Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
Harusnya aku yang marah!


__ADS_3

Malam sudah semakin larut namun Arkana tak kunjung kembali ke dalam kamarnya. Lady yang sudah sejak tadi menunggu Arkana masuk ke dalam kamar dibuat bingung kenapa suaminya itu tak kunjung kembali.


"Kenapa dia tidak kunjung kembali dan membujukku untuk tidak marah kepadanya? Harusnya saat ini akulah yang marah dan bersikap acuh kepadanya bukannya dia." Gumam Lady. Sejak ia keluar dari dalam kamar mandi hingga saat ini ia tidak lagi melihat keberadaan suaminya itu di dalam kamar.


Lady yang merasa sangat penasaran kemana perginya suaminya pun keluar dari dalam kamar dan mencari keberadaan suaminya. Tujuannya kini hanya satu yaitu ruangan kerja suaminya. Dibukanya pintu ruangan kerja Arkana lalu ia segera masuk ke dalam ruangan kerja Arkana.


Lady seketika menghembuskan nafas kasar di udara saat melihat Arkana tengah tertidur dengan posisi duduk di kursi kerjanya.


"Bagaimana bisa dia fokus bekerja bahkan kini sedang tertidur di saat ada masalah seperti saat ini?!" Gerutu Lady. Ia sungguh dibuat sebal dengan suaminya itu yang terlihat baik-baik saja setelah kejadian beberapa jam lalu.


Tak ingin mengganggu tidur Arkana karena hanya akan membuatnya bertambah sebal saja, akhirnya Lady pun memilih keluar dari dalam ruangan kerja Arkana.

__ADS_1


Arkana yang sebenarnya tidak tidur pun membuka kedua kelopak matanya setelah mendengar pintu tertutup dari luar.


"Maaf, saat ini sepertinya kita tidak perlu berdekatan dulu sampai aku bisa memastikan jika di antara kau dan pria itu tidak ada hubungan apa-apa." Gumam Arkana.


*


Saat mentari pagi sudah naik ke peraduaannya dan sudah terang menyinari bumi, Lady yang baru terjaga dari tidurnya tak melihat keberadaan Arkana di sebelah ranjangnya.


"Dia tidak kembali?" Gumam Lady sambil bangkit dari pembaringannya. Dilihatnya jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi.


Lady berdecak sebal. Sudah dapat ia pastikan jika saat ini Arkana sudah berangkat ke perusahaannya tanpa berpamitan dengannya lebih dulu.

__ADS_1


"Arkana ini bagaimana? Bagaimana bisa dia pergi begitu saja tanpa berpamitan padaku lebih dulu? Apa dia tidak sadar jika saat ini kami sedang dalam masalah besar karena dia sudah menduakan aku!" Gerutu Lady. Ia benar-benar sebal dengan sikap suaminya itu.


Karena tidak dapat menahan kekesalannya, Lady pun segera kembali ke dalam kamarnya dan bersiap-siap untuk menyusul Arkana ke perusahaannya.


Namun saat ia sudah berada di perusahaan Arkana, Lady mendapatkan informasi dari resepsionis jika Arkana belum datang ke perusahaannya sejak tadi.


"Kemana Arkana pergi? Apa mungkin dia pergi ke toko Mama?" Tanya Lady. Tak ingin berpikir sendiri, Lady pun segera melangkahkan kaki meninggalkan perusahaan Arkana.


Sedangkan Arkana yang saat ini sedang berada di apartemen milik Edgar nampak berdiskusi dengan Edgar membahas permasalahannya saat ini.


"Kan aku sudah bilang jika kau bersikap biasa saja kepadanya. Jika kau bersikap seperti ini bisa-bisa dia curiga ada apa denganmu!" Ketus Edgar pada Arkana.

__ADS_1


Arkana menghembuskan nafas kasar di udara. "Aku tidak bisa bersikap biasa saja. Aku ingin cepat memastikan apakah istriku bermain api di belakangku atau tidak." Jawab Arkana.


***


__ADS_2