Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
S2 - Untuk Apa Datang?


__ADS_3

Suara bel yang terdengar ditekan dari luar mengganggu kegiatan Mama Tiara dan Celine yang sedang asik menikmati siaran di televisi. Mama Tiara dan Celine saling pandang seolah saling melempar tanya siapakah yang datang bertamu ke rumah mereka.


"Buka pintunya!" Titah Mama Tiara setelah tak mendapatkan jawaban dari Celine.


Celine mendengus namun tetap beranjak membukakan pintu. "Siapa sih yang bertamu malam-malam begini, mengganggu saja!" Gerutunya.


Lara yang kini berada di luar rumah menanti pintu terbuka dari dalam nampak memegang lengan Edgar menyalurkan rasa takutnya. Rasanya, ia masih saja takut jika ia akan kembali dijual di klub milik Tuan Jacob walau Edgar sudah berusaha meyakinkannya.


Krek


Pintu terdengar sedang dibuka dari dalam. Lara yang mendengarkannya pun semakin mencengkram kuat lengan Edgar.


Setelah pintu terbuka sebagian, Celine dapat melihat dengan jelas siapakah sosok yang bertamu ke rumahnya saat ini.


"Dokter Edgar!" Senyuman secerah mentari pagi terbit di wajah Celine. Nampaknya, ia belum melihat sosok Lara yang kini bersembunyi di belakang tubuh kekar Edgar.


Celine mencuri pandang pada sosok yang kini bersembunyi itu. Edgar yang memperhatikannya pun sontak menggeser tubuh agar Celine dapat melihat sosok Lara di belakang tubuhnya saat ini.

__ADS_1


"Lara!" Senyuman di wajah Celine hilang seketika berganti dengan sebuah keterkejutan.


Lara mencoba menunjukkan wajah tenangnya pada Celine walau saat ini tubuhnya mulai bergetar merasa takut.


"Hai Kak Celine," sapa Lara lebih dulu.


"Untuk apa kau datang ke sini bersama Dokter—" perkataan Celine terhenti saat menyadari suaranya yang terdengar sangat keras.


"Bolehkah kami masuk?" Edgar memberi pertanyaan. Nampaknya ia sudah tidak sabar memasuki rumah yang seharusnya ditempati oleh istrinya saat ini.


"Hm?" Edgar berdehem meminta jawaban.


"Agh, ya, silahkan masuk." Ucapnya tak punya pilihan.


Di dalam kebingungan, Celine membawa Edgar dan Lara melangkah ke arah ruang tengah dimana Mama Tiara kini berada.


Lara yang kembali menginjakkan kaki di dalam rumahnya setelah beberapa bulan diusir dari sana nampak berkaca-kaca. Ia sudah sangat merindukan rumah masa kecilnya yang kini dikuasai dua ular berbisa.

__ADS_1


Mama Tiara yang sedang asik menikmati siaran di televisi mengalihkan pandangan dari televisi saat mendengar suara langkah mendekat ke arahnya. Melihat siapakah sosok yang sedang berjalan ke arahnya saat ini, kedua mata Mama Tiara pun melotot sempurna.


"Lara!" Ucapnya sedikit keras dan tak percaya.


Lara tersenyum tipis seraya memegang kuat lengan Edgar.


Mama Tiara lantas saja bangkit dari posisi duduk. Melayangkan tatapan tak suka dengan kehadiran Lara. "Untuk apa kau datang ke sini?!" Suara Mama Tiara sedikit membentak.


"Mamah!" Celine melototkan kedua matanya. Memberikan peringatan pada sang mama agar menjaga perkataannya. Ia tidak ingin repurtasinya dan keluarganya hancur di depan dokter Edgar.


"Apa begini tanggapan anda menyambut kedatangan tuan rumah di rumah ini?" Edgar bertanya datar dan penuh penekanan.


"Tuan rumah? Maksudnya bagaimana?" Mama Tiara melayangkan tatapan tak suka pada Edgar.


Edgar menyunggingkan sebelah sudut bibir. "Lara, ayo kita duduk." Ajak Edgar tanpa peduli jika belum dipersilahkan oleh Mama Tiara. Toh menurutnya Lara lah sang pemilik rumah yang saat ini mereka datangi.


***

__ADS_1


__ADS_2