Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
Menerima keputusan


__ADS_3

Setelah beberapa saat menunggu jawaban, Emila hanya diam hingga membuat Arkana melepaskan pelukannya.


Emila menatap wajah pria yang masih berstatus sebagai suami sirinya itu dengan mata mengembun. "Aku tidak bisa menerimanya."


Arkana tersentak mendengarnya. "Tapi kenapa, Mila? Apa karena statusmu di masa lalu membuatmu merasa tidak pantas bersanding dengan siapa pun? Mila, bukankah sudah aku katakan jika aku menerima semua kekuranganmu begitu pula dengan Mama. Kami tidak pernah menilai seseorang dari status masa lalunya."


Emila menghela nafas panjang dan menghembuskannya secara perlahan. "Maafkan aku, tapi aku belum bisa menerimamu sampai kau menyelesaikan masalahmu dengan Nona Lady. Aku tidak ingin menikah secara hukum dan agama denganmu di saat kau masih sah menjadi suami dari Nona Lady. Jika kau benar ingin berpisah dengannya, maka selesaikanlah dulu perpisahan kalian."


Hembusan nafas Arkana kian melambat. Jika seperti itu keputusan Emila maka akan memakan waktu lama ia menikahi Emila kembali.


*


Emila kini sudah kembali berbaring di atas ranjang di dalam ruangan perawatan. Sementara Arkana berpamitan pergi menemui Edgar di depan ruangan perawatan Emila.


"Jadi bagaimana, apa Emila mau menikah lagi denganmu?" Tanya Edgar setelah Arkana memberitahu jika ia sudah menjelaskan kesalahpahaman di antara dirinya dan Emila.

__ADS_1


"Emila memberi syarat jika aku ingin menikahinya kembali."


"Apa syaratnya kau harus menyelesaikan perceraianmu dengan Lady?" Tebak Edgar. Setidaknya Edgar sudah tahu jika Emila tidak ingin menjadi yang kedua di dalam rumah tangga Arkana dan Lady lagi.


Arkana mengiyakannya. "Masih membutuhkan waktu beberapa bulan lagi untuk Lady melahirkan. Dan selama itu aku belum bisa menjadikan Emila sebagai istriku lagi."


Edgar menyandarkan punggung ke sandaran kursi. Membiarkan keheningan menyelimuti mereka beberapa saat sebelum membuka suara kembali. "Dari pada kau kehilangan Emila lebih baik setujui saja. Lagi pula tidak harus terburu-buru jika kau ingin menikahinya lagi. Sambil menunggu Lady melahirkan, kau bisa memperbaiki hubunganmu dengan Emila agar lebih baik lagi."


"Kau benar. Aku harus bersabar dan memanfaatkan waktu yang ada untuk menjalin kedekatan dengan Emila."


"Begitulah. Sekali dalam seminggu aku akan menyempatkan waktu melihat anak-anakku dan Emila ke kota ini."


Edgar menepuk pundak Arkana memberi semangat. "Kau adalah suami dan ayah yang hebat. Berjuanglah untuk keluarga kecilmu. Semoga setelah ini kebahagiaan akan datang kepadamu dan Emila."


Senyuman terkembang di wajah Arkana. "Terima kasih, kau juga adalah sahabatku yang baik. Jika tidak ada dirimu mungkin aku masih bergerak dengan lambat."

__ADS_1


"Jangan berkata seperti itu. Kita saling melengkapi. Yang terpenting kau harus memenuhi janjimu waktu itu."


"Ya, untuk itu kau tenang saja. Aku akan memenuhi janjiku."


*


"Edgar sudah pergi?" Tanya Bu Selvy saat melihat Arkana masuk ke dalam ruangan perawatan.


"Sudah, nanti dia akan kembali lagi setelah pekerjaannya selesai."


"Kalian membicarakan apa di luar tadi, apa tentang Emila?" Bu Selvy berucap pelan. Takut-takut Emila yang tengah berbaring mendengar perkataannya.


Arkana menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. "Ar sudah memutuskan menerima keputusan Emila."


Bu Selvy memandang Emila yang sedang berbaring dengan wajah sendu. "Kabulkan saja, Mama juga tidak ingin Emila kembali menjadi yang kedua di dalam rumah tanggamu dan Lady."

__ADS_1


***


__ADS_2