Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
Menikah


__ADS_3

"Emila, apa kau yakin mau menikah siri dengan Tuan Arkana, Nak? Apa kau yakin pernikahan kalian nantinya tidak dianggap oleh hukum?" Tanya Bu Asma pada Emila yang baru saja kembali dari rumah sakit.


"Mila yakin, Ma. Lagi pula pernikahan kami hanya berlangsung sampai anak-anak Mila lahir. Perpisahan kami nantinya akan berjalan dengan mudah jika hanya menikah secara agama." Jawab Emila.


Bu Asma menghela nafas. Ia tahu alasan lain putrinya tidak mau menikah secara hukum dengan Arkana karena Arkana tidak memberitahukan pernikahan mereka pada istri pertamanya.


"Walau terasa berat tapi Mama yakin kau bisa melewatinya, Nak." Ucap Bu Asma lembut.


Emila menganggukkan kepalanya. "Mila bisa melewatinya bersama dengan Mama. Hanya Mama yang Mila punya dan hanya Mama penguat Mila saat ini." Jawab Emila.


Bu Asma tersenyum lalu mengusap rambut putrinya. "Lalu kapan kau akan berhenti bekerja?" Tanya Bu Asma mengalihkan pembicaraan mereka dari Arkana.


Emila diam dan berpikir. "Sepertinya di saat usia kandungan Emila sudah beranjak tiga bulan saja." Jawabnya.

__ADS_1


"Apa kau tidak merasa lelah bekerja dalam keadaan hamil seperti ini?" Tanya Bu Asma.


Kepala Emila menggeleng. Karena ia merasa tidak mudah lelah saat bekerja justru tenaganya hampir sama seperti saat ia sebelum hamil dulu. Emila tidak tahu saja jika efek kehamilannya beralih pada Arkan bukan pada dirinya. Arkana lah yang merasakan muntah di pagi hari dan tubuhnya terasa mudah lemas jika sedang bekerja.


*


Hari pernikahan Arkana dan Emila pun akhirnya tiba. Pagi itu Emila nampak sudah cantik dengan kebaya bewarna putih milik ibunya dengan riasan sederhana yang menambah kecantikan di wajahnya.


Arkana yang sudah datang ke rumahnya pun nampak sudah gagah dengan setelan kemeja dan jas bewarna hitam.


Sah


Terdengar suara sah yang terdengar lantang yang menjadi bukti jika saat ini Emila dan Arkana sudah menikah. Jika wanita lain akan bahagia dengan pernikahannya, berbeda dengan Emila. Wanita itu hanya menampilkan senyum di wajahnya namun di hatinya merasa sedih dan mau menangis.

__ADS_1


Aku tahu nasib pernikahanku nanti tidak akan seberuntung Flower. Pria yang menikahiku saat ini bukanlah pria lajang yang baik hati seperti Malik. Dia adalah pria yang sudah beristri dan tidak mungkin bisa aku miliki.


"Selamat ya Nak, akhirnya kau menjadi seorang istri." Kedua bola mata Bu Asma nampak berkaca-kaca menatap pada putrinya yang kini sudah berganti status menjadi seorang istri. Walau pernikah Emila saat ini bukanlah pernikahan yang diinginkan Emila, namun sebagai seorang ibu Bu Asma tetap merasa haru melihat pergantian status putrinya itu.


"Terima kasih, Ma." Emila memeluk ibunya cukup lama sambil memejamkan kedua kelopak matanya.


Edgar yang duduk di sebelah Arkana pun turut mengucapkan selamat pada sahabatnya yang kini sudah menikah untuk kedua kalinya.


"Hebat sekali dirimu sudah dua kali menikah sedangkan aku satu kali saja belum." Kelakar Edgar.


Arkana mendengus mendengarkan adu nasib Edgar kepadanya. "Makanya cepatlah menikah. Kau terlalu banyak pilih." Ketusnya.


Edgar tertawa saja mendengarkan ceramah dari sahabatnya itu.

__ADS_1


"Apapun yang kau rasakan saat ini tetaplah bersyukur karena sebentar lagi kau akan menjadi seorang ayah. Keinginanmu selama ini akan terkabul walau anak itu bukan lahir dari rahim Lady." Bisik Edgar di telinga Arkana.


***


__ADS_2