Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
S2 - Tak Sabar Untuk Bertugas


__ADS_3

Lara terlihat bersungguh-sungguh mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulut Flower. Ia bahkan tak memotong perkataan Flower atau sekedar untuk bertanya jika ada hal yang tidak ia mengerti. Melihat Lara yang hanya diam saja membuat Flower semakin menggebu-gebu menjelas trik untuk menyenangkan hati suami.


"Apa kau mengerti apa yang aku jelaskan, Lara?" Flower bertanya di akhir pembicaraan mereka.


Lara mengangguk mengiyakannya. "Jika Kak Edgar pulang bekerja nanti Lara harus mencium tangannya dan pipinya. Setelah itu membantu Kak Edgar membuka sepatunya, menyiapkan air hangat untuk mandi lalu membantu membukakan kancing kemeja Kak Edgar." Ucap Lara mengingat penjelasan Flower di awal.


"Terus?" Flower menuntut untuk lanjut.


"Kemudian Lara menawarkan pada Kak Edgar apa Kak Edgar mau dibantu mandi oleh Lara?" Lara terus menjelaskan pelajaran penting yang diberikan oleh Flower untuk menyenangkan hati Edgar.


Mendengar Lara begitu santai saat mengulang kembali perkataannya membuat Flower senang. Karena ia pikir Lara sudah mengerti bagaimana cara mempraktikkannya nanti.


"Kau sudah memahami ilmunya, tinggal prakteknya saja!" Puji Flower.


Lara menganggukkan kepalanya. "Apa Kak Edgar pasti senang kalau Lara melakukan itu semua, Kak?" Tanya Lara memastikan.

__ADS_1


Flower menganggukkan kepalanya. Melihat anggukan kepala Flower membuat Lara menaruh harapan yang besar untuk usahanya nanti.


"Lara, kau mengerti kan cara mempraktikkannya nanti?" Tanya Flower.


"Lara mengerti, Kak. Tapi..." Lara nampak sedikit ragu.


"Tapi apa?" Flower menyahut cepat.


"Tapi apa Lara harus memandikan Kak Edgar? Lara rasanya malu jika menyentuh tubuh seorang pria. Biasanya Lara hanya menyentuh tubuh Yeppo saja." Cicit Lara mengingat hewan peliharaannya yang sering ia mandikan dulu.


Kedua pipi Lara yang putih nampak memerah mendengar perkataan Flower. Ia membayangkan bagaimana bentuk tubuh Edgar saat tidak mengenakan pakaian.


Menyadari jika Lara bukan hanya butuh penjelasan namun juga cara praktiknya membuat Flower segera menghubungi seseorang untuk mengirimkan sebuah video kepadanya. Setelah mendapatkan video tersebut, Flower langsung saja memperlihatkannya pada Lara.


"Kau lihat video ini, di sini sudah memperlihatkan dengan jelas cara menyenangkan hati suami." Bisik Flower.

__ADS_1


Video beradegan dewasa itu mulai diputar oleh Lara. Namun baru saja menit pertama, kedua pipi Lara sudah dibuat semakin panas melihat adegan iya-iya yang sedang dipraktekkan di video tersebut.


"Agh, Lara malu, Kak." Lara menyodorkan ponsel ke tangan Flower.


"Kau jangan malu begitu, Lara. Ingat, Edgar sudah meminta cara kau membayar hutang budi kepadanya. Dan permintaannya itu sangat mudah. Kau hanya perlu melakukan tugasmu menjadi istri yang baik untuknya."


Teringat dengan permintaan Edgar membuat Lara kembali melanjutkan menonton adegan dewasa itu. Walau dengan rasa malu-malu, Lara terus menontonnya hingga akhirnya berakhir di menit ketiga puluh.


"Bagaimana?" Flower bertanya dengan wajah semangat.


Lara mengangguk dengan wajah malu-malu. "Lara sudah paham, Kak. Nanti Lara akan mempraktikkannya sebisa Lara. Cium-cium saja sepertinya enak juga." Ucap Lara diikuti senyum mesum. Nampaknya otak Lara yang polos sudah tercemar dengan video yang Flower perlihatkan.


Kedua sudut Flower melengkung hingga membentuk senyuman. Ternyata usahanya hari ini tak sia-sia mengajarkan Lara. Flower berharap Lara akan melakukan tugasnya dengan baik setelah Edgar pulang bekerja nanti.


***

__ADS_1


__ADS_2