Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
S2 - Berguru Dengan Flower


__ADS_3

Lara terkesiap mendengar Flower yang ingin mengajaknya berjalan-jalan. "Kak Flower mau mengajak Lara jalan-jalan?" Ulang Lara dengan kedua mata berbinar.


Flower mengangguk seraya tersenyum mengiyakannya.


"Wah, Lara senang sekali diajak jalan-jalan!" Serunya girang.


Flower kembali tersenyum.


Di tengah kesenangannya, Lara pun teringat akan sesuatu. "Tapi Lara harus meminta izin pada Kak Edgar dulu kalau mau jalan-jalan." Ucap Lara.


"Aku sudah meminta izin pada Edgar untuk membawamu tadi. Bahkan Edgar yang memberitahu jadwal pulang kuliahmu hari ini." Beri tahu Flower.


"Begitu ya, Kak." Lara mengangguk-anggukkan kepalanya. "Tapi Lara tetap mau menelefon Kak Edgar dulu, ya. Lara takut Kak Edgar menunggu Lara mengabarinya lebih dulu sebelum pergi."


"Baiklah, Telfonlah Edgar." Jawab Flower.


Lara mengiyakannya. Kemudian melakukan panggilan telefon pada Edgar. Tak membutuhkan waktu lama, panggilan telefon pun terhubung dengan Edgar. Lara langsung saja mengatakan tujuannya yang ingin pergi dengan Flower dan langsung diizinkan oleh Edgar yang memang sudah mengizinkannya lebih dulu sebelum Lara meminta izin.

__ADS_1


"Sudah," ucap Lara setelah mematikan panggilan telfon dengan Edgar. Pandangan Lara pun beralih pada Sherly yang masih berdiri di dekatnya.


"Lara, kalau begitu aku pamit pulang dulu, ya. Selamat bersenang-senang dengan Nona Flower, ya." Ucap Sherly.


Lara menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. "Terima kasih, Sherly. Hati-hati di jalan." 


Sherly mengiyakannya kemudian beralih berpamitan pada Flower untuk pergi.


"Ayo," ajak Flower setelah Sherly pergi meninggalkan mereka. Setelah mendapatkan anggukan dari Lara, Flower pun melangkah ke arah mobilnya berada diikuti oleh Lara di sampingnya.


"Anak-anak Kak Flower menunggu di dalam mobil, ya?" Tanya Lara.


Lara mengangguk saja. Tak membutuhkan waktu lama, keduanya pun telah sampai di parkiran mobil Flower berada.


"Mommy, Mommy!" Suara Baby terdengar melengking saat melihat kedatangan sang mommy.


Flower tersenyum pada gadis kecilnya itu. Pandangannya pun beralih pada Lara. Meminta Lara untuk masuk ke dalam mobil kemudian ikut masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


Lara yang kini sudah duduk di kursi samping kemudi tersenyum pada Baby dan Boy yang tengah duduk di kursi belakang. "Hay, cantik. Hay, tampan." Sapanya pada keduanya.


"Hay, Tante." Baby melambaikan tangannya sementara Boy yang masih sangat kecil hanya tertawa-tawa.


Mobil milik Flower akhirnya melaju meninggalkan kampus dengan dikendarai oleh Flower sendiri. Selama berada dalam perjalanan menuju sebuah mall yang menjadi tujuan mereka saat ini, Flower dan Lara saling bercerita tentang apa yang terjadi pada Mama Tiara dan Celine pagi ini.


"Itu lah akibat yang harus mereka terima karena sudah berbuat jahat kepadamu, Lara." Ucap Flower dengan wajah senang setelah menceritakan nasib Mama Tiara saat ini.


Lara tersenyum kaku. Jujur saja ia masih merasa iba dengan nasib ibu dan kakak tirinya walau masih mengingat dengan jelas setiap kejahatan yang sudah mereka lakukan selama ini kepadanya.


Di tengah pembicaraannya dan Flower, Lara tiba-tiba saja teringat akan permintaan Edgar tadi malam kepadanya. Lara pun lantas saja menceritakannya pada Flower.


Mendengar cerita dan kepolosan Lara lantas saja membuat Flower tertawa terbahak-bahak. "Astaga, Lara... maksud suamimu itu bukan seperti itu." Flower menggelengkan kepala dengan tawa yang masih terlihat jelas di wajah cantiknya.


"Lalu seperti apa Kak menjadi istri yang baik di atas ranjang?" Cicit Lara bingung.


"Aku akan menjelaskannya nanti. Sepertinya kau perlu berguru denganku." Ucap Flower dengan seringaian tipis yang tercetak di sebelah sudut bibirnya.

__ADS_1


***


Jangan lupa follow instagram @shy1210 ya untuk seputar info karya❤️


__ADS_2