
Kepulangan Edgar ke apartemen sore itu disambut dengan senyuman secerah mentari pagi oleh Lara. Edgar yang melihat Lara tersenyum penuh maksud melihat kedatangannya pun hanya diam dengan ekspresi tak terbaca.
"Apa Tuan ingin minum?" Tawar Lara.
"Ya. Tolong buatkan aku jus jeruk." Jawab Edgar.
Semakin terkembang saja senyuman di wajah Lara karena mendapatkan jawaban persetujuan dari Edgar. Buru-buru Lara melangkah ke arah dapur meninggalkan Edgar dan Bi Surti yang baru saja datang menghampiri Edgar.
Beberapa saat berlalu, Lara telah kembali ke ruang tamu dan Bi Surti pun berpamitan pergi ke dapur setelah berbincang dengan Edgar.
"Tuan, tadi pagi Mama Leni datang ke sini," beri tahu Lara.
"Aku mengetahuinya." Jawab Edgar.
"Oh..." Lara mengangguk-anggukkan kepalanya. "Mama datang membawa Bi Surti. Kata Mama Tuan meminta Mama membawa pelayan untuk membantu membersihkan apartemen."
"Ya, aku yang memintanya."
__ADS_1
Lara kembali mengangguk. Kali ini kelihatan kegugupan di wajahnya mengingat dirinya ingin mengatakan sebuah permintaan pada Edgar.
"Emh, Tuan. Selain datang membawa Bi Surti Mama juga menawarkan sesuatu kepada saya." Kesepuluh jemari Lara saling bertaut setelah mengungkapkannya pada Edgar.
"Apa?" Sebelah alis mata Edgar terangkat ke atas. Untuk yang satu ini sepertinya pria itu tidak mengetahuinya terlihat dari wajah pria itu yang nampak menunggu jawaban.
"Mama menawarkan pada saya untuk melanjutkan pendidikan Tuan." Lirih Lara takut-takut.
"Apa?" Kedua kelopak mata Edgar terbuka sempurna setelah mendengarnya.
Lara yang tidak ingin Edgar jadi salah paham pun menjelaskan maksud dan tujuan Mama Leni berniat untuk melanjutkan pendidikannya. Semakin terbuka lebar saja kedua kelopak mata Edgar mendengar penjelasan istrinya itu.
Hampir lima belas menit mendengar penjelasan Mama Leni beserta tuntutan agar dirinya mengizinkan Lara untuk melanjutkan pendidikan, akhirnya panggilan telefon pun terputus.
"Apa kau ingin kuliah?" tanya Edgar memastikan perkataan sang mama yang berkata jika Lara sangat menginginkan untuk kuliah.
Lara mengangguk-anggukkan kepalanya dan reaksi Lara tersebut membuat Edgar menghela napas dalam tak dapat menolak keinginan sang mama.
__ADS_1
*
Keesokan harinya, Mama Leni langsung saja mendatangi apartemen Lara dan mengajak Lara untuk melihat-lihat kampus tempat Lara akan melanjutkan pendidikan sebentar lagi.
"Edgar sudah mengurus segala administrasi untuk perkuliahanmu. Satu minggu lagi kau sudah bisa kuliah di tempat ini." Ucap Mama Leni setelah keduanya berada di dalam area kampus.
Lara tersenyum senang mendengarnya. Namun ada satu hal yang mengganggu pemikirannya. Tentu saja bagaimana caranya Edgar mendaftarkan administrasinya mengingat dirinya tidak memiliki ijazah dan yang lainnya karena berkas-berkas tersebut masih berada di rumahnya dan Lara tidak mungkin mengambilnya.
Lara dan Mama Leni pun terus melangkah menyusuri area kampus. Lara yang merasa sangat senang memikirkan akan kuliah di kampus sebagus yang ia lihat saat ini pun terus mengembangkan senyum.
Hingga akhirnya, senyuman di wajah Lara surut seketika saat melihat sosok wanita yang baru saja keluar dari dalam kelas bersama teman-temannya.
"Bukankah itu Kak Celine?" Lirih Lara dengan jantung yang berdetak sangat kencang.
"Lara, ada apa?" Tanya Mama Leni melihat perubahan ekspresi di wajah Lara.
Lara tak langsung menjawab. Otaknya kini tengah berpikir keras apakah Celine kuliah di tempat yang sama dengannya dan mereka akan sering bertemu setelah ia melanjutkan pendidikan nanti?
__ADS_1
***