Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
S2 - Anda Siapa?


__ADS_3

Setelah menikmati sarapan yang dibelikan Edgar pagi itu, Lara memilih menyapu apartemen Edgar yang sebenarnya tidak terlalu kotor. Tak lupa Lara membereskan barang-barang yang sedikit berantarkan di sekitar ruang tamu. Lara melakukan itu semua sebagai ungkapan terima kasih karena Edgar sudah mau membelikannya makanan.


Dengan mengandalkan kemampuannya yang tidak seberapa dalam membersihkan rumah, akhirnya Lara selesai membereskan pekerjaan rumah saat waktu sudah menununjukkan pukul sembilan pagi.


"Lelah sekali." Keluh Lara sambil mengusap keringat yang menempel di dahinya.


Merasa tubuhnya sudah sangat gerah dan ingin dibersihkan, Lara pun melangkah ke kamar mandi. Tiga puluh menit berada di dalam kamar mandi, akhirnya Lara keluar dengan selembar handuk yang melilit sebagian tubuhnya.


"Astaga, bagaimana ini. Aku kan tidak memiliki pakaian ganti. Tuan Edgar juga tidak membelikan pakaian untukku." Ucap Lara bingung.


Merasa tidak punya pilihan lain, Lara pun memilih membuka lemari yang ada di dalam kamarnya. Di dalam lemari terdapat sebuah kaos yang berukuran besar serta celana da-lam yang masih berada di dalam kotak.

__ADS_1


"Milik siapa ini, apa milik Tuan Edgar. Tapi kalau benar begitu kenapa Tuan Edgar tidak meletakkannya di dalam lemari kamarnya saja?" Ucap Lara bingung.


Tidak ingin semakin bingung, Lara memilih menggunakan pakaian tersebut untuk menutupi tubuhnya yang polos. "Untung saja milikku tidak terlalu besar hingga tidak begitu kelihatan jika tidak menggunakan bra seperti saat ini." Ucap Lara seraya menatap penampilannya di depan cermin.


Setelah selesai mengamati bentuk tubuhnya di depan cermin, Lara pun memilih mengistirahatkan tubuhnya di atas ranjang. Ia juga tidak tahu lagi harus melakukan apa selain menikmati waktu dengan tidur saat ini.


*


"Siapa yang bertamu siang-siang begini?" Ucap Lara parau. Tiba-tiba saja Lara teringat dengan Edgar yang berjanji membelikannya makanan untuk siang ini. "Apa itu adalah kurir yang mengantarkan makanan untukku?" Gumam Lara lalu mempercepat langkahnya menduga pemikirannya adalah benar. Karena jika orang yang berada di luar apartemen adalah Edgar, pastilah Edgar bisa masuk ke dalam apartemen tanpa menekan bel lebih dulu.


Baru saja pintu terbuka dari dalam apartemen, sosok yang sejak tadi menunggu di depan pintu nampak terkejut melihat sosok yang berdiri di depannya saat ini.

__ADS_1


Sementara Lara kini tengah merasa bingung melihat seorang wanita paruh baya berdiri di depannya sambil menatap wajahnya dengan ekspresi terkejut.


"Maaf, ibu siapa ya, apa ada yang bisa saya bantu?" Tanya Lara sopan karena tidak mungkin wanita yang berada di depannya saat ini adalah seorang kurir karena wanita di depannya saat ini tidak membawa apa-apa di tangannya.


"Harusnya saya yang bertanya anda siapa kenapa anda bisa berada di apartemen milik anak saya?"


Glek


Mendengar kata anak yang keluar dari mulut wanita paruh baya tersebut membuat kedua mata Lara membola sempurna. "Apa ibu ini adalah ibu Tuan Edgar?" Tanya Lara dalam hati.


"Kenapa anda hanya diam saja? Anda ini siapa dan kenapa berada di dalam apartemen anak saya?" Mama Leni kembali bertanya dengan tatapan menuntut.

__ADS_1


***


__ADS_2