
Acara seminar dan pemeriksaan kesehatan hari itu selesai bersamaan dengan waktu jam kuliah pertama Lara tiba. Lara dan keempat temannya yang terburu-buru ingin masuk ke dalam kelas lantas saja meninggalkan ruangan seminar lebih dulu. Kepergian Lara lantas saja tak terlihat oleh Edgar yang sedang fokus berbicara dengan ketua pelaksana seminar.
"Dimana dia?" Gumam Edgar setelah tak melihat keberadaan Lara dimana-mana.
"Edgar, ada apa?" Tanya Ghina melihat Edgar yang seperti sedang mencari sesuatu.
"Tidak apa-apa." Jawab Edgar setelah mengalihkan pandangannya dari Ghina.
Ghina mengangguk seolah percaya lalu melanjutkan pembicaraannya dengan ketua pelaksana. Sementara Edgar kini fokus mengetikkan sesuatu di dalam ponselnya. Setelah pesan yang ia ketik terkirim, Edgar kembali fokus pada pembicaraan di depannya.
Lara yang baru saja masuk ke dalam kelasnya dibuat bingung mendapatkan pesan dari Edgar yang mempertanyakan keberadaannya. Tanpa pikir panjang, Lara lantas saja mengirimkan pesan balasan pada Edgar.
"Kenapa Kak Edgar menanyakan keberadaanku, ya. Bukannya tadi dia masih sibuk di atas panggung bersama panitia?"
*
__ADS_1
Mengetahui jika istri kecilnya hanya memiliki jadwal satu mata kuliah hari ini, Edgar memilih tak langsung kembali ke rumah sakit. Ia membiarkan Ghina dan dua orang rekan kerjanya yang lain untuk kembali lebih dulu. Ghina tentu saja dibuat bingung dengan sikap Edgar yang terlihat aneh itu.
"Kau ingin apa di sini?" Tanya Ghina.
"Ada yang ingin aku urus lebih dulu." Jawab Edgar singkat.
Ghina tak lagi mengeluarkan pertanyaan karena kedua orang rekan kerjanya sudah mengajaknya pergi meninggalkan kampus. Setelah kepergian tiga orang rekan kerjanya, Edgar memilih pergi ke sebuah kantin untuk menikmati minuman dingin di sana. Kedatangan Edgar ke kantin tersebut lantas saja membuat para mahasiswi yang berada di sana datang mengerubungi Edgar dan memberikan pertanyaan seputar kehidupan pribadi Edgar.
"Maaf, boleh tinggalkan saya sendiri? Saya ingin minum dulu." Pinta Edgar lembut seraya tersenyum.
Para mahasiswi yang merasa sungkan akhirnya mengangguk lalu melangkah pergi meninggalkan Edgar. Kepergian mereka membuat Edgar merasa lega karena bisa kembali menikmati minumannya dengan tenang.
Hampir dua jam menunggu, akhirnya jadwal perkuliahan Lara selesai. Edgar yang melihat Lara dan teman-temannya keluar dari sebuah kelas lantas saja bersiap-siap mengambil mobilnya.
Lara yang tidak mengerti jika Edgar mengajaknya pulang bersama pun melangkah ke arah halte berada berniat menunggu bus di sana.
__ADS_1
Tin
Tin
Suara klakson mobil Edgar mengagetkan Lara yang sedang melihat kembali pesan terakhir yang Edgar kirimkan.
"Kak Edgar!" Kedua kelopak mata Lara terbuka lebar melihat mobil Edgar kini berhenti di depan halte.
"Ayo masuk!" Ucap Edgar sedikit berteriak dari dalam mobilnya.
"Masuk?" Ulang Lara dan mendapatkan anggukan kepala dari Edgar. Tak ingin membuat suami pemarahnya marah kepadanya karena terlalu lama menunggu, akhirnya Lara pun melangkah ke arah mobil, membuka pintu mobil lalu masuk ke dalamnya.
Angga yang baru saja hendak keluar dari dalam mobilnya berniat menawarkan Lara pulang bersama dibuat terkejut melihat Lara masuk ke dalam mobil yang ia ketahui adalah milik salah satu dokter yang tadi berkunjung ke kampus mereka.
"Lara, kenapa dia bisa masuk ke dalam mobil dokter itu?" Tanya Angga.
__ADS_1
Tak berbeda jauh dari Angga, beberapa orang termasuk Celine yang melihat Lara masuk ke dalam mobil Edgar pun dibuat bertanya-tanya.
***