Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
S2 - Belanja Bersama Istri


__ADS_3

Mendengar jawaban Lara sontak saja membuat Edgar melototkan kedua matanya. "Kau bilang apa!"


"Ti-tidak apa-apa, Tuan." Lara nampak takut.


Edgar menghela napas dalam. Semenjak mengenal Lara ia merasa darah tigginya mudah kambuh. "Sudahlah, sekarang tunggu di sini!" Edgar berlalu dari hadapan Lara masuk ke dalam kamarnya. Entah apa yang pria itu lakukan di dalam kamar. Sesaat kemudian Edgar pun keluar dari dalam kamarnya dengan membawa sebuah jaket di tangannya.


"Pakai ini!" Menyerahkan jaket ke tangan Lara.


Lara hanya menatap dengan kening mengkerut.


"Pakai ini." Ulang Edgar dan kali ini Lara menerima jaket tersebut. Tanpa bersuara, Lara segera memasang jaket tersebut ke tubuhnya.


"Bagus." Ucap Edgar setelah melihat bagian dada Lara sudah tak terbentuk lagi. "Sekarang ayo kita pergi. Aku tidak memiliki waktu banyak."


Lara mengangguk tanpa suara. Ia mengikuti langkah Edgar dari belakang keluar dari apartemen hingga akhrnya masuk ke dalam mobil.


Mobil milik Edgar pun melaju dengan kecepatan sedang menuju sebuah mall yang berada tidak terlalu jauh dari apartemennya berada. Setelah sampai di mall, Edgar langsung saja membawa Lara menuju sebuah toko baju khusus wanita.

__ADS_1


"Tolong pilihkan beberapa baju untuk wanita ini." Pinta Edgar pada seorang pramuniaga yang datang menghampirinya.


Pramuniaga itu mengangguk lalu mengajak Lara ikut bersamanya.


Lara si penurut menurut saja mengikuti langkah pramuniaga tersebut. Sementara Edgar, ia memilih duduk di kursi tunggu.


Beberapa saat menunggu, akhirnya Lara telah kembali bersama pramuniaga yang tadi membawanya. Edgar yang melihat kedatangan mereka pun bangkit dari duduknya.


"Saya sudah membantu memilihkan sepuluh pasang baju untuk Nona ini, Tuan." Ucap pramuniaga pada Edgar.


"Terima kasih." Jawab Edgar lalu mengajak Lara membayar barang belanjaannya. Edgar tidak berniat melihat bentuk baju yang dipilihkan untuk Lara. Menurutnya Lara sudah punya baju saja sudah cukup.


"Ayo cepat pilih. Aku tidak punya waktu banyak!"


Lara mengangguk ragu lalu melangkah ke arah rak khusus bra. Edgar pun mengikutinya dari belakang. Setelah sampai di rak tersebut, Lara nampak ragu-ragu memilih ukuran pakaian salam untuk dirinya.


Edgar menghela napas dalam lalu memanggil seorang pramuniaga. "Tolong bantu carikan ukuran bra paling kecil untuk dia." Pinta Edgar.

__ADS_1


"Ukuran paling kecil?" Pramuniaga tersebut tersenyum sambil menatap ukuan dada Lara.


"Ish, Tuan ini seenaknya saja mengatakan ukuran dadaku kecil." Ucap Lara pelan takut Edgar mendengarnya.


"Mbak, saya mau yang warnanya pink saja ya. Saya menyukai warna itu." Pinta Lara pada pramuniaga yang tengah membantunya mencari ukuran pakaian dalam.


Edgar membulatkan kedua matanya menatap pada Lara. Yang benar saja istrinya itu ingin memiliki pakaian dalam bewarna merah muda semua? Malas berkomentar, Edgar membiarkan saja Lara memilih sesuka hatinya. Setelah selesai, Edgar langsung saja membayarnya.


Kruk


Suara bunyi dari perut Lara mengalihkan pandangan Edgar ke sumber suara. "Kau lapar?" Tanya Edgar.


Lara mengangguk malu. "Saya mau makan, Tuan."


Edgar tak lagi bersuara. Ia melangkahkan kakinya menuju restoran berada diikuti oleh Lara di belakangnya.


"Tuan Edgar baik sekali selalu memberi aku makan." Lirih Lara merasa haru setelah masuk ke dalam restoran cepat saji.

__ADS_1


***


__ADS_2