
Suasana di kampus terasa mencekam saat Lara baru saja melangkah masuk ke area kampusnya pagi itu. Bisik-bisik mahasiswi yang membicarakan Lara mulai terdengar. Beberapa dari mereka bahkan bersuara cukup keras agar terdengar di telinga Lara.
"Bagaimana bisa Lara masuk ke dalam mobil Dokter Edgar kemarin, ya? Apa dia memiliki hubungan dengan Dokter Edgar." Suara seorang wanita yang terdengar cukup keras jelas saja terdengar di telinga Lara yang begitu tangkap mendengarnya.
Lara menulikan telinganya seakan tak mendengar perkataan wanita tersebut. Ia terus saja melangkah ke arah kelasnya berada tanpa memperdulikan tatapan beberapa mata yang terus tertuju kepadanya.
"Kenapa di kampus ini banyak sekali orang kepo, ya. Tidak asik sekali." Gumam Lara dengan wajah bingung.
Masuk ke dalam kelas, Lara sudah disambut dengan tatapan penuh tanya di wajah Angga dan teman-temannya yang lain. Lara yang sudah dapat menebak apa arti tatapan teman-temannya melangkah dengan santai ke arah kursi yang masih kosong.
"Lara, bisakah kau menjelaskan sesuatu kepada kami?" Tanya Sherly.
Lara menghela napas panjang lalu menghembuskannya secara perlahan.
"Maaf. Tapi aku sedang malas menjawab pagi ini. Bisakah jawabannya aku tunda saja nanti siang?" Tanya Lara.
Sherly dan yang lainnya saling pandang. Padahal mereka sudah sangat penasaran dengan jawaban Lara namun Lara nampak enggan untuk menjawabnya.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu." Jawab Sherly tak ingin memaksa.
Ting
Pemberitahuan notifikasi terdengar dari ponselnya. Lara segera membuka pesan masuk ke dalam ponselnya yang ternyata dari Edgar.
"Jika temanmu bertanya maka jawab saja yang sebenarnya. Tidak perlu pusing-pusing!" Ucap Lara dalam hati membaca pesan dari Edgar. Tadi malam saat ia dan Edgar hendak istirahat di dalam kamar, Lara menceritakan tentang pertanyaan dari teman-temannya pada Edgar. Dan tentu saja Edgar menanggapinya dengan santai seolah pertanyaan orang-orang tidak terlalu berarti untuknya.
Lara mengangguk-anggukkan kepalanya setelah membaca pesan dari Edgar. Dan seperti biasanya, Lara hanya membacanya tanpa membalasnya hingga membuat Edgar yang baru saja masuk ke dalam ruangan kerjanya jadi bersungut-sungut setelah membacanya. "Dasar rubah nakal!"
**
Tanpa diduga oleh Lara, ternyata Celine mengejar langkahnya dan menghadangnya.
"Celine, ada apa ini!" Angga menatap tajam Celine yang dengan tidak sopan menghadang Lara.
"Aku ada urusan dengan wanita ini!" Celine menunjuk Lara dengan jari telunjuknya.
__ADS_1
"Ada urusan apa Kakak dengan aku?" Tanya Lara dengan wajah datarnya seakan tidak takut dengan Celine.
"Ck, dasar wanita malam!" Gerutu Celine.
"Jaga perkataanmu, Celine! Berani-beraninya kau mengatai Lara seperti itu!" Angga tak terima.
"Tapi memang seperti itu kenyataannya. Tanyakan saja kepadanya apakah dia wanita malam atau tidak!" Seru Celine.
"Tidak!" Jawab Lara cepat dan sedikit keras.
Celine dibuat menggeram karena Lara berani melawan perkataannya. "Dasar wanita tidak tahu malu. Kau pasti sudah menggoda Dokter Edgar kan sehingga kau bisa pergi bersama Doket Edgar kemarin!" Tuduh Celine. Jujur saja ia sangat tidak terima jika Lara bisa dekat dengan Edgar.
"Menggoda Dokter Edgar? Untuk apa aku menggoda Dokter Edgar jika aku ingin pergi bersamanya? Toh setiap hari aku juga bisa pergi bersama Dokter Edgar." Sahut Lara hingga membuat kedua mata Celine terbelalak mendengarnya.
***
Sambil menunggu Lara dan Edgar update, teman-teman bisa mampir di karya shy Jadikan Aku Pengganti Dirinya ya❤️🫶🏻
__ADS_1