
"Pengantin lama rasa pengantin baru 'kan maksudnya?" Edgar semakin mendekatkan wajahnya pada Lara.
Mengerti apa yang akan dilakukan suaminyq, kedua kelopak mata Lara pun sontak terpejam. Beberapa detik kemudian, sebuah benda kenyal terasa menempel di bibir mungilnya.
Kedua kelopak mata Lara yang awalnya tertutup pun akhirnya terbuka. Kini ia dapat melihat wajah tampan suaminya yang tengah tersenyum sambil mencium bibir manisnya.
Lara yang sudah mulai lihai beberapa hari belakangan ini membalas ciuman Edgar pun membalas ciuman Edgar. Hingga beberapa menit berlalu, ciuman yang awalnya terasa lembut pun terasa lebih menuntut.
Otak kotor Lara sudah menduga-duga apa yang akan terjadi selanjutnya. Terlebih kini sebelah tangan Edgar yang nakal sudah semakin turun hingga menyelinap masuk ke dalam celana yang ia kenakan.
"Emh..." sambil menahan suara merdu keluar dari mulutnya, Lara menahan tangan Edgar yang semakin masuk ke dalam celananya hingga berhenti saat menemukan rerumputan.
"Kak Edgar ja—" perkataan Lara terhenti berganti dengan suara merdu yang keluar dari dalam mulutnya sebab tangan Edgar tanpa permisi sudah menjelajahi rerumputan yang ia temukan.
__ADS_1
Edgar tersenyum puas. Akhirnya misinya tercapai menghentikan penolakan Lara berganti dengan rasa ingin semakin disentuh olehnya.
Edgar tak ingin berlama-lama. Menurutnya saat ini adalah kesempatan yang pas untuk bermain jungkat-jungkit bersama istrinya setelah beberapa hari belakangan ini acara bermainnya selalu saja terganggu dengan banyak hal.
Terlalu larut menikmati sensasi yang Edgar berikan, Lara sampai tidak menyadari jika kini tubuhnya sudah berada di atas ranjang dengan posisi Edgar membantunya untuk berbaring.
"Kak Edgar..." kesadaran Lara pun muncul saat tubuhnya sudah berbaring di atas ranjang dengan posisi Edgar berada di atas tubuhnya.
"Emh?" Edgar hanya berdehem. Malas mendengar suara istrinya yang pasti ingin bersuara kembali, Edgar pun membungkamnya dengan menempelkan bibir tebalnya di bibir mungil Lara.
"Lara harus menjadi istri yang baik. Tidak boleh menolak keinginan suaminya." Ucap Lara dalam hati kemudian menggu akan instingnya membalas sentuhan Edgar tak kalah ganas hingga membuat suara merdu yang awalnya keluar dari mulut Lara kini keluar dari mulut Lara.
"Kau sudah mulai nakal rubah kecil..." gumam Edgar sambil menikmati sensasi yang Lara berikan pada bagian bawah tubuhnya.
__ADS_1
"Ehe..." Lara tertawa kecil kemudian menempelkan bibirnya di bibir Edgar kembali.
Permainan pasangan suami istri itu semakin ganas setelah Edgar dan Lara saling membantu melepaskan pakaian satu sama lain hingga akhirnya tubuh keduanya telah polos tanpa sehelai benang pun.
"Aa..." Lara berteriak tertahan setelah selesai membantu membuka boxer yang Edgar kenakan hingga memperlihatkan tongkat sakti yang berdiri tegak.
Edgar tersenyum smirk melihat istrinya yang masih saja ketakutan melihat tongkat sakti miliknya.
Tak ingin aksinya kembali gagal karena rasa takut Lara seperti hari kemarin, Edgar pun mengalihkan perhatian Lara dengan melahap bagian tubuh Lara yang terlihat menonjol.
Apa yang Edgar lakukan lantas saja membuat Lara menggeliat tak karuan. Terlebih sebelah tangan Edgar yang bebas sudah bergerak lihai di bawah sana.
Beberapa menit berlalu, Edgar yang melihat Lara sudah siap mendapatkan sentuhan sakti darinya pun mengarahkan tongkat sakti miliknya ke arah inti Lara.
__ADS_1
"Kita mulai permainan jungkat-jangkitnya saat ini." Ucap Edgar dan tanpa menunggu jawaban dari Lara lebih dulu langsung saja menggerakkan tongkat saktinya untuk memasuki sarangnya.
***