Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
Melupakan janji


__ADS_3

Lady yang tadinya berniat mencari Arkana di toko milik mertuanya pun kini sudah berada di dalam toko milik mertuanya. Pandangannya mengedar mencari sosok yang sejak tadi ia cari namun tak kunjung dilihatnya.


"Nona Lady?" Dessy yang kebetulan berada dekat dengan Lady melangkah mendekati Lady.


"Apa suamiku ada datang ke toko pagi ini?" Tanya Lady tanpa basa-basi pada Dessy.


Dessy menggelengkan kepalanya. "Sepertinya sejak tadi saya tidak ada melihat Tuan Arkana datang ke toko, Nona." Jawabnya apa adanya.


"Tidak ada?" Ulang Lady dan diangguki Dessy sebagai jawaban.


"Lalu mertuaku, apa dia ada datang ke toko pagi ini?" Tanya Lady lagi.


Dessy kembali menggeleng. "Bu Selvy sejak pagi belum ada datang ke toko, Nona." Ucapnya.

__ADS_1


Lady menghela nafas. Ternyata usahanya datang ke toko milik mertuanya untuk mencari Arkana berujung sia-sia. "Baiklah, terima kasih kalau begitu." Ucap Lady.


Dessy mengangguk mengiyakan ucapan Lady. Tak ingin terlalu lama berada di toko milik mertuanya karena tidak ada lagi yang ingin ia cari di sana, akhirnya Lady pun pergi meninggalkan toko.


"Sebenarnya Arkana pergi kemana? Dia tidak ada di perusahaan dan tidak ada juga di tempat Mama." Ucap Lady setelah berada di dalam mobil.


Tiba-tiba saja Lady teringat pada satu nama. "Apa saat ini Arkana sedang pergi ke rumah wanita itu?" Tanya Lady dengan tatapan yang berubah marah. Tidak ada lagi tempat yang ia curigai selain rumah Emila saat ini. "Jika benar begitu berarti Arkana tidak mengindahkan perkataanku tadi malam!" Ucap Lady merasa kesal sekaligus marah.


Lady pun mencoba menghubungi nomer ponsel Arkana namun Arkana tak kunjung mengangkat panggilan telefon darinya.


"Tidak mungkin aku bertanya pada wanita tadi dimana alamat Emila. Bisa-bisa dia curiga untuk apa aku menanyakan alamat Emila." Gumam Lady setelah tadi berpikir jika ia akan mempertanyakan alamat Emila pada Dessy.


Terlalu larut dalam pemikirannya tentang suaminya saat ini membuat Lady tidak sadar jika ia sudah melewatkan janjinya pada Dandy yang ingin bertemu pagi ini.

__ADS_1


Deringan dari ponselnya yang terdengar cukup keras menyadarkan Lady dari lamunannya dan segera mengangkat panggilan masuk ke ponselnya.


"Hallo, Lady. Dimana kau? Aku sudah menunggumu di ruangan sejak setengah jam yang lalu." Ucap Dandy di seberang telefon.


"Apa? Kau sudah menungguku sejak tadi?" Ulang Lady.


Dandy mengiyakannya. Lady pun meminta Dandy untuk menunggunya di sana dan ia segera melajukan mobilnya menuju tempat pertemuannya dan Dandy.


"Karena terlalu memikirkan Arkana aku jadi melupakan janjian pagi ini dengan Dandy!" Omel Lady pada dirinya sendiri sambil melajukan mobilnya menuju tempat janjian mereka bertemu.


Edgar yang tidak sengaja melihat mobil Lady melaju melewati mobilnya saat ia hendak pergi menuju rumah sakit pun mengurungkan niatnya pergi ke rumah sakit dan memilih mengikuti mobil Lady dari belakang.


"Aku rasa mengikuti gerak-geriknya saat ini lebih baik dari pada aku ke rumah sakit." Gumam Edgar. Lagi pula pagi ini tidak ada pasien yang harus ia tangani dan ia masih memiliki banyak waktu untuk mengikuti Lady.

__ADS_1


***


__ADS_2