Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
Apa kau yakin akan pergi?


__ADS_3

Mobil milik Arkana kini sudah tiba di depan rumah milik Emila dan ibunya. Emila yang baru saja turun dari dalam mobil dibuat bingung melihat box bayi dan ayunan yang kini ada di teras rumahnya.


"Mama, box bayi siapa ini?" Tanya Emila dengan wajah yang nampak bingung.


"Loh, bukannya ini punya kalian? Tadi ada kurir yang mengantarkan barang-barang ini ke sini dan katanya ini pesanan Arkana." Jawab Bu Asma apa adanya.


Pandangan Emila sontak tertuju pada Arkana yang kini memasang wajah tersenyum kepadanya. "Terimalah. Aku yakin kedua bayi kita membutuhkannya setelah mereka lahir nanti." Ucap Arkana.


Emila menghela nafas panjang. Sulit sekali rasanya ingin berkata jujur pada suaminya itu jika anak mereka nanti tidak akan membutuhkannya karena mereka tidak dibesarkan di rumahnya saat ini.


"Apa kau marah kepadaku? Barang-barang ini sudah berada di sini dan kau tidak bisa mengembalikannya ke sana. Kau hanya bisa menerima barang-barang ini saja." Ucap Arkana dengan wajah tak berdosa.


Emila dibuat menggeleng mendengar perkataan suaminya itu. Mau tidak mau ia menerima barang pembelian suaminya karena ia tidak diberi pilihan untuk menolak.


Melihat tidak ada kata penolakan dari Emila tentu saja membuat Arkana merasa senang. Arkana pun mengangkat barang-barang pesanannya itu masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


"Jadi Arkana membelinya tanpa persetujuan darimu, Mila?" Tanya Bu Asma setelah Arkana masuk ke dalam rumah.


Emila menganggukkan kepalanya. "Padahal Mila sudah bilang untuk membeli stroller saja." Jawabanya.


Bu Asma tersenyum tipis mendengarnya. Ia tahu jika menantunya itu ingin memberikan yang terbaik untuk calon cucu-cucunya. Hanya saja Bu Asma hanya menyayangkannya karena pemberian Arkana itu tidak akan dipakai oleh cucu-cucunya setelah mereka lahir nanti.


"Apa kau sudah senang?" Tanya Emila setelah Arkana selesai memasukkan barang-barang untuk bayi mereka ke dalam rumah.


Senyuman di wajah Arkana semakin terkembang. "Tentu saja. Terima kasih sudah mau menerimanya." Ucap Arkana.


Emila tersenyum saja menjawab perkataan suaminya itu.


Emila terdiam. Bukannya mengiyakan perkataan Arkana, Emila justru memikirkan suatu hal yang akan ia kerjakan selama Arkana pergi nanti.


"Mila, apa kau mendengarku?" Tanya Arkana kemudian karena Emila hanya diam saja.

__ADS_1


Emila menganggukkan kepalanya. "Ya, aku mendengarkanmu. Baiklah, aku akan menghubungi Edgar jika memerlukan sesuatu." Jawab Emila.


Arkana tersenyum mendengarnya. Setelah merasa tidak ada lagi yang harus ia bicarakan dengan Emila dan ia kerjakan di rumah Emila, Arkana pun berpamitan untuk pergi.


"Mila, apa kau yakin dengan keputusanmu untuk tetap pergi, Nak? Mama lihat Arkana begitu menyayangi anak kalian. Dia akan frustrasi jika kau pergi membawa anak-anak kalian." Bu Asma mencoba memberikan pengertian pada Emila agar dapat berpikir ulang.


Emila menganggukkan kepalanya. "Mila yakin, Ma. Sudah saatnya kita pergi dari kehidupan Arkana sebelum repurtasinya hancur karena ada Mila di hidupnya." Jawab Emila.


"Apa maksudmu, Mila?" Bu Asma melihat ada sesuatu yang disimpan putrinya saat ini.


Emila pun akhirnya menceritakan apa yang dikatakan Arkana tadi kepadanya saat mereka makan di mall.


***


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Emila dan Ar update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Mahasiswaku Suamiku, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2