
"Ya, kau harus mencari informasi jelasnya untukku!" Titah Arkana tegas.
Edgar mengiyakannya lalu panggilan telefon mereka pun terputus.
Arkana yang merasa marah sekaligus emosi dengan apa yang baru saja didengarnya melampiaskan kemarahannya dengan meninju meja kerjanya dengan gumpalan tangannya.
"Lady... aku pikir kau wanita setia selama ini tapi ternyata..." Arkana tak dapat melanjutkan perkataannya karena emosinya semakin memuncak mengingat perkataan Edgar tadi.
Edgar yang sudah berjanji mencari info lebih jelas tentang kehamilan Lady pun segera melakukan tugasnya dengan baik.
Sedangkan dua orang tersangka yang menjadi penyebab kemarahan Arkana nampak cemas memikirkan apa yang terjadi.
"Bagaimana ini? Aku benar-benar hamil dan anak ini adalah anakmu." Ucap Lady pada Dandy saat mereka sudah berada di dalam mobil.
"Apa kau berniat menggugurkan anak kita lagi?" Tanya Dandy dengan sengit.
Lady terdiam. Untuk kali ini rasanya ia sangat tidak tega jika harus melenyapkan buah hatinya kembali.
"Aku tidak mau." Ucap Lady lirih.
__ADS_1
Dandy mengusap wajah dengan sebelah tangannya yang bebas. "Lagi pula kenapa kau bisa ceroboh tidak meminum pil itu sebelum kita melakukannya?" Tanya Dandy merasa frustrasi.
"Tentu saja karena aku lupa. Lagi pula aku tidak tahu jika malam itu kau kembali menyentuhku setelah malam sebelumnya kita sudah melakukannya." Jawab Lady.
Dandy menghela nafas panjang. "Kalau sudah begini kita harus bagaimana? Aku tidak mau kau kembali membunuh anak kita." Ucap Dandy.
Lady menyandarkan punggungnya sambil memejamkan kedua kelopak matanya.
"Aku juga tidak mau melakukannya. Satu-satunya cara saat ini adalah meyakinkan Arkana jika anak ini adalah anak kandungnya." Jawab Lady.
"Tapi bagaimana caranya?" Tanya Dandy cepat.
Dandy mengiyakannya. Di dalam hatinya ia merasa lega karena Lady tidak berniat menggugurkan anak yang ada di dalam kandungannya.
Mobil milik Dandy terus melaju menuju sebuah tempat yang tak lain adalah rumah milik Dandy.
"Aku langsung pulang saja." Ucap Lady setelah mobil berhenti tepat di depan rumah Dandy.
Dandy mengiyakannya. "Ingat, kau harus menjaga anak kita dengan baik. Dia adalah buah hati kita dan ikatan cinta kita selama ini." Ucap Dandy.
__ADS_1
Lady mengiyakannya. Ia pun dengan rasa malas memberikan kecupan di pipi Dandy. Setelahnya Dandy pun keluar dari dalam mobil dan Lady mengambil alih duduk di kursi kemudi.
*
Edgar yang sudah mendapatkan informasi pasti tentang pemeriksaan kandungan Lady pun segera mengirimkan bukti-bukti yang ia dapat pada Arkana.
Tentu saja melihat bukti yang dikirimkan Edgar kepadanya membuat darah Arkana semakin mendidih.
"Kau benar-benar wanita mura-han!" Umpat Arkana untuk istrinya itu.
Edgar yang tidak ingin Arkana mengambil sikap gegabah setelah menerima bukti darinya pun memilih segera menyusul Arkana ke perusahaan milik Arkana.
Setibanya di perusahaan milik Arkana, Edgar pun langsung saja masuk ke dalam ruangan kerja Arkana. Beberapa saat Edgar di buat bingung karena tidak melihat kekacauan di ruangan kerja Arkana seperti apa yang ia perkirakan tadi.
"Untuk apa kau ke sini?" Tanya Arkana yang sedang berdiri di depan jendela tanpa menatap pada Edgar.
"Karena aku peduli padamu." Jawab Edgar sambil mendekat pada Arkana.
***
__ADS_1