
Emila pun memilih mengabaikan panggilan video dari Arkana karena menurutnya Arkana saat ini hanya salah menekan panggilan dengannya. Lagi pula tidak mungkin Arkana mau melakukan panggilan video di saat ia sedang bersama istri pertamanya bukan? Agh, Mila yakin Arkana hanya salah tekan saja.
Sedangkan Arkana yang sudah menunggu panggilan videonya terhubung dengan Emila berdecak sebal karena pada akhir deringan Emila tak kunjung mengangkat panggilan darinya.
"Sial sekali! Berani sekali dia mengabaikan panggilan dariku!" Gerutu Arkana. Sesaat kemudian Arkana pun tersadar jika saat ini sudah malam dan sudah waktunya Emila untuk tidur.
"Sepertinya dia sudah tidur sehingga tidak mengangkat panggilan telefon dariku." Ucap Arkana kemudian mencoba berpikiran positif.
*
Keesokan harinya, Arkana mendapatkan kabar dari Edgar jika pemasangan CCTV tersembunyi di ruangan Lady bisa dilakukan nanti malam setelah toko kue milik Lady tutup. Arkana pun langsung menyetujuinya dan mereka mengatur rencana bagaimana caranya agar Lady tidak mengetahui rencana mereka tersebut.
Dengan mengandalkan kemampuan mereka masing-masing akhirnya Arkana dan Edgar berhasil menemukan cara agar pergerakan mereka nanti malam tidak diketahui oleh Lady atau pun Edgar.
"Pastikan semua berjalan dengan lancar. Kabari aku jika orang suruhanmu sudah melakukan tugas mereka dengan baik." Ucap Arkana pada Edgar sebelum mereka berpisah di parkiran rumah sakit tempat Edgar bekerja.
__ADS_1
"Baiklah. Tapi kau harus ingat pesanku agar bersikap sewajarnya dengan Lady. Kau harus bisa mengendalikan dirimu agar Lady tidak menaruh rasa curiga kepadamu." Pesan Edgar.
Arkana menghela nafas. Ia meyakinkan dirinya jika sebisa mungkin nanti ia tidak akan bersikap cuek kepada Lady agar istri pertamanya itu tidak menaruh rasa curiga kepadanya.
"Apa kau mendengar perkataanku?" Tanya Edgar lagi karena Arkana hanya diam saja.
"Ya. Aku mendengarnya." Jawab Arkana malas.
"Baiklah. Sekarang kau pulanglah." Usir Edgar.
Arkana berdecak sebal. Ia pun segera masuk ke dalam mobilnya dan melajukannya menuju rumahnya berada.
*
Arkana kini sudah tiba di rumahnya. Berbeda dari biasanya, kini Lady nampak sudah pulang lebih dulu darinya dan sedang menunggunya pulang di ruang tengah rumah mereka.
__ADS_1
"Kau sudah pulang, Sayang?" Tanya Lady sambil bergelayut manja di lengan Arkana.
"Sudah. Kau sudah lama pulang?" Arkana berusaha bersikap romantis dengan mengusap kepala istrinya.
Lady tentu saja merasa senang dengan sikap manis yang Arkana tunjukkan kepadanya saat ini.
"Sudah cukup lama. Aku bahkan sudah mandi saat ini." Jawab Lady manja lalu menyandarkan kepalanya di lengan Arkana.
Arkana rasanya merasa muak dengan sikap manja istrinya saat ini namun ia berusaha untuk tidak menunjukkan rasa tidak sukanya pada Lady.
"Seperti biasa kau sangat wangi dan aku menjadi candu mencium aroma tubuhmu." Ucap Arkana bersikap menggoda istrinya.
"Kau bisa saja. Tapi sayang sekali aku sedang datang bulan hari ini sehingga kita tidak bisa bercinta sesuai jadwal." Keluh Lady di akhir perkataannya.
"Tidak masalah. Kita bisa tidur sambil berpelukan saja bukan?" Tanya Arkana.
__ADS_1
"Kau benar. Aku sudah sangat merindukan pelukan hangat darimu, Sayang." Lady bersikap semanis dan semanja mungkin agar mendapatkan perhatian dari Arkana.
***