Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
Mengunjungi rumah mertua


__ADS_3

Malam harinya.


Arkana dan Lady kini sudah berada di dalam perjalanan menuju rumah kedua orang tua Lady. Selama berada di dalam perjalanan menuju rumah kedua orang tuanya, Lady nampak tidak tenang dan gelisah karena takut kedua orang tuanya akan membocorkan rahasianya selama ini.


Arkana yang dapat melihat gerak-gerik istrinya yang terlihat gelisah pun hanya diam seolah tidak melihat apa-apa.


Setelah melakukan perjalanan lebih kurang tiga puluh menit, akhirnya mobil milik Arkana pun sampai di rumah kedua orang tua Lady.


"Ayo turun." Ajak Arkana pada Lady.


Lady mengiyakannya lalu turun dengan hati-hati dari dalam mobil tanpa dibantu oleh Arkana.


Mama Miranda yang mendengar suara mobil berhenti di depan rumahnya pun segera keluar menyambut anak dan menantunya.


"Arkana, Lady, kalian sudah sampai." Senyuman manis terkembang di wajah Mama Miranda.


"Mana." Arkana mengulurkan tangan menyalimi mertuanya. Lady pun ikut menyalimi Mama Miranda setelah Arkana.

__ADS_1


"Ayo masuk dulu." Ajak Mama Miranda.


Arkana dan Lady mengiyakannya lalu mereka pun masuk ke dalam rumah.


Setelah berada di ruang tengah rumah kedua orang tua Lady, mereka kembali disambut oleh Papa Alan yang baru saja turun dari kamarnya.


"Kalian sudah datang." Tak berbeda dengan Mama Miranda, Papa Alan pun turut melebarkan senyum melihat kedatangan anak dan menantunya itu.


Arkana pun menyalimi Papa Alan diikuti Lady setelahnya. Tidak banyak percakapan di antara mereka setelah masuk ke dalam rumah karena Papa Alan langsung saja mengajak anak dan menantunya itu untuk makan malam bersama.


Lady yang merasa gelisah sejak tadi pun nampak tidak selera menghabiskan masakan Mama Miranda.


"Lady menyukainya, Ma." Jawab Lady.


"Jika kau menyukainya lalu kenapa kau tidak menghabiskan makananmu?" Tanya Mama Miranda lagi.


"Ya, Lady akan menghabiskannya." Jawab Lady lalu memaksakan makanan itu masuk ke dalam mulutnya.

__ADS_1


Arkana yang melihat gerak-gerik istrinya memilih hanya diam saja sambil terus menyuapkan makanan ke dalam mulutnya hingga tak tersisa.


Tiga puluh menit berlalu, makan malam pun selesai dan mereka kini sudah berpindah tempat menuju ruang tengah.


"Sudah lama sekali rasanya kau tidak datang ke sini, Ar." Ucap Papa Alan seraya tersenyum pada Arkana.


Arkana yang mendengarkannya pun merasa sungkan. "Maafkan saya, Pa. Karena terlalu sibuk bekerja saya jadi jarang mengunjungi Mama dan Papa." Jawab Arkana tanpa memberikan alasan lain seperti Lady yang selalu menolak jika dirinya ingin mengantarkannya tidur di rumah kedua orang tuanya.


"Ya, ya. Papa mengerti. Pria pembisnis seperti dirimu pasti sangat sibuk." Jawab Papa Alan.


Arkana tersenyum saja. Di dalam hatinya kini ia sedang menyusun kata-kata untuk memulai percakapan serius di antara mereka.


"Ehm." Arkana berdehem cukup keras hingga membuat perhatian semua orang kini tertuju kepadanya.


"Mama, Papa, ada sesuatu hal yang ingin saya katakan malam ini pada kalian." Ucap Arkana dengan wajah serius.


"Apa itu, Ar?" Tanya Papa Alan. Ia berpikir jika Arkana ingin mengatakan tentang bisnis yang sedang dijalaninya saat ini.

__ADS_1


"Sebelumnya maafkan saya jika perkataan saya nanti akan membuat Mama dan Papa terkejut atau bahkan kecewa kepada saya." Ucap Arkana hati-hati sambil menatap kedua wajah mertuanya secara bergantian.


***


__ADS_2