Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
S2 - Perintah Untuk Menikah


__ADS_3

Sebuah perintah yang terdengar seperti ancaman di telinga Edgar berhasil membuat Edgar terkejut mendengarnya. "Mama menyuruhku untuk pulang ke aparteman? Jangan bilang kalau Mama sedang berada di apartemenku saat ini?" tanya Edgar.


Mama Leni tak menjawabnya. Ia justru mematikan sambungan telefon dengan Edgar karena menurutnya tidak ada lagi yang harus ia bicarakan dengan putranya itu.


Edgar membuang napas kasar di udara setelah panggilan telefon terputus begitu saja. "Astga, bagaimana Mama bisa berada di apartemenku saat ini?" Gumam Edgar. Sepasang mata Edgar pun terbuka sempurna saat menyadari ada Lara di apartemennya. "Pasti Mama sudah bertemu dengan Lara!" Ucapnya lalu segera bangkit dari duduknya.


*


Edgar dengan terpaksa meninggalkan pekerjaannya yang cukup pada pagi itu demi menyelesaikan masalah dengan Mama Leni lebih dulu. Untung saja Edgar memiliki teman kerja yang baik yang mau menggantikannya melakukan visit pada salah satu pasiennya pagi ini.


Dengan kecepatan tinggi, Edgar melajukan mobilnya ke apartemen. Setibanya di parkiran apartemen, Edgar langsung saja keluar dari dalam mobilnya dan berjalan sedikit berlari masuk ke dalam apartemen.


Masuk ke dalam kotak besi, jantung Edgar sudah berdetak tak berirama membayangkan ekspresi sang mama melihat kedatangannya nantinya.

__ADS_1


"Sial, kenapa semuanya jadi di luar prediksi. Padahal aku sedang memikirkan cara bagaimana mempertemukan mama dan Lara. Tapi justru Mama yang bertemu lebih dulu dengan Lara tanpa sepengetahuanku.


Tiba di depan unit apartemen miliknya, Edgar menghela napas dalam-dalam. Baru saja kakinya melangkah masuk ke dalam apartemen, sebuah bantal sofa sudah melayang tepat mengenai wajahnya diikuti suara teriakan Mama Leni yang terdengar menggelengar.


"Edgar...!!!" Teriak Mama Leni keras.


Edgar sampai menutup kedua telinganya mendengar suara teriakan sang Mama.


"Harusnya Mama yang bertanya, kau ini apa-apaan. Berani-beraninya kau menyimpan seorang wanita di apartemen ini. Pantas saja sudah beberapa hari ini kau sulit sekali Mama hubungi. Ternyata kau sedang bersenang-senang di dalam apartemen bersama wanita ini!" Hardik Mama Leni.


"Mama jangan salah paham!" Edgar yang tidak ingin sang mama salah paham pun mencoba menjelaskan apa yang terjadi.


"Menjelaskan apa lagi Edgar. Semuanya sudah jelas dan Mama sudah menemukan wanita ini. Untung saja insting Mama berkata untuk pergi ke apartemenmu pagi ini sehingga Mama berhasil membongkar kebusukanmu!" Ucap Mama Leni sedikit berlebihan.

__ADS_1


"Mama salah paham. Edgar tidak menyimpan wanita ini di—" perkataan Edgar terbuang sia-sia begitu saja di udara karena Mama Leni kembali menyangkal perkataannya.


"Sudah, sudah, Mama tidak membutuhkan penjelasan dusta darimu. Sekarang juga yang Mama inginkan segera nikahi Lara!" Perintah Mama Leni.


"Apa?" Sepasang mata Edgar terbuka sempurna mendengarnya.


"Mama tidak mau tahu. Pokoknya hari ini juga segera nikahi Lara. Mama tidak ingin kau terlalu lama berbuat maksiat di sini bersama dengan Lara!"


"Berbuat maksiat?" Edgar hampir saja berteriak sangat keras mengulang perkataan sang mama. Yang benar saja ia dituduh bermaksiat dengan Lara. Melihat tubuh wanita itu saja ia tidak berselera apa lagi menyentuhnya. Satu lagi, ia memang sudah berniat untuk menikahi Lara namun tidak di hari ini juga.


"Mama sudah menelefon Papa untuk mempersiapkan semuanya di rumah. Dan sekarang kedua adikmu sudah bersiap terbang ke sini untuk melihat pernikahanmu dan Lara hari ini."


***

__ADS_1


__ADS_2