Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
S2 - Tak Sesuai Ekspetasi


__ADS_3

"Tidak seperti itu, Flower." Jawaban yang Edgar berikan berhasil menghilangkan senyuman di wajah Flower.


"Jadi, maksudnya bagaimana?" Flower jadi bingung. Ia pikir Edgar datang ingin berterima kasih kepadanya karena sudah membantu menjalankan malam pertamanya dengan Lara.


"Aku datang ke sini karena aku ingin bertanya, hal apa yang sudah kau ajarkan pada Lara sehingga membuat Lara menjelma menjadi wanita mesum? Sikapnya itu membuatku jadi takut saja." Ungkap Edgar. Menceritakan tentang sikap aneh Lara saja sudah berhasil membuat bulu kuduk Edgar jadi merinding.


"Astaga..." Flower menyahut dengan keras. Otak cerdasnya mulai menangkap ada suatu hal yang tidak beres dari perkataan Edgar.


"Kenapa Flow?" Edgar bertanya. Diikuti dahi yang mengerut.

__ADS_1


"Jangan bilang jika tadi malam tidak terjadi sesuatu di antara dirimu dan Lara?" Tebak Flower. Kebingungan di wajah Edgar setelah mendengar pertanyaannya pun berhasil membuat Flower menjadi lemas. "Kenapa bisa seperti itu? Bukannya Lara sudah menjalankan tugasnya dengan baik?" Tanya Flower. Tadi pagi ia menyempatkan bertanya pada Lara apakah Lara sudah menjalankan tugasnya dengan baik atau belum. Dan jawaban yang Lara berikan sesuai dengan harapannya.


"Maksudnya bagaimana?" Edgar jadi semakin bingung. Mendengar pertanyaan Edgar lantas saja membuat Flower menjelaskan hal apa saja yang sudah ia ajarkan pada Lara.


"Kemarin, aku lihat Lara sudah mengerti dengan materi yang aku ajarkan. Dia bahkan sudah menonton sampai habis film dewasa yang aku kirim. Terlebih dari itu, tadi pagi Lara menceritakan jika dia sudah mempraktikkan materi yang aku ajarkan." Flower berucap panjang kali lebar.


"Sebenarnya apa yang terjadi, Edgar? Kenapa kalian tidak jadi melewatkan malam pertama. Sebagai pria normal, seharusnya kau merasa terpancing dengan hal apa saja yang sudah dilakukan Lara!"


Edgar bingung harus menjawab apa. Apakah ia harus jujur pada Flower tentang reaksinya tadi malam?

__ADS_1


"Kenapa diam saja. Ayo jawab pertanyaanku. Apa jangan-jangan kau tidak normal?" Tuduh Flower. Bukan tanpa alasan Flower menuduh seperti itu. Mengingat Malik yang selalu terpancing dengan tingkah nakalnya, sepertinya Edgar akan merasakan hal yang sama jika Edgar adalah pria normal. "Agh, aku jadi merasa menjadi guru yang gagal karena apa yang Lara inginkan tidak terwujud. Padahal dia sangat ingin menyenangkanmu di atas ranjang." Wajah Flower jadi bersedih. Ia masih mengingat dengan jelas bagaimana semangatnya Lara saat belajar dengannya kemarin.


Mendengar perkataan Flower, akhirnya Edgar pun menjadi semakin merasa bersalah. Dan mau tidak mau Edgar menceritakan hal apa saja yang terjadi kepadanya dan Lara kemarin sore sehingga ia tidak terpancing dengan apa yang Lara lakukan.


Mendengar penjelasan Edgar, lantas saja membuat Flower amat terkejut hingga melebarkan kedua kelopak matanya. "Astaga, Edgar. Bisa-bisanya kau merasa takut dengan sikap agresif istrimu itu. Kau sudah seperti anak perawan yang ingin diperawani saja!" Omel Flower. Sungguh, ia tak dapat membayangkan bagaimana Lara berusaha untuk merayu Edgar namun justru dibalas Edgar dengan rasa takut.


Flower sungguh dibuat kesal. Ia sampai bangkit dari posisi duduknya dan berkacak pinggang di depan Edgar. "Kau sungguh keterlaluan! Lara pasti bingung kenapa suaminya bersikap tidak normal seperti pria normal pada umumnya. Agh, jangan-jangan saat ini Lara tengah berpikir jika kau benar pria tidak normal sehingga tak tergoda dengan tingkah mesumnya."


***

__ADS_1


__ADS_2