Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
S2 - Siapa Namamu?


__ADS_3

"Sa-saya..." Lara bingung harus menjawab apa. Terlebih ia tidak mungkin mengatakan jika dirinya adalah wanita yang dibeli Edgar dari klub malam bukan?


"Saya apa? Ayo katakan siapa dirimu!" Desak Mama Leni.


"Bagaimana ini?" Lirih Lara dalam hati.


"Apa kau adalah kekasih anak saya?" Lanjut Mama Leni kemudian.


Lara yang semakin bingung harus menjawab apa pun akhirnya mengangguk mengiyakannya. Tak masalah bukan jika ia mengaku sebagai kekasih Edgar mengingat tujuan Edgar membelinya untuk menikahinya?


"Apa? Kau adalah kekasih anak saya?" Wajah Mama Leni yang awalnya tak bersahabat akhirnya berubah ceria. Selama ini ia tidak pernah melihat Edgar dekat dengan wanita mana pun. Dan kali ini di depan matanya sendiri ada seorang wanita yang mengaku sebagai kekasih dari putranya.


"Iya, Tante. Saya adalah kekasih Tuan Edgar." Jawab Lara takut-takut.


"Oh astaga..." Mama Leni yang merasa semakin senang pun memeluk Lara erat-erat. "Akhirnya putraku memiliki kekasih juga!" Seru Mama Leni.

__ADS_1


Lara yang terkejut dengan reaksi Mama Leni hanya diam dengan mata berkedip-kedip.


Setelah pelukan Mama Leni terlepas, Lara pun mengajak Mama Leni untuk masuk ke dalam apartemen.


"Jadi sejak kapan kau menjalin hubungan dengan putraku? Dan kenapa kau bisa berada di apartemen putraku? Apa kalian sudah melakukan hal terlarang di sini?" Cecar Mama Leni.


Lara meneguk salivanya susah payah. Pertanyaan yang Mama Leni berikan sangat sulit untuk ia jawab.


"Edgar itu benar-benar keterlaluan. Katanya tidak mau menikah tapi menyimpan wanita di dalam apartemennya. Apa dia mau memijah tanpa menikah lebih dulu?" Gerutu Mama Leni.


Lara masih diam sambil menatap mulut komat-kamit Mama Leni.


"Tidak seperti itu Nyonya." Lara yang tidak ingin Mama Leni semakin salah paham pun akhirnya menjawab.


"Lalu seperti apa? Apa lagi yang dilakukan seorang wanita dan pria yang berada di tempat yang sama tanpa ada siapa pun di antara mereka." Tanya Mama Leni.

__ADS_1


"Saya dan Tuan Edgar hanya..." perkataan Lara terhenti saat Mama Leni kembali bersuara.


"Sudah, sudah. Saya sudah bisa apa yang kalian lakukan di sini. Sekarang yang ingin saya tanyakan siapa namamu dan sejak kapan kau menjalin hubungan dengan anak saya."


Lara mengulurkan tangan dengan gugup pada Mama Leni. "Perkenalkan, nama saya Lara, Nyona." Ucap Lara.


Mama Leni menerima uluran tangan Lara. "Nama yang manis..." jawab Mama Leni.


"Tapi tidak semanis pekerjaanku." Lanjut Lara dalam hati mengingat perkataan Edgar kemarin.


"Terima kasih, Nyonya." Ucap Lara setelah tangan keduanya terlepas.


Mama Leni hanya tersenyum sambil membayangkan sesuatu. "Ternyata dugaanku selama ini salah. Putraku bukan pria tidak normal. Dia masih tertarik pada seorang wanita sampai menyimpan seorang wanita di apartemennya." Ucap Mama Leni dalam hati.


Antara rasa marah dan bahagia menyatu di dalam hati Mama Leni saat ini. Marah karena putranya sudah menyimpan seorang wanita tanpa adanya pernikahan dan bahagia karena putranya ternyata masih normal. Tidak ingin melewatkan kesempatan yang ada, Mama Leni pun segera menghubungi Edgar yang sedang sibuk bekerja saat ini.

__ADS_1


"Pulang ke apartemenmu sekarang juga atau Mama keluarkan dirimu dari kartu keluarga!" Ucap Mama Leni tegas saat panggilan telefon baru saja terhubung.


***


__ADS_2