Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
Pria idaman


__ADS_3

"Kau ingin kemana?" Tanya Emila pada Arkana saat Arkana hendak keluar dari dalam kamar setelah meletakkan kedua bayi mereka di dalam box bayi malam itu.


"Ke kamar tamu. Aku akan tidur di sana malam ini."


Kening Emila mengkerut. "Kenapa tidur di sana? Kau bisa tidur di kamar ini denganku." Jawab Emila. Entah apa yang dipikirkan suaminya itu sehingga berniat tidur berpisah dengannya.


"Aku hanya tidak ingin membuatmu tidak nyaman. Aku menghargai perasaanmu saat ini." Ucap Arkana mengungkapkan apa yang ada di dalam hatinya.


Emila menghela nafas panjang. "Kau bisa tidur di sini denganku. Sampai saat ini kau masih sah berstatus sebagai suamiku. Jadi tidak masalah jika kita tidur bersama. Aku tidak mempermasalahkannya. Bukankah kita sudah bersepakat melupakan kesalahan yang sudah lalu." Emila mengingatkan Arkana dengan percakapan mereka tadi malam.


Tentu saja perkataan Emila berhasil membuat Arkana mengembangkan senyum. Ia tidak menyangka jika Emila benar-benar menerima untuk memulai hubungan yang baru dengannya.


Akhirnya malam itu Emila dan Arkana tidur di dalam kamar yang sama sesuai dengan keinginan Arkana selama ini. Terlihat kecanggungan di antara mereka setelah saling berbaring di atas ranjang.

__ADS_1


Emila memilih memejamkan mata berharap segera lelap dalam tidurnya. Arkana pun demikian. Hingga akhirnya keduanya pun terlelap dalam tidur masing-masing.


Baru dua jam terlelap keduanya sudah terjaga kembali karena mendengar suara tangisan dari Baby Arshen.


Arkan dengan sigap mengambil bayinya yang sedang menangis dan menyerahkannya pada Emila.


"Ashila juga menangis." Ucap Emila saat mendengar tangisan Asha.


Arkana tersenyum lalu mengambil Ashila dalam box bayi. Arkana memilih menenangkan Ashila lebih dulu karena Emila tidak mungkin menyusui kedua bayinya secara bersamaan.


Emila benar-benar merasa beruntung memiliki suami seperti Arkana yang tidak pernah mengeluh membantunya mengurus kedua buah hati mereka sejak berada di rumah sakit. Arkana bahkan tidak memperdulikan tubuhnya yang kurang istirahat semenjak tiba di ibu kota.


Karena tidak ingin menyusahkan suaminya yang sudah nampak lelah, pagi itu Emila meminta bantuan pada Bu Selvy menggendong Ashila yang sedang menangis saat ia sedang menyusui Arshen. Sedangkan Arkana diminta untuk istirahat saja di dalam kamar.

__ADS_1


"Kenapa tidak dibiarkan saja Arkana membantumu, Mila?" Tanya Bu Selvy lembut.


"Tidak, Mah. Arkana nampak kurang tidur sejak kemarin. Mila takut dia akan jatuh sakit jika terus begadang dan membantu Mila."


Bu Selvy mengembangkan senyum. "Arkana pasti sangat senang sekali karena kelahiran anak-anak kalian sehingga dia tidak memperdulikan tubuhnya yang lelah. Arkana juga pasti ingin membayarkan kesalahannya kepadamu."


Emila ikut tersenyum mendengarnya. Emila sangat menyayangkan sikap Lady yang sudah menyia-nyiakan pria sebaik Arkana.


"Apa Nona Lady akan menyesal setelah menyia-nyiakan Arkana, Mah?" Tanya Emila.


"Mama rasa iya. Dia tidak akan lagi mendapatkan lelaki sebaik Arkana di dunia ini termasuk kekasihnya saat ini. Percayalah jika sekali saja kita menyiakan orang baik maka selanjutnya kita akan sulit menemukan yang lebih baik."


Emila menyetujui perkataan Bu Selvy. Lelaki sebaik Arkana adalah stok langka. Maka dari itu saat ini Emila tidak ingin menyia-nyiakan keberadaan Arkana lagi di dalam hidupnya.

__ADS_1


****


__ADS_2