Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
S2 - Dokter Tampan Akan Datang!


__ADS_3

Suara teriakan Edgar dan Lara terdengar bersahutan sejak awal biang lala berputar hingga akhirnya berhenti. Lara yang merasakan sakit pada tangan dan telinganya akibat cengkraman dan teriakan Edgar lantas saja segera melepaskan tangan Edgar dari lengannya setelah bianglala berhenti.


"Kak Edgar tangan Lara sakit!" Gerutu Lara sambil mengusap lengannya yang menjadi pelampiasan oleh Edgar menyalurkan rasa takutnya.


Edgar yang menyadari jika mesin bianglala sudah berhenti segera mengubah ekspresi dari takut menjadi tenang. Ia segera melangkahkan kaki keluar dari dalam biang lala diikuti Lara setelahnya.


"Tidak seru sekali bermain dengan Kak Edgar!" Gerutu Lara sambil berjalan menjauh dari wahana biang lala.


Edgar terus melangkah tanpa merasa bersalah. Lara yang berada di belakangnya pun terus mengikuti langkah Edgar dengan wajah sebal karena tangannya masih terasa sakit akibat cengkraman Edgar.


"Kak Edgar sungguh penakut, ya. Cuma naik bianglala saja sampai berteriak dan membuat tangan Lara sakit." Lara menunjukkan tangan dan lengannya yang memerah pada Edgar saat keduanya sudah masuk ke dalam mobil.


"Aku tidak takut. Hanya terkejut saja!" Sangkal Edgar. Masih mempertahankan repurtasinya sebagai pria gagah dan pemberani agar tidak hancur di depan gadis kecil seperti Lara.

__ADS_1


"Sepertinya tidak seru jika mengajak orang tua main wahana." Lirih Lara.


"Kau bilang apa?" Sahut Edgar dengan kedua mata membola sempurna.


"Lara bilang tidak enak mengajak Kak Edgar bermain wahana. Dengan usia Kak Edgar yang tak lagi muda pasti jantung Kakak tidak kuat berada di ketinggian." Si polos Lara mengungkapkan apa yang ia pikirkan.


"Kau..." Edgar menggeram sebal karena untuk yang kesekian kalinya Lara mengatainya tua!


"Maafkan Lara, jangan marahkan Lara, Kak." Pinta Lara takut.


*


Lara dan Edgar telah sampai di apartemen. Lara yang sudah lelah memutuskan untuk segera mencuci wajah dan tidur sementara Edgar memilih melihat kembali materi yang akan ia sampaikan untuk seminarnya di kampus Lara esok hari.

__ADS_1


"Semakin hari aku merasa menikahi anak kecil. Lihatlah sikapnya, setelah lelah bermain dan perutnya sudah kenyang dia langsung tidur tidak memikirkan pekerjaan sepertiku." Edgar menggelengkan kepala saat melewati ranjang yang di atasnya berisi Lara yang sudah tidur.


Tak ingin semakin sebal dengan istrinya, Edgar lantas saja keluar menuju ruangan kerjanya dan melanjutkan pekerjaannya.


*


Malam sudah berganti pagi, Edgar yang memiliki jadwal seminar di kampus Lara pagi itu berangkat lebih pagi ke rumah sakit untuk melakukan visit pada pasien lebih dulu. Dan Lara memilih berangkat ke kampus menggunakan bus karena Edgar tak bisa mengantarkannya.


Setibanya di kampus, sayup-sayup Lara mendengar beberapa teman-temannya di kampus tengah membicarakan acara seminar dan pemeriksaan kesehatan pagi itu oleh beberapa dokter dari salah satu rumah sakit yang terkenal di kotanya.


Dari arah yang tidak terlalu jauh, Lara juga mendengarkan Celine tengah membicarakan acara seminar pagi ini dan menyebutkan nama Edgar.


"Aku sudah tidak sabar bertemu dengan Kak Edgar. Dokter muda yang sangat tampan dan sukses di usianya yang masih muda. Ugh, aku rasanya ingin sekali menjadi kekasihnya!" Cerita Celine pada kedua temannya.

__ADS_1


Lada yang mendengarkannya lantas saja mengepalkan kedua tangannya. Entah mengapa ia merasa tidak suka suaminya dipuja oleh wanita lain terlebih wanita itu adalah kakak tirinya sendiri.


***


__ADS_2