Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
Rumit


__ADS_3

"Jadi bagaimana? Apa yang akan kau lakukan sekarang?" Tanya Edgar pada Arkana sore itu saat Arkana datang ke apartemen Edgar dan membahas permasalahan yang terjadi padanya saat ini.


"Aku akan membongkar kebohongannya selama ini di saat kami melakukan pemeriksaan kandungannya yang kedua." Jawab Arkana.


"Tapi kau tahu bukan walau pun kau sudah membongkar kejahatannya selama ini kau tidak bisa menceraikannya karena dia sedang hamil." Tanya Edgar.


"Aku tahu dan aku tidak akan menceraikannya sampai saat dia melahirkan. Yang pasti setelah aku membongkar kejahatannya aku akan mengembalikannya ke keluarganya dengam baik-baik seperti aku meminta untuk menikahinya sepuluh tahun yang lalu.


"Lalu bagaimana dengan Emila? Apa kau akan membiarkannya pergi dari hidupmu setelah anak kalian lahir?" Tanya Edgar lagi.


Arkana dibuat terdiam. Saat ini usia kandungan Emila sudah memasuki tujuh bulan dan sebentar lagi sudah saatnya Emila melahirkan dan berpisah dengannya.


"Ar?" Edgar memanggil nama sahabatnya itu karena Arkana hanya diam saja.


"Aku merasa berat untuk melepaskannya. Bagaimana pun juga ada anak-anakku yang akan lahir dari rahimnya sebentar lagi. Sulit rasanya jika aku harus melepaskannya dari hidupku." Jawab Arkana.

__ADS_1


Edgar menghela nafas panjang. Apa yang dialami Arkana saat ini sangat rumit. Sudahlah diselingkuhi istrinya sampai istrinya itu hamil dan sebentar lagi Emila akan pergi dari hidupnya.


"Kau merasa sulit jauh dari anak-anakmu atau kau juga merasa sulit jauh dari ibu dari anakmu?" Tanya Edgar kemudian.


Deg


Arkana tertegun mendengarnya. Entah mengapa ia merasa bingung harus menjawab apa pertanyaan Edgar saat ini.


"Kenapa diam? Apa kau mulai ragu dengan perasaanmu saat ini? Aku lihat kau sudah mulai nyaman berada di dekatnya walau dia selalu bersikap dingin kepadamu." Ucap Edgar.


"Kau bisa berusaha menahannya agar tetap berada di sisimu setelah dia melahirkan nanti. Jika kau butuh bantuan aku siap membantumu." Ucap Edgar.


"Terima kasih. Aku akan memikirkannya nanti. Sekarang kita fokus dulu mengurus permasalahanku saat ini. Siapkan pengacara terbaik untukku dan berikan bukti apa saja yang dia butuhkan agar aku menang di persidangan nanti." Ucap Arkana.


"Kau tenang saja. Aku akan mempersiapkannya dengan baik." Jawab Edgar.

__ADS_1


Arkana sangat berterima kasih pada sahabatnya itu yang sudah banyak membantunya di segala kondisinya.


"Arkana, aku tidak menyangka jika kau bisa dibodohi oleh Lady selama ini." Ucap Edgar setelah mereka cukup lama terdiam.


Arkana menoleh pada sahabatnya itu. "Aku memang bodoh dengan masalah percintaan. Sangking bodohnya aku tidak sadar jika Lady sudah menduakanku selama ini." Arkana mengakui kekurangannya itu.


"Ya, tapi kau tidak sepenuhnya salah. Wajar saja jika kau percaya pada istrimu selama ini karena dia terlalu pandai bersandiwara dan di dalam berumah tangga memang harus ada saling percaya di dalamnya." Jawab Edgar.


Arkana mengangguk mengiyakannya. Tiba-tiba saja ia tersenyum saat mengingat jenis kelamin anaknya dan Emila.


"Kenapa kau tersenyum? Apa kau baik-baik saja?" Tanya Edgar merasa takut melihat senyuman Arkana.


"Apa kau tahu Edgar jika aku sangat senang karena benihku menghasilkan sepasang anak kembar? Rasanya aku sangat senang sekali karena Emila mengandung anak laki-laki dan perempuan saat ini." Cerita Arkana sambil membayangkan wajah istri keduanya.


***

__ADS_1


__ADS_2