Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
Titik terang


__ADS_3

"Apa kau tidak bercanda Edgar? Istri pertama Tuan Arkana berselingkuh di belakang Tuan Arkana sampai menghasilkan seorang anak?" Tanya Flower.


Edgar menganggukkan kepalanya. "Mereka sudah lama mendua di belakang Tuan Arkana, Nona."


Flower menggeleng-gelengkan kepalanya tidak habis pikir dengan Lady yang tega menduakan Arkana padahal Arkana sudah begitu baik kepadanya sampai tidak mempermasalahkan Lady yang tidak bisa memberikan keturuan kepadanya sampai sepuluh tahun usia pernikahan mereka.


"Benar-benar wanita yang tidak tahu diri, ya. Sudah memiliki suami baik seperti Tuan Arkana tapi dia tetap saja memilih mendua." Komentar Flower.


Edgar menyunggingkan senyum mendengar. "Saya juga tidak menyangka sebelumnya, Nona."


"Jadi Arkana sudah mentalak Nona Lady dan akan mengurus perceraian setelah Nona Lady melahirkan?" Tanya Flower.


"Benar, Nona." Jawab Edgar dan menjelaskan rencana Arkana yang tidak ingin membongkar aib Lady yang tengah mengandung anak dari selingkuhannya.


"Luar biasa sekali baiknya Tuan Arkana. Dia memilih dipandang buruk oleh banyak orang karena menceraikan Nona Lady setelah Nona Lady melahirkan dari pada membongkar aib Nona Lady."

__ADS_1


"Begitulah, Nona." Jawab Edgar.


"Ck, ck." Flower mendecakkan lidah. "Sayang, dia sangat berbeda sekali denganku, ya. Aku senang mengandung anakmu sedangkan dia berusaha tidak mengandung anak suaminya." Ucap Flower pada Malik.


Malik memilih mengangguk saja mengiyakan perkataan istrinya itu. Percakapan mereka kembali beralih pada Arkana dan Emila.


"Seandainya saja Tuan Arkana jujur tentang permasalahan rumah tangganya mungkin Emila tidak akan merasa menjadi duri dalam daging di rumah tangga mereka. Emila tidak akan takut jika anak-anaknya nanti mendapatkan sanksi sosial karena lahir dari istri kedua seperti dirinya. Agh, sungguh sayang sekali." Ucap Flower diikuti gelengan kepala.


"Ini semua terjadi karena kurangnya komunikasi antara keduanya dan Arkana yang tidak bisa tegas dengan sikapnya, Nona. Arkana pikir Emila tidak akan bertindak sejauh ini. Arkana yakin Emila akan tetap berada di sisinya setelah dia melahirkan nanti."


"Saya tidak menyangka jika keberadaan Emila dilindungi oleh anda dan keluarga anda."


"Ya, aku akan melindungi Emila dari siapa saja yang berniat buruk kepadanya. Kasihan dia sudah melewati hari-hari dengan kesedihan selama ini. Dia memang bersalah karena sudah jahat kepadaku dulu. Tapi aku sudah memaafkannya dan dia sudah benar-benar berubah." Jelas Flower.


"Anda benar-benar berhati mulia, Nona. Tuan Malik sangat beruntung memiliki anda." Puji Edgar.

__ADS_1


"Kau salah. Akulah yang beruntung memiliki suamiku. Hehe." Flower tertawa di akhir perkataannya."


Malik hanya bisa menghela nafas mendengar perkataan istrinya itu.


"Jadi sekarang Arkana sudah mengetahui status Emila sebelumnya dan dia tidak mempermasalahkannya?" Tanya Flower memastikan. Karena salah satu alasan Emila memutuskan untuk pergi karena ia merasa tidak pantas bersanding dengan siapa pun dengan statusnya sebagai mantan narapidanan.


"Tidak, Nona. Arkana dan Bu Selvy tidak mempermasalahkannya. Mereka menerima dengan lapang dada status Emila di masa lalu." Jawab Edgar.


Emila merasa lega mendengarnya. "Syukurlah kalau begitu. Semoga saja hidup Emila akan bahagia setelah mengetahui dirinya diterima dengan baik oleh keluarga Arkana."


Edgar mengangguk mengiyakannya. "Jadi apa saya sudah boleh memberitahukan keberadaan Emila pada Arkana, Nona?" Tanya Edgar.


"Tentu saja. Lebih cepat maka lebih baik karena Emila sudah mau melahirkan dalam waktu dekat. Jangan biarkan dia melahirkan tanpa suami." Ucap Flower dan diangguki Edgar sebagai jawaban.


***

__ADS_1


__ADS_2