Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
S2 - Lara Bukan Wanita Murahan!


__ADS_3

Mama Tiara dibuat geram melihat Edgar dan Lara duduk di sofa rumahnya tanpa dipersilahkan olehnya lebih dulu. Walau melihar wajah Edgar awalnya membuat Mama Tiara sedikit kagum melihat ketampanannya, namun itu tidak berselang lama setelah matanya melihat sosok Lara di dekat Edgar.


"Lara, ternyata rumahmu ini besar juga, ya. Sayang sekali kau tidak pernah menempati rumahmu lagi." Ucap Edgar lembut pada Lara.


Lara dibuat bungkam setelah mendengar perkataan Edgar. Seingatnya, ia bukan lagi bagian dari pemilik rumah itu mengingat pernyataan Mama Tiara setelah kepergian sang ayah yang menyatakan jika seluruh warisan ayahnya sudah diberikan pada Celine dan Mama Tiara.


"Jangan sembarangan berbicara anak muda. Rumah Lara yang mana yang anda maksud? Jelas rumah ini adalah rumah saya dan anak saya!" Mama Tiara melayangkan aksi protes.


Edgar tak menyahut. Ia hanya menyunggingkan senyum seraya menatap wajah Mama Tiara.


"Mamah!" Celine menatap tajam Mama Tiara agara bersikap baik pada Edgar.

__ADS_1


Mama Tiara yang sudah diluputi rasa emosi karena melihat wajah Lara tak memperdulikan peringatan yang diberikan oleh Celine.


Akhirnya, Mama Tiara dan Celine pun duduk berhadapan dengan Edgar dan Lara. Tatapan mata Mama Tiara masih nampak tak bersahabat menatap pada Lara yang sudah sangat tidak ia harapkan lagi kehadirannya.


"Sebenarnya ada tujuan apa anda datang ke sini? Dan kenapa anda membawa wanita murahan ini bersama anda?" Tanya Mama Tiara pada Edgar.


"Perkenalkan, nama saya Edgar." Mengulurkan tangan pada Mama Tiara. Setidaknya, Edgar masih memiliki rasa sopan untuk memperkenalkan diri lebih dulu pada Mama Tiara.


Edgar tersenyum miring lalu menarik uluran tangannya melihat reaksi Mama Tiara.


"Silahkan jawab pertanyaan saya!" Mama Tiara meninggikan suaranya karena Edgar belum menjawab pertanyaannya.

__ADS_1


Edgar berdehem lalu menatap wajah Lara yang sendu setelah mendengar kata murahan keluar dari mulut Mama Tiara. "Wanita murahan siapa yang anda maksud? Saya rasa wanita yang saya bawa saat ini bukan wanita murahan seperti perkataan anda. Atau... anda sendiri lah yang dimaksud wanita murahan?" Edgar berucap datar dan penuh penekanan.


Tatapan mata Mama Tiara semakin tak bersahabat pada Edgar. "Berani sekali anda berkata seperti itu pada saya? Apa yang saya katakan itu benar, wanita yang anda bawa saat ini adalah wanita murahan. Dia bekerja sebagai wanita penggoda di klub malam!"


"Apa yang dikatakan Mama benar, Dokter Edgar. Lara ini adalah wanita murahan." Sahut Celine agar membuka pemikiran Edgar tentang siapa Lara. "Tuan Edgar, sebenarnya apa tujuan anda datang ke sini? Dan kenapa bisa membawa wanita ini bersama anda?" Tanya Celine yang sejak tadi sudah sangat bingung ada hubungan apa di antara Lara dan Edgar. Dan bagaimana Edgar bisa mengenal Lara?


Edgar kembali mengarahkan pandangan pada Mama Tiara setelah mendengarkan pertanyaan dari Celine. "Lara bukan wanita murahan. Kalau pun dia bekerja di klub malam yang anda maksud, itu kan karena perbuatan anda yang sudah menjualnya pada Tuan Jacob!" Ucap Edgar sedikit keras.


Mama Tiara terkesiap. Kedua bola matanya melotot mendengar perkataan Edgar. Bagaimana Edgar bisa tahu jika dirinya menjual Lara pada Tuan Jacob. Pandangan Mama Tiara pun lantas beralih pada Lara. Ia menduga jika Lara-lah yang mengadu pada Edgar.


***

__ADS_1


__ADS_2