
"Kak Edgar mau apa?" Lara menahan wajah Edgar yang sudah sangat dekat dengannya dengan telapak tangannya.
Pergerakan Lara pun lantas saja membuat Edgar sebal hingga menghempaskan tangan Lara yang sedang menutupi wajahnya.
"Kenapa kau memegang wajahku seperti itu sih!" Rutuk Edgar.
"Karena Kakak dekat-dekat dengan Lara. Lara kan jadi grogi." Sahutnya.
Edgar kembali mendengus. Niatnya yang ingin mencium Lara hilang sudah berganti dengan kekesalan karena istrinya itu menahan wajahnya.
"Sudahlah, Kak. Jangan marah-marah." Lara mengusap lengan Edgar sambil memasang wajah polosnya. "Sekarang ayo kita mandi di kamar mandi, Kak. Kalau Kak Edgar mau, Lara bisa membantu memandikan Kakak." Tawar Lara. Walau kemarin sempat mendapatkan penolakan dari Edgar, namun Lara tetap menawarkannya.
"Aku mau." Sekarang ayo kita ke kamar mandi!"
Lara mengangguk semangat. Jika kalian pikir Edgar lah yang menarik tangan Lara menuju kamar mandi, maka jawabannya salah karena Lara lah yang ternyata menarik tangan Edgar menuju kamar mandi.
"Tunggu dulu!" Lara menghentikan langkah saat hendak membuka pintu kamar mandi. Ia tersadar jika saat ini Edgar masih memakai celana dan belum melepaskannya.
"Kak Edgar belum melepas celananya. Bagaimana Lara bisa membantu Kakak mandi dengan benar jika seperti ini."
__ADS_1
"Kau sih membantunya setengah-setengah. Kenapa tidak sekalian membantu membuka celanaku juga tadi!" Gerutu Edgar.
"Lara kan malu, Kak." Cicit Lara sambil tersenyum.
Edgar mendengus. Kemudian tanpa malu menanggalkan celananya di depan Lara hingga membuat Lara menutup wajah dengan kedua telapak tangannya.
Melihat sikap istrinya itu membuat Edgar menggelengkan kepala. "Malu-malu mau memang begini, ya?" Gerutunya lalu mengambil alih menarik tangan Lara masuk ke dalam kamar mandi.
**
Edgar dan Lara kini sudah duduk berhadapan dengan posisi tangan Lara mengusap bagian dada Edgar menggunakan sabun.
Edgar hanya menatap tingkah istrinya itu dengan wajah datar. Ia kemudian mengarahkan tangan Lara menuju bagian tubuhnya yang belum digosok.
"Gosok depan sudah, sekarang tinggal bagian belakang. Sekarang ayo Kak Edgar berbalik karna Lara mau gosok punggungnya."
Bak kerbau yang dicucuk hidungnya, Edgar menurut saja perintah dari istrinya itu. Ia membalikkan tubuh agar Lara dapat menggosok bagian punggungnya.
"Gosok punggungku dengan bersih. Jika tersisa sedikit cela yang tidak kau gosok, maka kau akan tahu hukumannya!" Perintah Edgar.
__ADS_1
"Baik Tuan suami." Lara mengangguk patuh walau Edgar tak dapat melihat anggukan di kepalanya.
Ia segera menggosok punggung Edgar dari bagian atas hingga bawah. Tak sedikit pun ia menyisakan cela agar sang tuan suami tak marah.
"Bagian sini!" Edgar menepuk bagian pundaknya agar digosok oleh Lara.
"Tapi itu sudah, Kak." Protes Lara.
"Aku bilang gosok, ya gosok saja."
"Ya deh." Lara kembali patuh menggosok bagian apa saja yang Edgar minta.
Hingga akhirnya acara gosok menggosok punggung selesai, Edgar berbali hingga dapat menatap wajah Lara.
"Emh, sepertinya Lara sudah selesai membantu Kak Edgar menggosok tubuh bagian atas. Kalau begitu Lara keluar dulu, ya." Lara tersenyum kaku. Walau ia ingat dengan jelas tugasnya menggosok bagian tubuh bawah Edgar juga, namun Lara merasa urung sebab ia sangat malu melakukannya.
"Sudah bagaimana? Kau bahkan belum menggosok bagian paha, lutut, betis, kedua mata kaki, jari-jariku dan anuhku!" Protes Edgar.
***
__ADS_1