
Arkana memperhatikan istrinya yang makan dengan lahapnya lewat sambungan panggilan video yang sedang berlangsung. Arkana pun tidak bersuara sama sekali agar tidak mengganggu istrinya yang sedang makan.
"Mama, Arkana tutup dulu telfonnya." Ucap Arkana tiba-tiba saat melihat Lady sudah melangkah ke arah mobilnya.
Tut
Panggilan pun terputus. Bu Asma yang melihat panggilan telefon terputus begitu saja dibuat bingung.
"Ada apa, Ma?" Tanya Emila melihat wajah bingung ibunya.
"Ini, Arkana tiba-tiba saja mematikan telefonnya." Jawab Bu Asma.
"Oh... mungkin Nona Lady datang sehingga Arkana mematikan sambungan telefonnya, Ma." Jawab Emila.
Bu Asma mengangguk. "Ya, mungkin saja." Ucapnya.
Sedangkan di dalam mobil milik Arkana, Arkana kini kembali bersandiwara dengan Lady yang baru saja masuk ke dalam mobilnya.
"Kau juga membelikan makan untukku, Sayang?" Tanya Arkana.
"Ya. Tapi kita akan makan di toko Mama saja." Jawab Lady.
__ADS_1
"Baiklah. Terserah kau saja." Jawab Arkana seraya tersenyum palsu.
Lady ikut tersenyum mendengarnya.
Arkana pun melajukan mobilnya meninggalkan rumah makan menuju toko milik Bu Selvy.
Setibanya di toko milik ibunya, Lady turun lebih dulu sedangkan Arkana menyempatkan membaca pesan dari Edgar.
Hati-hati jika berdekatan dengannya. Aku memiliki firasat jika dia akan menjebakmu. Ucap Arkana dalam hati membaca pesan dari Edgar.
Arkana yang tidak mengerti pun mengirim pesan balasan menanyakan maksud Edgar. Dan setelah mendapatkan jawaban atas pesan Edgar, barulah Arkana mengerti dan mulai berjaga-jaga agar ia tidak termasuk ke dalam jebakan Lady.
"Sayang? Kenapa lama sekali keluar?" Ucap Lady mengetuk kaca mobil Arkana.
"Ayo masuk." Ajak Arkana setelah keluar dari dalam mobil.
Lady mengiyakannya lalu mereka pun melangkah masuk ke dalam toko milik Bu Selvy.
Jika biasanya Bu Selvy akan merasa senang melihat Arkana datang bersama Lady, entah mengapa sekarang justru sebaliknya. Bu Selvy yang merasa kurang suka berusah tersenyum pada Lady dan Arkana.
"Mama belum makan kan?" Tanya Lady pada Bu Selvy.
__ADS_1
"Belum. Mama kan menunggu kalian datang. Katanya kalian mau makan di sini." Jawab Bu Selvy.
"Iya. Ini Lady sudah membawakan makanan untuk Mama." Ucapnya.
Bu Selvy tersenyum dan membiarkan saja Lady melakukan tugasnya menyalin makanan ke dalam piring.
Arkana yang dapat melihat dan merasakan perubahan sikap ibunya kepada mereka pun bertanya-tanya ada apa dengan ibunya itu.
"Ayo makan, Ma." Ajak Lady setelah selesai menyalin makanan ke dalam piring.
Bu Selvy mengiyakannya. Mereka pun langsung menikmati makan siang masing-masing tanpa bersuara.
Dua puluh menit berlalu, makan siang bersama pun selesai. Lady yang sudah biasa membereskan bekas piring makan mereka pun langsung membawa piring kotor ke arah belakang.
Kesempatan itu pun dipergunakan Arkana untuk bertanya ada apa dengan ibunya itu.
"Ada apa, Ma? Sepertinya Mama tidak baik-baik saja hari ini." Tanya Arkana.
Bu Selvy menatap pada putranya itu. "Mama tidak apa-apa. Hanya memikirkan Emila saja." Jawabnya tidak sepenuhnya jujur.
"Memikirkan Emila? Memangnya ada apa dengan Emila?" Tanya Arkana.
__ADS_1
"Mama hanya berpikir sebentar lagi Emila akan melahirkan dan sebentar lagi kalian akan berpisah. Mama hanya kasihan saja kepadanya karena dia menikah denganmu hanya karena status anak kalian saja." Jawab Bu Selvy.
***