Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
Tawaran menginap


__ADS_3

Emila yang diminta berbicara lebih dulu pun mengatakan apa yang ingin ia tanyakan pada Arkana. "Kenapa kau menerima tawaran Mama untuk makan di sini? Apa kau sudah mendapatkan izin dari Lady untuk makan malam di luar?" Tanya Emila.


"Aku tidak perlu meminta izin kepadanya karena saat ini dia sedang tidak berada di rumah. Lady tidur di rumah orang tuanya malam ini." Jawab Arkana.


"Oh... seperti itu." Emila menganggukkan kepalanya tanda paham. "Lalu apa yang ingin kau katakan kepadaku?" Tanya Emila.


Arkana diam sambil mengingat kembali apa yang ingin ia katakan pada Emila. "Apa kau masih merasa mual dan muntah-muntah hari ini?" Tanya Arkana kemudian.


"Tidak. Aku tidak merasakannya. Hanya mudah mengantuk saja hingga aku keseringan tidur." Jawab Emila seadanya.


"Apa semua ibu hamil sama seperti dirimu? Mudah tidur dan mudah lelah?" Tanya Arkana.


Emila mengangkat kedua bahunya. "Entahlah, tapi sepertinya begitu." Jawabnya.


Suasana yang tadi terasa canggung mereka rasakan pun akhirnya hilang seiring dengan percakapan ringan di antara mereka.

__ADS_1


Saat sedang asik bercerita satu sama lain, Arkana dan Emila dikejutkan dengan hujan deras yang turun secara tiba-tiba.


"Loh kenapa bisa hujan? Perasaan tadi tidak mendung dan sangat panas." Komentar Emila.


"Cuaca saat ini tidak menentu. Bisa tiba-tiba hujan dan tiba-tiba panas." Jawab Arkana.


Emila menganggukkan kepalanya. "Tapi jika hujannya tak kunjung berhenti kemungkinan akan terjadi banjir di ujung jalan ini. Biasanya jika hujan seperti ini akan terjadi banjir di jalan itu." Ucap Emila.


"Semoga saja hujannya cepat berhenti. Ucap Arkana dan diangguki Emila sebagai jawaban.


"Nak Arkana..." Bu Asma yang sudah selesai dengan kegiatannya di dapur pun datang menghampiri anak dan menantunya.


Merasa namanya dipanggil membuat Arkana menoleh ke sumber suara.


"Mama, ada apa?" Tanya Arkana.

__ADS_1


"Bagaimana kalau malam ini kau tidur di sini saja? Melakukan perjalanan saat hujan deras seperti ini akan sangat berbahaya. Jalanan di sekitar sini biasanya banjir jika hujan deras seperti ini dan beberapa kali pengendara motor dan mobil terjatuh ke dalam parit karena paritnya tidak terlihat." Ucap Bu Asma.


"Saya setuju saja, Ma. Tapi bagaimana dengan Emila? Apa dia mengizinkan saya menginap di sini malam ini?" Arkana melemparkan pertanyaan pada Emila.


Mendengarkan perkataan Arkana tentu saja membuat Emila terbelalak karena suaminya itu dengan mudahnya melempar umpan kepadanya.


"Mila, izinkan Arkana menginap di sini, ya. Kalian kan suami istri. Tidak ada masalah jika tidur di kamar yang sama." Ucap Bu Asma lembut.


Emila semakin merasa tersudur mendengar perkataan ibunya. "Tapi Nona Lady nanti akan mencari keberadaan Arkana, Ma." Ucap Emila berharap Bu Aska mempertimbangkan perkataannya.


"Bukankah tadi sudah aku katakan jika Lady tidur di rumah orang tuanya? Dia tidak akan tahu jika aku tidur di luar malam ini." Ucap Arkana mematahkan perkataan Emila.


"Tapi..." Emila tak dapat berkata-kara terlebih kini Bu Asma menatap wajahnya dengan intens seolah memberi peringatan agar Emila menjaga perkataannya.


"Baiklah. Kau boleh tidur di sini malam ini. Tapi ingat kau harus menjaga jarak dariku!" Titah Emila.

__ADS_1


****


__ADS_2