Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
S2 - Bermain Solo


__ADS_3

"Arkana!" Seru Edgar dengan ekspresi terkejut melihat sosok sahabat baiknya.


"Hey, sudah lama tak bertemu." Arkana mengulas senyum.


Edgar melangkah mendekati Arkana dan memeluk tubuh sahabatnya itu barang sejenak. "Kenapa kau datang tidak memberitahuku lebih dulu!" Seru Edgar.


"Karena aku ingin memberikan kejutan untukmu." Jawab Arkana seadanya.


Edgar mengembangkan senyum. Apa yang dilakukan Arkana saat ini benar-benar membuatnya terkejut. Sebab, cukup sulit untuk Arkana datang menghampirinya seperti saat ini.


"Jangan bilang jika kau datang ke sini hanya sendiri saja?" Tebak Edgar sebab tak melihat keberadaan Emila dan kedua anak Arkana di sana.


"Ya, aku hanya datang sendiri ke sini karena saat ini anak-anak dan istriku masih beristirahat di rumah mertuaku."


Edgar mengangguk paham kemudian mempersilahkan kedua orang tuanya dan Arkana untuk masuk ke dalam rumah.


Lara yang sudah berdiri di depan pintu rumah pun menyalimi kedua mertuanya dan Arkana secara bergantian.


"Wah, akhirnya kita bertemu lagi ya, Kak." Ucapnya lembut pada Arkana.

__ADS_1


"Iya. Bagaimana keadaanmu, apa kau baik-baik saja setelah menjadi istri Edgar?" Tanya Arkana.


Puk


Edgar menepuk pelan pundak Arkana. "Apa maksudnya kau bertanya seperti itu? Apa kau pikir aku akan membuat hidup istriku menderita setelah menikah denganku?"


Arkana menganggukkan kepala tanpa dosa. Melihat itu lantas saja membuat Edgar geram hingga menepuk kembali pundak Arkana.


"Enak saja. Aku tidak mungkin melakukan hal seperti itu. Benar begitu kan, Lara?" Tanya Edgar.


Lara yang ditanya hanya mengangguk saja sambil menahan senyum melihat perdebatan Edgar dan Arkana.


"Baiklah," Edgar dan Arkana menyahut bersamaan kemudian melangkah masuk ke dalam rumah milik Lara.


Lara yang kini ditinggalkan oleh Edgar dan yang lainnya pun menghela napas karena ia harus kembali melangkah masuk ke dalam rumah dengan kondisi bagian intinya yang terasa sakit.


"Lara, ada apa denganmu?" Mama Leni yang melihat Lara seperti orang yang kesusahan untuk berjalan pun bertanya.


"Emh, Lara tidak apa-apa, Mah." Sahut Lara kemudian mencoba berjalan dengan normal. Namun apalah daya, rasa sakit pada bagian intinya membuat dirinya masih kesusahan untuk berjalan.

__ADS_1


"Edgar..." Mama Leni menatap pada Edgar meminta penjelasan.


Edgar yang ditatap pun menghela napas panjang. "Mama seperti orang yang tidak tahu pengantin baru saja!" Jawabnya santai.


Mengerti dengan maksud perkataan putranya, Mama Leni pun tersenyum pada Lara. "Wah, sepertinya sebentar lagi Mama akan memiliki cucu dari Edgar dan Lara." Ucapnya senang.


Lara yang mendengarkannya pun merasa malu hingga kedua pipinya yang putih kini terasa panas dan mulai memerah.


"Iya. Doakan saja agar benih jagoanku segera tumbuh di rahim istriku, Mah." Sahut Edgar tersenyum seakan tak menunjukkan jika dirinya tak merasa malu dengan perkataan Mama Leni.


"Ya, Mama pasti mendoakan yang terbaik untukmu dan Lara."


"Setelah tiga puluh lima tahun bermain solo dan sering membuang benih di kamar mandi, akhirnya kau bisa menemukan tempat sasaran yang tepat juga." Kelakar Arkana menyahut.


Edgar kembali menepuk pundak Arkana untuk yang kedua kalinya. "Sialan kau!" Gerutunya sebal. Sementara Lara yang mendengarkan perkataan Arkana dibuat bingung dengan maksud Arkana yang berkata jika suaminya seriny bermain solo dan membuang benih di kamar mandi.


***


Hei, hei semuanya... Edgar dan Lara sudah berada di titik bahagia nih. Dan sebentar lagi shy akan mengakhiri keuwuan Edgar dan Lara. Untuk cerita selanjutnya, ada yang mau request gak nih mau cerita siapa dulu? Kuy jawab di kolom komentar ya❣️

__ADS_1


__ADS_2