Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
Bertemu dengannya


__ADS_3

Keesokan harinya.


Sesuai perkataan Arkana tadi malam, siang ini Arkana datang ke toko kue milik Lady untuk menjemput Lady pergi ke toko milik Mamanya.


Sebelum masuk ke dalam toko milik istrinya, Arkana menatap kesekitar toko mencari sesuatu yang mungkin mencurigakan di matanya. Namun setelah melihat ke berbagai sudut, Arkana tidak melihat hal yang mencurigakan karena hal yang mencurigakan itu hanya ada di dalam toko milik istrinya saat ini.


"Tuan Arkana?" Seorang karyawan toko yang baru saja keluar dari dalam toko untuk membuang sampah pun menyapa Arkana.


Arkana menganggukkan kepalanya seraya tersenyum pada karyawan itu. Setelahnya ia pun melangkah masuk ke dalam toko milik istrinya.


Saat sudah masuk di dalam toko, Arkana kembali mengedarkan pandangannya mencari sosok yang sudah menanamkan benih di rahim istrinya saat ini.


Dimana dia? Gumam Arkana sambil melangkah pelan.


Beberapa karyawan toko yang melihat Arkana masuk ke dalam toko pun memberikan sapaan pada Arkana. Arkana membalas sapaan itu dengan mengembangkan senyuman di wajahnya.


Wajar saja dia tidak terlihat di sini karena saat ini dia mungkin ada di ruangan belakang membuat stok kue untuk toko ini. Ucap Arkana dalam hati.

__ADS_1


Setelah berada di dalam ruangan kerja Lady, Arkana mengetuk pintu kayu bewarna coklat itu lebih dulu untuk menghargai privasi istrinya. Setelah mendapatkan sahutan dari dalam, barulah Arkana membuka handle pintu dan melangkah masuk ke dalam ruangan kerja Lady.


"Sayang, kau sudah sampai?" Lady mengembangkan senyuman pada Arkana.


"Ya. Apa kau masih sibuk bekerja?" Tanya Arkana karena melihat layar komputer milik Lady masih menyala.


Lady menggelengkan kepalanya. "Tidak. Ini bisa dilanjutkan nanti. Apa kita sudah ingin pergi?" Tanya Lady.


Arkana menganggukkan kepalanya. "Ya. Kita berangkat ke toko Mama sekarang jika kau sudah tidak sibuk lagi." Jawabnya.


"Baiklah kalau begitu." Lady buru-buru mematikan layar komputernya lalu mengambil tasnya yang berada di atas sofa.


Di saat yang bersamaan, Dandy yang baru saja keluar dari ruangan belakang berpapasan dengan Lady di depan ruangan kerjanya.


"Nona Lady, Tuan Arkana." Sapanya ramah pada Lady dan Arkana.


Arkana mengepalkan sebelah tangannya. Rasanya ia sudah sangat geram ingin melayangkan kepalan tangannya ke wajah standar milik Dandy.

__ADS_1


Walau pun merasa geram dengan Dandy namun Arkana masih bisa mengontrol dirinya hingga membalas sapaan pria itu dan tersenyum kepadanya.


"Kau chef di sini bukan?" Tanya Arkana pura-pura tidak tahu.


"Ya. Saya bagian pembuat kue, Tuan." Jawabnya ramah.


Arkana menganggukkan kepalanya. "Selain bertugas membuat kue kau bertugas sebagai apa lagi?" Tanya Arkana lembut namun tidak disadari Dandy ada sindiran di balik pertanyaannya.


"Tidak ada, Tuan. Saya khusus membuat kue saja." Jawab Dandy.


Dasar badjingan. Kenapa kau tidak jujur jika ku juga bertugas membuat anak dengan istriku. Umpat Arkana dalam hati.


"Sayang, ayo kita pergi." Ajak Lady yang tidak ingin Arkana berbicara terlalu lama dengan ayah dari anaknya.


Arkana mengiyakannya lalu mereka pun melangkah pergi meninggalkan Dandy.


"Pria itu ramah sekali ya." Ucap Arkana pada Lady berniat memperlihatkan pada Lady jika ia memuji Dandy.

__ADS_1


"Oh ya? Dia memang sangat ramah." Jawab Lady tersenyum tanpa mengerti maksud perkataan Arkana.


***


__ADS_2