Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
S2 - Apa Kau Ingin Berterima kasih?


__ADS_3

Edgar memandangi kotak sarapan pagi yang Lara berikan tadi kepadanya dengan wajah datarnya. Ia mengingat-ingat kembali bagaimana perubahan sikap Lara semenjak ia mencoba menerima wanita itu menjadi istrinya.


"Sebenarnya dia itu istri yang baik dan penurut. Buktinya saja dia mau berubah menjadi apa yang aku inginkan." Gumam Edgar. Jika di awal pertemuannya dengan Lara Edgar memandang sinis pada istrinya itu, kini sudah berbeda. Terlebih Edgar sudah mengetahui fakta jika Lara bukanlah wanita malam dan dijual oleh ibu tirinya.


"Huh, kenapa aku merasa saat ini aku sudah menjilat air ludahku sendiri, ya." Lanjut Edgar kemudian. Jelas saja saat ini Edgar sudah menjilat air ludahnya sendiri. Terbukti dengan ia menerima Lara bukan hanya sebagai istri figuran saja melainkan istri sesungguhnya.


Lamunan Edgar pun buyar saat seorang perawat datang memberitahu jika sebentar lagi sudah saatnya Edgar melakukan pemeriksaan ke ruangan perawatan pasien. Mendengar hal itu lantas saja membuat Edgar segera membuka kotak bekal. Ia ingin menikmati sarapan yang sudah dipersiapkan Lara untuknya lebih dulu sebelum pergi memeriksa pasiennya.


CekleK


Penutup bekal pun terbuka. Edgar tergugu melihat penampilan bekal yang dibawakan Lara terlihat sangat menarik di matanya. Nasi goreng bewarna sedikit kemerahan dipadukan dengan toping telur beserta sayuran di atasnya membuat selera Edgar tergugah.

__ADS_1


"Sepertinya masakannya kali ini enak." Tebak Edgar. Tak ingin terlalu banyak berpikir karena semakin memakan waktunya, Edgar langsung saja menyendokkan nasi goreng ke dalam mulutnya.


Senyuman di wajah Edgar pun terkembang saat merasakan nasi goreng buatan Lara cukup enak dan pas di lidahnya. "Ternyata dia sudah mulai pandai memasak. Ada untungnya juga aku mempekerjakan pelayan di apartemen sehingga bisa membantu Lara belajar memasak."


Karena merasa masakan Lara cukup enak, Edgar pun kembali menyuapkan nasi goreng ke dalam mulutnya hingga habis tak tersisa. Setelah merasa perutnya kenyang dan siap untuk beraktivitas, Edgar segera keluar dari dalam ruangan kerjanya menuju ruangan rawat pasien berada.


**


Pukul dua siang, Edgar telah selesai melakukan pemeriksaan pada para pasiennya yang memiliki jadwal kontrol hari itu. Mengingat siang ini ia sudah ada janji dengan Flower dan Malik, Edgar pun segera meninggalkan rumah sakit dan pergi menuju perusahaan Bagaskara berada.


Dan di sinilah Edgar berada. Di depan gedung perusahaan pusat Bagaskara yang menjulang tinggi. Edgar melangkahkan kaki jenjangnya masuk ke dalam gedung perusahaan menuju ruangan kerja Malik berada.

__ADS_1


Kedatangannya siang itu pun disambut dengan senyuman di wajah Flower yang sedang berada di dalam ruangan kerja Malik.


"Maaf sudah mengganggu waktu kalian." Ucap Edgar sedikit sungkan.


"Tak masalah. Ayo duduk dulu." Ajak Flower.


Edgar mengiyakannya. Ia segera menjatuhkan bokong di atas sofa yang berhadapan dengan Flower. Malik yang tak ingin mengganggu pembicaraan mereka pun memilih duduk di kursi kerjanya saja.


"Jadi ada tujuan apa kau mengajakku bertemu siang ini, Edgar. Apa kau ingin menanyakan sesuatu kepadaku tentang Lara?" Tanya Flower sekaligus menebak.


Edgar mengerutkan dahi. Bagaimana Flower bisa tahu tujuannya tanpa ia beri tahu lebih dulu.

__ADS_1


Melihat kebingungan di wajah Edgar lantas saja membuat Flower menyunggingkan sudut bibir. "Ayo katakan saja apa yang ingin kau tanyakan kepadaku? Oh, atau jangan-jangan kau ingin berterima kasih lebih dulu kepadaku karena aku sudah menjadi dewi penolong yang sudah berhasil membuatmu dan Lara melewati malam pertama?" Kelakar Flower.


***


__ADS_2