Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
Tidak akan fokus


__ADS_3

Malam itu Arkana benar-benar menjalankan sandiwaranya dengan baik. Sesuai dengan perkataannya, ia memeluk tubuh Lady saat tidur hingga pagi menjelang. Walau merasa malas melakukannya namun Arkana sebisa mungkin melakukannya agar Lady tidak menaruh rasa curiga sedikit pun dengan sikapnya.


Di saat pagi telah tiba dan Lady sudah terbangun dari tidurnya, ia merasa senang karena terbangun di dalam pelukan hangat suaminya.


Ternyata dia tidak berubah. Mungkin perubahannya kemarin hanya perasaanku saja. Ucap Lady dalam hati.


Arkana yang sebenarnya sudah bangun lebih dulu dari Lady berpura-pura tertidur hingga akhirnya Lady beranjak dari ranjang dan masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah memastikan pintu kamar mandi terkunci dari dalam, Arkana pun dengan sigap meraih ponselnya di atas nakas dan membuka pesan masuk dari Edgar.


"Kinerja yang bagus. Dengan begini aku bisa tahu apa saja aktivitasnya saat berada di toko kue." Ucap Arkana. Setelah membalas pesan dari Edgar, Arkana pun kembali meletakkan ponselnya di atas nakas.


"Lady, aku tidak tahu apa yang sudah kau lakukan di belakangku selama ini. Namun jika kau terbukti benar-benar menduakan aku maka tidak ada kata maaf untukmu." Gumam Arkana.


*


Arkana masih saja bersikap manis pada istrinya hingga akhirnya mereka pergi ke tempat bekerja masing-masing. Sambil melajukan mobilnya menuju perusahaannya, Arkana mencoba melakukan panggilan telefon dengan Emila. Ia ingin memastikan jika saat ini Emila baik-baik saja dan kebutuhan istri keduanya itu masih terpenuhi.

__ADS_1


Namun setelah tiga kali mencoba melakukan panggilan telefon dengan Emila, panggilan itu tak kunjung terhubung hingga membuat Arkana merasa cemas pada istri keduanya itu.


"Sejak tadi malam dia tidak mengangkat panggilan telefon dariku atau sekedar mengirim pesan kepadaku. Apa dia baik-baik saja saat ini?" Arkana dibuat bertanya-tanya.


Karena merasa mulai cemas dengan keadaan istri keduanya itu, akhirnya Arkana memutuskan untuk memutar balikkan mobilnya menuju arah rumah Emila dan Bu Asma berada.


Sesampainya di depan rumah Bu Asma dan Emila, Arkana segera turun dari dalam mobilnya dan melangkah ke arah pintu rumah yang nampak masih tertutup.


Tok


Tok


Tok


Bu Asma yang mendengar pintu rumahnya diketuk dari luar dan diikuti suara salam setelahnya segera melangkahkan kaki menuju pintu rumahnya.


"Arkana?" Ucap Bu Asma setelah pintu rumah terbuka dan memperlihatkan wajah Arkana di sana.

__ADS_1


"Mama." Arkana mengulurkan tangan menyalimi Bu Asma.


"Ayo masuk dulu, Nak." Ajak Bu Asma.


Arkana mengiyakannya lalu mereka pun masuk ke dalam rumah.


"Arkana, bukannya saat ini waktunya bekerja? Apa kau tidak masuk bekerja pagi ini?" Tanya Bu Asma dengan wajah bingung.


"Saya tidak akan fokus bekerja karena saya terus memikirkan keadaan Emila, Ma." Jawab Arkana jujur.


"Maksudnya bagaimana?" Tanya Bu Asma dengan wajah yang nampak bingung.


Arkana pun menjelaskan jika sejak malam tadi sampai pagi ini Emila tak kunjung mengangkat panggilan telefon darinya.


"Jadi kau mencemaskan Emila karena dia tidak mengangkat panggilan telefon darimu?" Ulang Bu Asma.


Arkana mengangguk membenarkannya. "Apa saat ini Emila baik-baik saja? Kenapa saya tidak melihatnya sejak tadi?" Tanya Arkana.

__ADS_1


"Mila baik-baik saja. Sekarang dia sedang berada di dalam kamar mandi sehingga kau tidak bisa melihatnya." Jelas Bu Asma dengan wajah tersenyum lucu.


***


__ADS_2