Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
S2 - Pelayan Baru


__ADS_3

Lara benar-benar dibuat bingung dengan perubahan sikap Edgar pagi ini. Dibandingkan didiamkan Edgar seperti saat ini, Lara lebih menyukai Edgar yang marah-marah kepadanya.


"Apa aku berbuat salah? Kenapa Tuan Edgar hanya diam saja dan tidak membuatkan sarapan untukku." Lara bergumam sendiri sambil menatap beberapa lembar uang bewarna merah yang tadi sempat diberikan Edgar untuk membeli sarapan dan makan siang sebelum pria itu pergi meninggalkan apartemen.


Di tengah ketermenungan Lara memikirkan perubahan sikap Edgar pagi ini, Lara dikejutkan dengan suara bel apartemen yang berbunyi.


"Siapa yang bertamu ke sini? Apa Tuan Edgar kembali lagi?" Gumam Lara. "Tapi kalau orang yang di luar adalah Tuan Edgar, untuk apa dia menekan bel? Tuan Edgar kan bisa langsung masuk saja ke sini."


Tak ingin menebak-nebak sendiri, Lara pun segera bangkit dari duduknya lalu melangkah ke arah pintu apartemen.


"Mamah?" Wajah Lara berubah terkejut melihat sosok mertuanya kini berdiri di depan apartemen dengan seorang wanita paruh baya di sampingnya.


"Lara, apa kabarmu, Nak?" Tanya Mama Leni setelah Lara menyaliminya dan wanita di sampingnya.


"Kabar Lara baik, Mah. Mamah bagaimana?" Tanya Lara.

__ADS_1


"Mamah baik juga."


"Ayo masuk dulu, Mah." Lara mempersilahkan mertuanya itu untuk masuk ke dalam apartemen bersama teman wanita Mama Leni.


Setelah Mama Leni dan teman wanita Mama Leni duduk di atas sofa, Lara pun berpamitan ke dapur untuk membuatkan minum.


"Aku buatkan minum apa ya?" Gumam Lara. Ia sedikit cemas jika hasil buatan minumannya nanti tidak disukai oleh Mama Leni.


Akhirnya pilihan Lara pun jatuh pada teh hangat karena ia cukup pandai dalam membuatkan teh untuk tamu kakak tiri dan ibu tirinya dulu.


"Lara, tujuan Mama datang ke sini karena Mama ingin memperkenalkan Bi Surti sebagai pelayan baru di apartemen ini kepadamu." Ucap Mama Leni.


"Apa, pelayan baru di sini?" Wajah Lara nampak bingung.


"Iya, Lara. Tadi pagi Edgar menghubungi Mama meminta Mama mencarikan pelayan untuk membantu membersihkan apartemen." Jawab Mama Leni.

__ADS_1


Semakin bingung saja Lara mendengarnya. Lara pun jadi menebak jika ia tidak becus dalam membersihkan apartemen sehingga Edgar meminta seorang pelayang untuk membantu membersihkan apartemennya.


"Oh ya, Lara. Selain memperkenalkan Bi Surti kepadamu, Mama juga ingin memberitahu jika Mama berniat mendaftarkanmu kuliah di salah satu universitas yang ada di kota ini."


"Apa, Mama mau mendaftarkan Lara kuliah?" Ulang Lara.


Mama Leni pun mengangguk mengiyakannya. "Mama pikir usiamu ini masih sangat muda dan kau masih membutuhkan pendidikan. Jadi kalau kau tidak keberatan Mama akan mendaftarkanmu untuk kuliah secepatnya."


Senyuman secerah mentari pagi nampak terbit di wajah Lara. Sebelumnya ia memang sangat menginginkan bisa kuliah seperti Celine kakak tirinya. Namun tentu saja keinginannya itu tidak tercapai karena ibu tirinya tidak mau menguliahkannya dan memintanya untuk menjadi pembantu di rumahnya sendiri.


"Lara mau, Mah. Tapi apa Tuan Edgar mengizinkan Lara kuliah," tanya Lara mengingat ia harus mendapatkan persetujuan dari Edgar lebih dulu.


"Untuk itu kau tenang saja. Mama yakin Edgar pasti mengizinkannya." Ucap Mama Leni seraya mengulas senyum di wajahnya.


***

__ADS_1


__ADS_2