Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
Sandiwara akan berakhir


__ADS_3

"Untuk apa? Tentu saja untuk bersilaturahmi. Sudah cukup lama aku tidak berkunjung ke sana dan malam ini aku ingin datang ke sana." Jawab Arkana.


"Tapi..." Lady harap-harap cemas. Tentu saja saat ini ia takut jika Arkana nanti mempertanyakan apakah benar selama ini ia menginap di rumah kedua orang tuanya atau tidak. Jika kedua orang tuanya menjawab jujur, maka tamatlah riwayat Lady nanti malam.


"Kenapa kau diam?" Tanya Arkana. Ia sudah tahu apa yang dirasakan istrinya itu saat ini dan masih berusaha memancing istrinya untuk menjawab.


"Tidak apa-apa. Aku hanya lelah saja." Jawab Lady berdusta.


Arkana menganggukkan kepalanya seolah percaya. Tidak ada lagi percakapan di antara mereka hingga akhirnya mobil milik Arkana tiba di depan toko milik Lady.


"Mendekatlah." Pinta Arkana sambil merentangkan kedua tangannya.


Lady yang merasa senang melihat pergerakan Arkana saat ini pun langsung saja masuk ke dalam pelukan Arkana.


"Ingat, jangan bekerja terlalu keras. Kau bisa istirahat jika tubuhmu sudah merasa lelah." Ucap Arkana lembut sambil memeluk tubuh istrinya.

__ADS_1


Lady tersenyum lebar mendengarnya. Ia pun mengangguk mengiyakan perkataan Arkana. "Baik, Sayang." Jawabnya.


Arkana pun menunduk lalu mencium perut Lady. "Baik-baik di dalam perut Mommy anak Daddy. Jangan rewel dan membuat Mommymu kesusahan." Ucap Arkana lembut.


Lady merasa haru mendengarnya. Pemikirannya tentang Arkana yang tidak senang dengan kehamilannya pun sirna begitu saja dengan sikap manis yang Arkana tunjukkan saat ini.


Arkana yang masih ingin bersandiwara pun mengantarkan Lady masuk ke dalam toko kue miliknya sampai ke dalam ruangan kerjanya. Lady yang mendapatkan perhatian dari Arkana tentu saja dibuat semakin senang dan merasa di atas awan.


"Kalau begitu aku pamit kembali ke perusahaan. Kabari aku jika kau membutuhkan aku." Ucap Arkana lembut.


Lady mengiyakannya dan melepaskan kepergian Arkana dengan senyuman terkembang di wajah cantiknya.


"Arkana... kau memang pria yang baik dan selalu sayang kepadaku." Ucap Lady setelah kepergian Arkana.


Arkana yang kini sudah berada di dalam mobilnya pun menghembuskan nafas kasar di udara. Rasanya ia sudah lelah bersandiwara dan nanti malam sudah ingin menuntaskan permasalahan di antara dirinya dan Lady.

__ADS_1


"Lady, kau tahu selama ini aku begitu mencintaimu. Tapi kau sangat tega menduakan aku. Maafkan aku Lady, untuk saat ini tidak ada kata maaf untukmu. Aku akan memaafkan segala kesalahanmu namun tidak dengan perselingkuhan." Gumam Arkana.


Setelah berhasil mengontrol dirinya agar tidak lagi tersulut emosi mengingat sikap buruk istrinya, Arkana pun melajukan mobilnya menuju perusahaan.


Di saat ia sudah tiba di dalam ruangan kerjanya, senyuman Edgar menyambut kedatangannya.


"Bagaimana hasil pemeriksaan anak Lady dan selingkuhannya hari ini? Apa semuanya baik-baik saja?" Tanya Edgar berniat menggoda Arkana.


"Sialan, diamlah atau ku jahit mulutmu!" Ketus Arkana.


Edgar tertawa mendengarnya. "Santailah brother. Sekarang ayo duduk dulu." Ajak Edgar.


Arkana mengiyakannya lalu duduk di sofa yang ada di dalam ruangan kerjanya.


"Ini, aku sudah merapikan bukti yang kau butuhkan untuk dibawa nanti malam. Aku harap semuanya berjalan dengan lancar dan kau bisa berpisah dengan Lady dengan cara baik-baik." Ucap Edgar sambil menyerahkan amplop bewarna coklat pada Arkana.

__ADS_1


***


__ADS_2