
Lara kini memusatkan pandangannya pada seorang wanita yang nampak bersikap manis pada Edgar setelah suaminya selesai melakukan presentasi. Wanita yang berprofesi sebagai dokter itu nampak menyerahkan minum kepada Edgar seraya tersenyum manis.
"Apa dia teman Kak Edgar?" Lara berucap lirih sambil menatap sosok Edgar dan dokter wanita tersebut.
Setelah meneguk minumannya, Edgar lantas saja melanjutkan sesi tanya jawab. Dan kali ini sang penanya ternyata adalah Celine. Kakak tiri Lara itu nampak bertanya tentang hal yang sebenarnya sudah dijelaskan oleh Edgar. Walau sudah memberikan penjelasan sebelumnya, namun Edgar tetap menjawab pertanyaan Celine.
Beberapa orang wanita setelah Celine pun melakukan hal yang sama. Dapat Lara tebak jika teman-temannya dan Celine bukan berniat bertanya melainkan mencari perhatian pada Edgar.
Acara sesi tanya jawab ditutup. Pembawa acara kembali naik ke atas panggung untuk menutup sesi presentasi dan melanjutkan kegiatan pengecekan kesehatan. Para mahasiswa yang duduk di barisan paling depan diminta lebih dulu naik ke atas panggung untuk melakukan tes kesehatan. Beberapa orang wanita termasuk Celine harus menelan kekecewaan karena ternyata yang memeriksa mereka adalah Dokter Ghina bukan Edgar.
Pemeriksaan kesehatan terus berlanjut. Lara yang duduk di kursi belakang akhirnya mendapat giliran. Ia melangkah dengan ragu ke atas panggung diikuti Angga di belakangnya. Melihat teman-teman wanitanya tadi diperiksa oleh Dokter Ghina, Lara pun langsung saja melangkah ke arah Dokter Ghina.
__ADS_1
"Gadis kecil, ke sini!" Suara Edgar terdengar memerintah.
Lara sontak saja menoleh ke sumber suara dimana suaminya tengah menatap kepadanya. Lara menoleh ke kiri dan ke kanan. Memastikan jika dirinya lah yang dipanggil oleh Edgar.
"Benar kau gadis kecil. Kemarilah. Kau akan diperiksa denganku." Titah Edgar.
Lara melangkah dengan ragu ke arah Edgar. Melihat pergerakan Lara saat ini membuat Angga dan beberapa teman-temannya bertanya-tanya kenapa kali ini Edgar mau memeriksa seorang wanita sedangkan tadi ia mengopornya pada dokter Ghina dan dua orang teman dokternya yang lainnya.
"Berani sekali kau dekat dengan pria jelek itu di saat aku ada di dekatmu, ya!" Geram Edgar menatap sebal pada Lara yang kini tengah ia periksa.
"Hah?" Lara terperangah mendengar perkataan Edgar. Tidak mengerti dengan maksud perkataan Edgar saat ini.
__ADS_1
Karena pemeriksaan Lara sudah selesai, Lara pun beranjak dari hadapan Edgar dan turun dari atas panggung. Melihat kesempatan ada di depan mata dimana kini Lara akan lewat di hadapannya, Celine pun mengulurkan sebelah kakinya ke depan hingga membuat Lara tersandung dan hampir saja terjatuh jika saja Angga tidak menahannya.
"Ups, maaf." Celine menutup mulut dengan tangan seraya memasang wajah tak bersalah.
"Kau!" Angga menatap tajam pada Celine. Ia bukan pria bodoh yang tidak mengetahui jika Celine sengaja melakukan hal tersebut pada Lara.
"Aku tidak apa-apa, Angga. Ayo kita kembali duduk." Ajak Lara tak ingin memperpanjang masalah.
Angga mengangguk lalu melangkah sambil memegang tangan Lara. Celine yang melihatnya pun dibuat geram karena Lara lebih unggul darinya. Bisa dekat dengan Angga dan tadi diperiksa langsung oleh Edgar.
Dari atas panggung, Edgar dapat melihat semua kejadian di bawah dengan baik. Ia melihat Celine yang dengan sengaja ingin mengerjai Lara dan Angga yang bersikap manis kepada Lara. Entah harus marah pada siapa Edgar saat ini. Yang jelas rasa marahnya pada Angga lebih mendominasi karena pria itu memegang tangan istrinya dan tidak mendapatkan penolakan oleh Lara.
__ADS_1
***