
Edgar dibuat semakin geram melihat sikap Mama Tiara yang masih saja angkuh di kondisinya yang sedang terpuruk saat ini.
"Lara datang karena Lara ingin menjenguk Mama dan memastikan keadaan Mama baik-baik saja." Jawab Lara.
"Cih, tidak perlu sok baik kepadaku seperti itu. Lebih baik kau ganti tujuanmu itu menjadi membebaskan aku!" Perintah Mama Tiara. Walau ia sangat butuh belas kasih Lara saat ini, namun tetap saja Mama Tiara seakan sulit berkata lembut pada mantan putri tirinya itu.
"Sudah ku katakan jangan pernah bermimpi karena sampai kapan pun aku tidak akan mengabulkan permintaan Lara jika dia ingin membebaskanmu dari sini!" Sahut Edgar.
"Kau..." Mama Tiara menggeram. "Bilang saja kau juga sudah berniat buruk sama seperi saya bukan?! Setelah mendapatkan harta Lara kembali, kau akan mengambil alih seluruh harta Lara menjadi milikmu!" Tuduh Mama Tiara.
"Ck, jangan samakan pikiran saya sama kotornya dengan anda Ibu Tiara. Walau pun saat ini Lara sudah mendapatkan rumahnya kembali, tapi saya sama sekali tidak berniat untuk mengambilnya. Lagi pula, untuk apa saya merebut rumah Lara sedangkan saya masih bisa membeli rumah yang jauh lebih mewah dari rumah Lara saat ini!" Ucap Edgar tegas hingga meruntuhkan keyakinan Mama Tiara tentang niat buruk Edgar.
"Lara, aku rasa waktumu sudah habis untuk bertemu dengan mantan ibu tirimu. Sekarang ayo kita pulang." Ajak Edgar sebelum mendengar jawaban Mama Tiara tentang perkataannya tadi.
__ADS_1
Lara sebenarnya masih belum puas berbicara dengan Mama Tiara. Namun, melihat wajah Edgar yang sudah tak bersahabat membuatnya mengangguk mengiyakan perkataan Edgar.
"Kak Edgar, apa tidak bisa Mama Tiara diringankan saja hukumannya. Maksud Lara tidak perlu sampai dipenjara seperti ini. Kasihan Mama Tiara." Cicit Lara setelah masuk ke dalam mobil Edgar.
"Tidak bisa. Ibu tirimu belum sadar atas kesalahannya dan masih saja bersikap buruk kepadamu. Untuk sekarang, biarkan saja dia menjalani hukumannya di dalam penjara. Semoga saja dengan berjalannya waktu Ibu Tiara dapat menyadari kesalahannya dan bertaubat.
Lara terdiam. Kali ini ia tak dapat membantah perkataan Edgar karena apa yang Edgar katakan benar adanya. Di dalam hati Lara pun berharap jika suatu saat nanti Mama Tiara mau berubah dan menjalani hidup dengan lebih baik lagi.
**
Menyadari kemana Edgar membawanya pergi saat ini membuat Lara menoleh pada Edgar meminta penjelasan.
"Aku ingin mengunjungi mertuaku. Sudah cukup lama aku dan kau tidak lagi mengunjunginya." Ucap Edgar.
__ADS_1
"Apa maksud perkataan Kakak? Kenapa seolah Kakak berkata jika sebelumnya Kakak pernah mengunjungi makam Papa?" Tanya Lara.
"Ya, sebelumnya aku memang pernah mengunjungi makam ayah dan ibu mertuaku untuk meminta restu." Jawab Edgar seadanya.
"Apa?" Lara terkesiap. Merasa tak percaya dengan apa yang Edgar katakan.
"Sudahlah, jangan banyak berpikir. Lebih baik sekarang kita membeli bunga dan pergi ke makam kedua orang tuamu." Ajak Edgar.
Lara mengiyakannya kemudian turun dari dalam mobil. Setelahnya keduanya pun berjalan ke arah penjual bunga yang berada tidak terlalu jauh dari arah makam.
"Kak Edgar, terima kasih karena sudah baik pada Lara selama ini. Lara sungguh bersyukur mendapatkan suami sebaik Kakak." Ucap Lara tulus setelah selesai membeli bunga.
***
__ADS_1
Lanjuta cerita siapa ya bagusnya teman-teman?