Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
S2 - Rubah Kecil Nakal


__ADS_3

Acara seminar yang ditunggu-tunggu oleh beberapa mahasiswa akhirnya tiba. Seluruh mahasiswa yang tidak memiliki jadwal kuliah pagi itu diminta untuk datang ke aula untuk melihat acara seminar. Lara dan keempat teman-temannya yang tidak memiliki jadwal kuliah pagi ini pun melangkah pergi ke arah aula berada. Pun dengan Celine dan kedua temannya.


Masuk ke dalam aula, suara riuh menyambut kedatangan Lara dan teman-temannya. Lara dapat mendengar sebagaian mahasiswi menceritakan tentang sosok suaminya yang di  ceritakan memiliki paras gagah dan rupawan. Lara melihat ke arah panggung. Di sana belum terlihat sosok Edgar. Hanya ada beberapa staff kampus yang sedang memastikan teknisi berjalan dengan baik.


Lara dan keempat temannya memilih duduk di kursi yang masih kosong yang berada hampir paling belakang karena barisan kursi depan sudah dipenuhi oleh para mahasiswi. Dari tempatnya duduk, Lara dapat melihat jika Celine duduk di kursi paling depan. Kakak tirinya itu kini terlihat tengah melihat pantulan wajahnya di hadapan cermin kecil yang baru saja ia rogoh dari saku tas sandangnya.


Suara teriakan mulai terdengar bersahutan saat sosok Edgar dan kedua temannya masuk ke dalam ruangan aula. Sebagai dokter yang terkenal dengan keramahannya, Edgar tersenyum menatap para mahasiswa yang memanggil-manggil namanya.


Pandangan Edgar nampak mengedar. Ia tengah mencari dimana keberadaan istri kecilnya berada. Karena posisi Lara berada di paling belakang dan tertutupi oleh para mahasiswi yang berdiri dari posisi duduknya, membuat Edgar tak dapat melihat keberadaan Lara.

__ADS_1


"Wah, Dokter Edgar memang tampan sekali, ya." Puji Serly salah satu teman wanita Lara.


Lara yang mendengarkannya dibuat menahan sebal dalam hati karena lagi-lagi ia mendengar suaminya dipuji oleh orang lain.


"Benar begitu kan, Lara?" Serly bertanya pada Lara karena hanya Lara yang diam setelah mendengar pernyataannya.


"Emh, ya. Kak Edgar memang tampan sekali." Jawab Lara.


"Kau lebih muda." Jawab Lara mengungkapkan keunggulan Angga.

__ADS_1


Angga dan ketiga temannya tertawa. Lara pun ikut tertawa mendengarnya.


Acara seminar pagi itu pun dimulai. Suara kebisingan di dalam aula sudah tak lagi terdengar. Semuanya kini fokus menatap pembaca acara yang sedang membuka acara seminar pagi itu. Setelah melewati beberapa kata sambutan dari pihak kampus dan ketua acara seminar, akhirnya acara inti pun dimulai. Edgar yang bertuga sebagai pemateri segera bangkit dari duduknya dan mengambil alih mic yang diberikan pembawa acara kepadanya.


Suara riuh mulai terdengar saat Edgar baru mengucapkan salam. Beberapa wanita yang tidak dapat mengontrol keimanannya melihat ketampanan Edgar sontak berteriak memanggil nama Edgar. Hal tersebut tak membuat Edgar menjadi tidak fokus. Ia terus saja berbicara mengucapkan kata sambutan sebelum masuk ke dalam materi kesehatan yang akan ia sampaikan.


"Dimana istri kecilku?" Ucap Edgar dalam hati sambil melihat ke arah para mahasiswa mencari keberadaan istrinya. "Dia..." Edgar mengeram kesal dalam hati melihat Lara kini duduk di kursi yang bersebelahan dengan Angga. Dan dapat Edgar lihat jika Angga kini tengah tersenyum manis pada istrinya.


"Rubah kecil... kau benar-benar mencari masalah ya!" Masih berucap dalam hati. Menyadari jika tugasnya menyampaikan materi belum selesai, Edgar pun kembali melanjutkan penyampaian materinya sambil sesekali menatap pada Lara.

__ADS_1


***


__ADS_2