
"Berguru dengan Kak Flower?" Wajah Lara nampak bingung. Tidak mengerti pelajaran apa yang harus ia pelajari dengan Flower.
"Kau akan mengerti setelah aku menjelaskannya nanti, Lara." Jawab Flower.
Lara memilih mengangguk saja. Kemudian pembicaraan mereka pun beralih ke topik lain dan tentu saja topik tersebut adalah kasus yang tengah menjerat Mama Tiara saat ini.
Setelah melakukan perjalanan hampir empat puluh menit lamanya, mobil milik Flower akhirnya menepi memasuki sebuah mall yang cukup terkenal di kotanya.
"Kita mau makan di sini, Kak?" Tanya Lara.
Flower mengiyakannya. "Sekalian setelah makan aku mau mengajak anak-anak bermain."
Lara menganggukkan kepalanya tanda mengerti maksud perkataan Flower.
Setelah memarkirkan mobil di besement mall, Flower, Lara dan yang lainnya pun akhirnya keluar dari dalam mobil dan menuju arah lift yang akan mengantarkan mereka masuk ke dalam mall.
"Mommy, Mommy!" Si kecil Boy bersorak girang saat stroller yang membawa tubuhnya masuk ke dalam lift.
__ADS_1
"Iya sayang. Jadi anak baik ya hari ini." Flower mengusap kepala Boy dengan sayang.
"Ehe..." si kecil Boy tertawa-tawa.
Ekspresi Boy yang terlihat sangat menggemaskan saat ini membuat Lara merasa gemas ingin mencubit kedua pipinya.
"Lara, apa kau senang dengan anak kecil?" Tanya Flower yang sejak tadi memperhatikan Lara terus menatap pada Boy.
"Senang, Kak. Lara sangat senang dan ingin menggigitnya."
"Hey, tapi jangan menggigit anakku, ya!" Kelakar Flower.
"Oh ya, Lara, kalau kau memang senang dengan anak kecil, apa saat ini kau sudah berniat memiliki anak kecil yang lahir dari rahimmu sendiri?" Tanya Flower.
Kerutan halus tercetak jelas di dahi Lara mendengar pertanyaan Flower. "Tapi bagaimana caranya Lara bisa memiliki anak kecil, Kak? Lara kan belum pernah membuatnya?" Tanya Lara bingung.
"Maka dari itu..." Flower mendekatkan bibir ke kuping Lara. "Kau harus belajar denganku untuk memuaskan Edgar di atas ranjang. Karena dengan cara itu kau bisa berhasil membuat seorang anak kecil." Bisik Flower.
__ADS_1
Kedua mata Lara membola sempurna mendengar perkataan Flower. Ia pun menatap Flower dengan mata berkedip-kedip. Walau dirinya masih terbilang sangat polos, namun Lara masih mengerti arah pembicaraan Flower mengingat ia sudah mempelajari pelajaran reproduksi.
Pembicaraan Lara dan Flower pun terhenti saat pintu lift sudah terbuka. Flower segera membantu suster mendorong stroller Boy sedangkan Lara memilih memegang tangan Baby keluar dari dalam lift.
"Baby bisa jalan sendili, Tante." Ucap Baby sambil menatap tangannya yang kini dipegang oleh Lara. Nampaknya gadis kecil itu tidak suka tangannya dipegang saat berjalan.
Mengerti dengan maksud permintaan Baby, Lara pun melepas pegangan tangannya. Baru saja tangannya terlepas, Baby sudah berlari hingga membuat susternya ikut berlari mengejarnya.
"Anak itu memang seperti itu." Ucap Flower pada Lara.
Lara mengangguk seraya menyematkan senyum. Keduanya pun terus melangkah hingga akhirnya masuk ke dalam restoran yang akan menjadi tempat makan siang mereka.
"Baby mau ayam goleng saja, Mommy!" Pinta Baby sambil menunjuk gambar ayam di buku menu.
Flower mengangguk saja kemudian menyebutkan menu pesanannya pada pelayan. Lara pun ikut menyebutkan menu pesanannya.
"Jadi pelajaran apa yang harus Lara pelajari dengan Kakak?" Tanya Lara setelah pelayan pergi meninggalkan mereka. Nampaknya Lara sudah sangat tidak sabar mendengar penjelasan dari Flower.
__ADS_1
Kedua orang suster Baby dan Boy pun saling melempar senyum karena sebentar lagi mereka akan mendengarkan pelajaran yang menarik dari Flower.
***