Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
Menjaganya tanpa lelah


__ADS_3

Arkana dapat memahami jika istrinya sulit untuk mempercayai perkataannya dan Edgar setelah apa yang terjadi di antara mereka beberapa bulan belakangan ini. Tidak ada penjelasan dan ketegasan darinya membuat Emila salah paham berkepanjangan.


Untuk saat ini Arkana memilih menenangkan istrinya jika ia tidak akan mungkin mengambil baby twin. Dan perkataan Arkana diperkuat oleh Flower yang berjanji akan melindungi Baby twin dari siapa pun yang berniat jahat kepadanya.


Sedikitnya Emila merasa lega karena Flower mau menjamin keselamatan anak-anaknya.


"Aku tidak bisa menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya jika keadaan Emila masih lemah seperti ini." Ucap Arkana dalam hati. Arkana memilih menunggu menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi sampai esok hari saat Emila sudah mulai pulih setelah persalinan.


Di hari persalinannya pagi itu, Emila merasakan mendapatkan kasih sayang yang berlimpah dari suami dan ibunya. Suami dan ibunya setiap menemaninya di saat ia sedang berjuang melahirkan kedua buah hatinya. Emila tidak menyangka jika Arkana akan berada di sampingnya seperti tadi. Emila pikir ia akan tetap menjadi wanita yang paling menyedihkan melahirkan tanpa didampingi seorang suami.


Setelah beberapa jam berada di rumah sakit, Malik mengajak Flower untuk pulang karena mereka sudah terlalu lama meninggalkan Boy dan Baby di rumah. Edgar pun akhirnya turut berpamitan untuk melanjutkan seminar di siang hari di tempat yang berbeda.

__ADS_1


"Arkana, Mila, apa kalian sudah menyiapkan nama untuk anak-anak kalian?" Tanya Bu Asma sambil menggendong cucunya yang berjenis kelamin perempuan.


Emila menatap pada Arkana. Meminta pria itu menjawab pertanyaan dari ibunya. Yang ditatap pun memperlihatkan senyum lebar di wajah tampannya hingga menunjukkan deretan giginya yang tersusun rapi.


"Arshen dan Ashila." Jawab Arkana.


"Ashila cucu Nenek..." Bu Asma menatap cucu perempuannya penuh haru lalu bergantian menatap Arshen yang sedang tertidur di dalam box bayi.


"Ya, bukankah saat itu aku pernah berkata jika aku sudah mempersiapkan nama mereka?"


Emila diam. Ia merasa Arkana tidak pernah mengatakannya.

__ADS_1


Arkana menahan senyum dengan menipiskan bibir. Mudah sekali membuat istrinya itu bingung dengan perkataannya. Hubungan rumah tangga mereka yang kaku membuat keduanya jarang berbicara jika tidak membicarakan hal yang penting.


Hari itu Arkana benar-benar setia berada di samping istrinya. Ia tidak ingin meninggalkan Emila dan kedua bayinya sedetik pun walah hanya untuk membeli makanan untuknya. Arkana lebih memilih menyuruh seseorang untuk membelikan makanannya dengan memberikan tip yang cukup besar.


Waktu sudah beranjak malam. Emila dan kedua bayinya sudah nampak nyaman tertidur di ranjang dan box bayi. Arkana rasanya enggan menutup mata dan melewatkan waktu cukup lama tidak melihat ketiga orang yang ia sayangi.


"Ar, kenapa kau tidak tidur juga, Nak? Emila dan bayi-bayinya sudah tidur. Sebaiknya kau tidur saja. Jika ada apa-apa biar Mama yang membantu Mila." Ucap Bu Asma. Sejak Arkana tiba di rumah sakit Bu Asma belum melihat Arkana mengistirahatkan tubuhnya. Pria itu lebih banyak bekerja membantu istrinya menenangkan putra putri mereka yang sering menangis secara bersamaan.


"Ar tidak lelah, Ma." Jawab Arkana. Memang seperti itu yang ia rasakan saat ini. Melihat Emila dan kedua bayinya membuat rasa lelah Arkana hilang entah kemana.


Bu Asma menghembuskan napas. Tidak tahu lagi harus bagaimana meminta Arkana untuk istirahat. Sepertinya menantunya itu sangat antusias menjaga istri dan anak-anaknnya.

__ADS_1


***


__ADS_2