
"Tadi pagi kau kemana?" Tanya Lady saat Arkana baru saja masuk ke dalam kamarnya setelah pulang bekerja.
"Kemana bagaimana? Tentu saja aku pergi ke perusahaan untuk bekerja." Jawab Arkana.
Lady menatap datar wajah suaminya. "Jangan berbohong. Jelas-jelas tadi pagi aku tidak melihatmu di perusahaan." Ucap Lady ketus.
Arkana diam. Ia mencoba mencerna maksud perkataan istrinya tersebut. "Oh itu. Tadi pagi sebelum ke perusahaan aku pergi ke apartemen Edgar lebih dulu. Mungkin kau datang di saat aku masih berada di apartemen Edgar." Jawab Arkana.
"Benarkah begitu? Kau benar pergi ke apartemen Edgar dan bukan ke rumah istri keduamu?" Tanya Lady.
__ADS_1
Arkana menghela nafas panjang. Istrinya itu mudah sekali menuduhnya dan tuduhannya itu sialnya adalah benar. "Aku tidak mau menjawabnya. Kalau kau tidak percaya kau bisa bertanya pada Edgar." Jawab Arkana kemudian.
Lady mengamati ekspresi suaminya. Tidak ada raut wajah kebohongan di sana. Lady dapat melihat jika Arkana jujur kepadanya. "Kau harus ingat dengan janjimu. Kau tidak boleh tinggal bersama wanita itu sampai kalian bercerai!" Tekan Lady. Walau sudah cukup tenang suaminya tidak pergi ke rumah Emila, namun tetap saja Lady merasakan rasa cemas yang lain.
"Aku tidak akan lupa. Tapi kau juga harus ingat jika Emila adalah istriku dan dia adalah tanggung jawabku." Arkana balik menekan perkataannya yang berhasil membuat Lady terdiam.
"Sudahlah, baru pulang bekerja kau sudah mengajakku berdebat. Aku ini lelah. Walau aku salah tapi kau juga harus bisa menempatkan posisimu dan posisiku saat ini." Ucap Arkana. Entah mengapa saat ini ia merasa tidak takut menyakiti hati istrinya itu. Apa karena sedikit banyaknya ia sudah mendapat bukti jika istrinya bermain api di belakangnya? Entahlah. Arkana juga tidak tahu untuk itu.
"Sial! Kenapa Arkana terlihat tidak takut kehilanganku atau merasa bersalah kepadaku? Dia justru terlihat menantangku saat ini!" Gerutu Lady sambil menatap kepergian Arkana.
__ADS_1
Arkana yang baru saja masuk ke dalam kamar mandi teringat dengan perkataan dan ekspresi istrinya kemarin malam. "Jika dilihat dan dicerna Lady memang tidak memperlihatkan ekspresi terluka yang mendalam atas apa yang sudah aku lakukan kepadanya. Apa itu semua karena dia sudah memiliki pria lain di belakangku?" Arkana jadi berpikir dan menebak sendiri ada apa dengan istrinya itu.
Jika kemarin ia sangat takut Lady akan kecewa dan marah kepadanya, kini justru sebaliknya. Arkana justru tidak takut dan merasa bingung dengan sikap istrinya itu.
"Sepertinya aku harus menanyakan Edgar kembali apa sudah ada perkembangan informasi tentang istriku." Gumam Arkana.
Setelah selesai mandi dan membersihkan tubuhnya, Arkana langsung saja mengirimkan pesan pada Edgar yang berisi pertanyaan apakah Edgar sudah mendapatkan bukti baru tentang kedekatan istrinya dan Dandy atau belum.
Dan betapa terkejutnya Arkana saat Edgar membalas jika ia sudah mendapatkan bukti baru tentang kedekatan Lady dan Dandy diikuti lampiran video yang memperlihatkan kedekatan Lady dan Dandy tadi pagi.
__ADS_1
"Untuk apa Lady datang ke rumah itu dan menjemput pria itu di sana?" Gumam Arkana bertanya-tanya. Arkana terus menonton video itu hingga akhirnya berhenti saat mobil Edgar melaju mengikuti mobil mereka dari belakang.
***