menghambur ke dalam pelukan Arkana.
"Mamah..." Arkana mengusap punggung mamanya itu. Ia merasa bingung kenapa mamanya tiba-tiba menangis seperti ini.
"Ada apa ini Ma? Kenapa Mama menangis?" Tanya Arkana.
"Karena Mama tahu kau sedang hancur, Nak." Jawab Bu Selvy disela tangisannya.
"Maksud Mama?" Arkana mencoba memancing Bu Selvy angkat suara.
__ADS_1
"Mama sudah mengetahui semuanya. Mama tahu Lady berselingkuh di belakangmu dan saat ini dia sedang hamil anak dari selingkuhannya." Jawab Bu Selvy keras.
Deg
Arkana begitu terkejut mendengar mamanya sudah mengetahui kebusukan istrinya selama ini. Arkana pun melepaskan pelukannya di tubuh Bu Selvy agar dapat melihat wajah mamanya itu.
"Bagaimana Mama bisa tahu?" Tanyanya bingung.
"Kau tidak perlu tahu dari mana Mama mengetahui. Yang terpenting sekarang katakan pada Mama apa yang terjadi malam ini di rumah mertuamu? Apa yang baru saja kau lakukan di sana?" Tanya Bu Selvy.
Semakin pecah saja tangisan Bu Selvy mendengar pernikahan anaknya kini sudah hancur akibat perselingkuhan menantunya. "Bagaimana bisa Lady bersikap seburuk itu kepadamu, Nak..." Bu Selvy menangis tersedu-sedu.
"Jangan menangis, Ma..." Arkana kembali membawa mamanya ke dalam pelukannya.
"Mama tidak menyangka jika Lady bisa mendua di belakangmu, Nak." Ucap Bu Selvy di dalam pelukan Arkana.
__ADS_1
Arkana memilih diam sambil menenangkan mamanya dengan mengusap punggungnya. Setelah cukup lama menangis, akhirnya tangisan Bu Selvy pun mereda dan Arkana membawa mamanya duduk kembali di atas sofa.
"Jangan bersedih lagi, Ma. Arkana sudah ikhlas dengan jalan hidup Arkana saat ini. Arkana sudah merelakan Lady tak lagi menjadi istri dari Arkana." Ucap Arkana dengan kedua bola mata yang nampak mengembun.
"Mama tahu kau sangat kecewa, Nak. Pernikahan yang kau pertahankan selama ini sia-sia karena kehadiran orang ketiga."
Arkana menghela nafas. "Mungkin Arkana yang bersalah selama ini, Ma." Jawab Arkana tak ingin menyalahkan Lady sepenuhnya.
Bu Selvy menggelengkan kepalanya merasa tak setuju dengan perkataan putranya. Bagaimana tidak, selama ini ia sangat tahu bagaimana Arkana begitu sangat mencintai Lady bahkan menerima segala kekurangan Lady. Dan saat masalah ini terjadi, Bu Selvy yakin jika semua kesalahan terletak pada Lady yang tidak merasa bersyukur memiliki suami sebaik Arkana.
"Sudahlah, Mah..." Arkana meminta Mamanya itu tak lagi membahas Lady.
"Jadi apa rencanamu selanjutnya, Nak?" Tanya Bu Selvy.
"Ar akan mengurus perceraian dengan Lady setelah anak itu lahir. Ar tidak ingin mencoreng nama baik keluarga Papa Alan dan keluarga kita jika mengurus perpisahan kami di saat Lady sedang mengandung saat ini. Biarkan saja semua orang tahu jika itu anak Arkana. Ar tidak mempermasalahkannya yang terpenting Mama tahu kebenarannya jika anak yang dikandung Lady bukanlah cucu Mama."
__ADS_1