Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
S2 - Cara Membalas Kebaikanku


__ADS_3

Mama Tiara dan Celine dibuat tak dapat berkutik karena niat mereka yang ingin kabur diketahui oleh anak buah Malik yang ternyata sudah berjaga-jaga di sekitar rumah mereka setelah kepergian Malik dari rumah mereka. Mama Tiara sungguh tak menyangka jika Malik begitu cepat memerintahkan anak buahnya untuk mengerjakan pekerjaannya malam itu juga.


"Jangan berani kabur dari sini karena setiap sudut rumah ini sudah kami awasi!" Seru pria berbadan besar itu dengan tegas.


Mama Tiara dan Celine nampak gugup. Tubuh mereka pun bergetar memperlihatkan ketakutan mereka saat ini.


Pengawal pun segera menelefon seseorang untuk meminta seseorang yang berjaga di depan rumah untuk masuk ke dalam rumah. 


"Mereka sudah berniat untuk kabur!" Ucap pengawal tersebut pada salah satu pria yang baru saja masuk ke dalam rumah.


"Aku akan berjaga di dalam rumah." Jawab pria yang baru saja masuk ke dalam rumah tersebut.


Pengawal mengangguk kemudian pergi meninggalkan mereka setelah memastikan Mama Tiara dan Celine kembali masuk ke dalam kamar mereka.


"Sial, sial, sial, kenapa mereka bisa ada di sini!" Celine menghentakkan kedua kakinya di atas lantai sambil menggerutu. Otaknya terasa buntu. Berpikir keras bagaimana caranya bisa kabur dari rumah tersebut.

__ADS_1


Mama Tiara nampak sangat panik. Usahanya selama ini untuk menyingkirkan Lara ternyata tak semulus yang ia kira. Di saat ia baru beberapa bulan menguasai harta kekayaan Ayah Lara, kini ia sudah harus menerima kenyataan jika apa yang sudah ia rebut dari Lara harus ia kembalikan lagi pada wanita itu.


Di tengah kekalutan Mama Tiara dan Celine yang tidak bisa kabur dari rumah dan tak tahu harus berbuat apa, di tempat berbeda, Lara kini merasa haru karena usaha suaminya memperjuangkan haknya akhirnya membuahkan hasil.


Sepanjang perjalanan pulang ke apartemen tadi hingga akhirnya sampai di apartemen, Lara tak henti mengucapkan terima kasih pada Edgar yang sudah mau berjuang untuk dirinya.


"Sudahlah, aku sudah bosan mendengar ucapan terima kasihmu itu!" Ketus Edgar merasa malas mendengar ucapan Lara yang sama sekali tidak ia harapkan.


Lara melipat bibir. Merasa takut untuk mengatakannya kembali.


Kedua bola mata Lara kini terbalut cairan bening setelah mendengar perkataan Edgar yang terdengar sangat manis di telinganya. Lara merasa sangat haru, entah keberanian dari mana, wanita itu memeluk Edgar yang tengah duduk di sebelahnya.


"Terima kasih, Kak Edgar." Ucap Lara dengan tulus.


Deg

__ADS_1


Jantung Edgar berdegub sangat kencang merasakan pelukan Lara yang terasa hangat di tubuhnya. Tak ingin melewatkan kesempatan yang ada, Edgar pun membalas pelukan dari istrinya itu.


"Lara tidak tahu harus melakukan apa untuk membalas segala kebaikan Kak Edgar ini." Cicit Lara di dalam pelukan Edgar.


Senyuman smirk nampak tercetak samar di wajah Edgar. Pria itu menyusun rencana agar mendapat kesempatan dalam kesempitan seperti saat ini.


Lara pun melepaskan pelukannya karena tak mendapatkan jawaban dari Edgar. Jika Edgar merasa berdebar-debar karena dipeluk oleh Lara, maka Lara sebaliknya. Wanita itu tak menunjukkan reaksi apa-apa selain rasa haru yang masih menyelimuti hatinya.


"Kau bisa melakukan sesuatu untuk membalas segala kebaikanku ini." Ucap Edgar penuh maksud.


"Sesuatu, apa itu, Kak?" Tanya Lara bingung.


Edgar tak langsung menyahut. Ia mendekatkan bibir dengan kuping Lara lalu berbisik di sana. "Perlakukan aku layaknya suami pada umumnya. Dan lakukan tugasmu sebagai istri yang baik di atas ranjang." 


***

__ADS_1


__ADS_2