Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
Tidak menaruh rasa curiga


__ADS_3

"Iya, Arkana yang membelikannya untukmu. Kenapa kau terlihat terkejut begitu, Nak?" Tanya Bu Asma.


Emila menghela nafas panjang. "Kenapa dia repot-repot membelikan daging sebanyak ini untuk Mila, Ma? Sungguh pemborosan sekali. Lagi pula kita jarang membuat daging di rumah ini. Lebih suka memakan ikan saja." Ucap Emila.


Bu Asma tersenyum melihat wajah sebal putrinya. "Tidak boleh seperti itu. Mungkin Arkana ingin kau makan makanan yang lebih bergizi." Jawab Bu Asma.


Emila diam saja. Dari pada membicarakan tentang Arkana lebih baik ia memasukkan daging-daging itu ke dalam kulkas. Setelahnya Emila pun berpamitan untuk membersihkan tubuhnya lebih dulu.


Ting


Notifikasi masuk ke dalam ponselnya membuat Emila merogoh ponsel yang masih berada di dalam tas selempangnya.


Jangan lupa diolah dan dimakan dagingnya.

__ADS_1


Emila membaca pesan masuk dari nomer yang ia yakini adalah nomer ponsel Arkana. Emila hanya membaca pesan itu tanpa berniat membalasnya.


Arkana yang melihat pesannya hanya dibaca saja oleh Emila tanpa balasan dibuat kesal. Ia pun mengirimkan pesan pada Bu Asma yang berisi sebuah permintaan agar Bu Asma mengolah daging yang ia kirimkan tadi untuk Emila.


"Nak Arkana sangat perhatian sekali pada Emila dan calon anak-anaknya." Ucap Bu Asma seraya tersenyum setelah membaca pesan masuk dari Arkana.


*


Arkana dan Lady kini sudah kembali ke rumah mereka setelah tadi sore melakukan check out di hotel tempat mereka menginap. Lady yang baru saja masuk ke dalam kamarnya bersama Arkana pun langsung saja mengatakan niatnya yang ingin menginap di rumah orang tuanya kembali.


Lady mengangguk mengiyakannya. "Sepertinya Mama sangat rindu kepadaku hingga memintaku terus menginap di rumahnya." Jawab Lady.


Arkana terdiam sambil menatap wajah istrinya dengan intens. "Baiklah, kalau begitu besok aku akan mengantarkanmu ke rumah Mama." Ucap Arkana.

__ADS_1


Lady seketika menggelengkan kepalanya. "Tidak usah. Aku bisa pergi sendiri ke rumah Mama setelah pulang dari toko." Jawab Lady.


"Apa tak masalah?" Tanya Arkana dan Lady pun mengangguk mengiyakannya. Arkana pun tak lagi memaksa istrinya untuk diantarkan pergi olehnya karena ia yakin Lady tidak akan berbuat yang macam-macam di belakangnya.


"Kalau begitu aku mandi dulu. Tubuhku terasa gerah sekali sejak tadi." Ucap Arkana.


"Baiklah. Aku akan menyiapkan baju ganti untukmu." Jawab Lady.


Arkana mengiyakannya lalu melangkah ke arah kamar mandi. Sedangkan Lady, setelah kepergian Arkana wanita itu tidak langsung menyiapkan baju ganti untuk Arkana melainkan mengirimkan pesan pada seseorang di seberang sana untuk mengatakan jika besok ia tidak akan menginap di rumah.


Arkana yang tidak menaruh rasa curiga sama sekali pada istrinya pun hanya bersikap biasa saja sampai Lady mengirimkan pesan jika ia sudah berada di rumah kedua orang tuanya.


"Sepertinya akan sangat membosankan jika aku pulang ke rumah sekarang." Ucap Arkana setelah masuk ke dalam mobilnya. Tiba-tiba saja bayangan Emila yang sedang memakan daging pun terlintas dibenaknya. "Sebaiknya aku pergi ke rumah Emila saja untuk memastikan dia sudah memasak daging itu atau belum." Ucap Arkana kemudian. Merasa keputusannya itu adalah keputusan yang tepat, Arkana pun langsung saja melajukan mobilnya menuju rumah Emila berada. Tak lupa ia membelikan beberapa macam kue dan buah-buahan untuk Emila dan Ibunya.

__ADS_1


***


__ADS_2